
"selamatkan Guan Lin dan juga rubah spritual nya. aku masih bisa bertahan" ucap Mo Yohan pada naga hitam
"bagaimana denganmu? kau juga sedang terluka" tanya naga hitam yang merasa khawatir
"aku tidak masalah, aku masih kuat. jadi jangan khawatirkan aku"
"aku akan mengambil kesempatan untuk menghabisi iblis itu, selagi dia belum pulih sepenuhnya" ucap Mo Yihan dengan pandangan tertuju pada si iblis
setelah itu, Mo Yihan memuliakan dirinya sendiri dan sekarang ia sudah lebih baik dari sebelumnya.
akhirnya Mo Yihan pergi menyerang si iblis. tanpa pikir panjang Mo Yihan menyerangnya tanpa ampun. kemarahan Mo Yihan makin meluap, saat mengingat kembali kejadian yang menimpa teman serta gurunya.
ia bersumpah akan menghabisi iblis, apapun yang terjadi dan tidak akan membiarkan nya bangkit lagi untuk kesekian kalinya.
pertarungan sengit tak terelakkan. Guan Lin yang terluka hanya bisa melihat Mo Yihan dari jauh. dia berharap Mo Yihan bisa menang melawan si iblis, tanpa mengalami luka sedikit pun.
sementara itu, iblis yang tiba-tiba mendapatkan serangan balik dari Mo Yihan. nampak terkejut saat melihat Mo Yihan yang begitu cepat pulih.
dia tentu tidak bisa membiarkan Mo Yihan, terus menyerang nya begitu saja. apalagi setengah kekuatan nya telah dia pakai, untuk membuat ledakan dahsyat tadi.
dia pun memikirkan cara lain, agar bisa membunuh Mo Yihan secepatnya. saat pertarungan berlangsung, iblis hanya bisa menangkis serangan demi serangan yang Mo Yihan berikan padanya.
karena saat ini, dia sudah tidak memiliki senjata lagi. lalu tiba-tiba dia melihat sebuah pedang ajaib milik Guan Lin, yang tidak sengaja terpelanting akibat ledakan tadi.
lantas dia segera mengambil pedang itu. melihat sangat iblis memakai pedangnya, Guan Lin baru sadar jika pedang miliknya telah hilang darinya.
tapi karena Guan Lin sekarang adalah tuan dari pedang tersebut, jadi kekuatan pedang ajaib itu tidak bisa digunakan olehnya.
iblis itu marah tapi dia tetap memakai pedang ajaib itu, meski tidak bisa memberikan kekuatan untuk nya. asalkan bisa menangkis serangan dari Mo Yihan, itu sudah lebih dari cukup.
Mo Yihan tidak main-main dengan serangan nya kali ini. sekarang ia sudah mengetahui letak jantung iblis yang sebenarnya.
setelah Mo Yihan menusuk nya bekali-kali, akhirnya ia mengetahui jika letak jantung itu ada di sebelah kanan.
kini Mo Yihan fokus menyerang ke arah sana. iblis yang menyadari jika Mo Yihan berniat membunuh nya, jadi sangat waspada.
dia tentu tidak akan membiarkan Mo Yihan membunuhnya begitu saja. karena pedang terkutuk adalah pedang terkuat, jadi bisa dipastikan serangan kali ini akan lebih menyakitkan daripada yang tadi.
iblis yang merasa terancam, mulai memikirkan cara agar bisa selamat. lantas dia pergi ke arah Guan Lin, dimana dia sedang diobati oleh naga hitam di sana.
dia menyerang naga hitam, saat tengah fokus menyembuhkan Guan Lin. dengan kecepatan yang hampir tidak bisa diprediksi, dia berhasil mengambil Guan Lin dari naga hitam.
naga hitam bangkit dan berusaha merebutnya kembali, begitu juga dengan Mo Yihan. ia kaget saat melihat Guan Lin sudah ada ditangan iblis itu.
__ADS_1
kini sangat iblis menyuruhnya untuk mundur dan membuang senjata nya, jika ingin Guan Lin selamat.
Guan Lin melirik Mo Yihan dan berteriak padanya, untuk tidak membuang senjatanya. iblis itu semakin geram, melihat Guan Lin yang berkata seperti itu pada Mo Yihan.
nampaknya dia kurang keras memberikan pelajaran untuk Guan Lin, sehingga dia masih bisa melawannya saat ini.
alhasil iblis itu mendekatkan pedangnya ke leher Guan Lin dan menggores nya dengan pelan. agar Mo Yihan sadar, jika dia tidak main-main dengan apa yang dia katakan.
dia pun mengancam Mo Yihan, bahwa dia akan membunuh Guan Lin dihadapan nya langsung. jika ia tidak menurunkan atau membuang pedangnya.
naga hitam berteriak menyuruhnya untuk tidak melakukan itu, karena ini adalah jebakan. dia tahu jika pedang itu adalah sumber kekuatan utama bagi Mo Yihan.
dan jika Mo Yihan melepaskan pedang itu, maka dia akan lebih mudah mengalahkan Mo Yihan. sekarang Mo Yihan sulit mengambil keputusan.
Guan Lin adalah satu-satunya orang yang baik dan perhatian padanya, selain itu Mo Yihan juga menyimpan perasaan untuk nya.
namun ia tidak bisa mengungkapkan nya, karena dia sekarang adalah seorang laki-laki. iblis itu semakin mendesak nya untuk membuang pedang itu. dia bahkan makin menekan pedangnya lebih dalam.
Guan Lin sekarang nampak sedang menahan rasa sakit, akibat goresan dari pedang itu. Mo Yihan tidak bisa membiarkan nya begitu saja. alhasil Mo Yihan menyuruh iblis itu untuk melepaskan Guan Lin, setelah ia membuang pedangnya.
iblis itu menyeringai padanya, seolah dia sangat menantikan hal itu. iblis itu pun mengangguk padanya. setelah itu, Mo Yihan dengan berat hati membuang pedangnya, namun tidak jauh darinya.
setelah pedang itu di buang, Mo Yihan segera membawa Guan Lin pergi dari sana. namun dia ceroboh, saat dia menolong Guan Lin. iblis itu menusuknya dari belakang.
dengan kekuatan terakhir milik nya, ia memusatkan semua kekuatan nya pada pedang itu dan menyerang si iblis. iblis tidak menyangka, jika Mo Yihan masih bisa bertahan setelah tertusuk pedangnya.
lantas dia berbalik menyerang Mo Yihan, yang nampak lemah itu. tapi dia tidak tahu, jika Mo Yihan sedang menjebaknya. hanya luarnya saja yang terlihat lemah, tapi sebenarnya Mo Yihan sudah mempersiapkan dirinya, untuk memberikan serangan terakhir pada iblis itu.
mereka pun kini beradu pedang. lalu pedang mereka, kini tertahan satu sama lain. tapi karena pedang Mo Yihan lebih kuat, jadi Mo Yihan berhasil menangkis serangan pedang dari si iblis itu.
lantas pedang milik si iblis terpental, setelah Mo Yihan mengangkat pedangnya. kini si iblis tidak punya senjata lagi, untuk melindungi dirinya lagi. namun Mo Yihan sekarang, hampir tidak sanggup bertahan lagi.
ia harus segera mengakhiri pertarungan ini secepatnya. lalu Mo Yihan dengan cepat menusukkan pedangnya ke tubuh iblis, yang dimana itu adalah letak dari jantung aslinya.
seketika pedang itu menembus jantung si iblis. iblis itu kini menjerit kesakitan, tubuh nya mulai terbakar hebat. akibat terkena tusuk kan dari pedang terkutuk.
lalu untuk benar-benar memusnahkan nya, Mo Yihan menggunakan sisa kekuatan terakhirnya, untuk meledakkan tubuh si iblis. seketika tubuh iblis itu meledak, lalu terbakar di langit dan jatuh menjadi abu.
pertarungan akhirnya berakhir dengan kemenangan bagi umat manusia. tapi sekarang Mo Yihan terluka parah dan kehabisan tenaga, karena tidak mampu memulihkan dirinya.
ia pun terjatuh ke tanah, dengan darah yang mengalir keluar dari tubuhnya. lalu ia samar-samar mendengar suara teriakan dan tangisan dari dekatnya.
ya itu adalah Guan Lin, yang saat ini sedang amat khawatir padanya. Guan Lin syok, melihat Mo Yihan yang saat ini sedang terluka parah itu.
__ADS_1
begitu juga dengan naga hitam. mereka semua yang selamat, langsung datang membantu mengobati Mo Yihan yang sedang sekarat itu.
bahkan naga hitam sampai memberikan setengah dari kekuatan nya untuk Mo Yihan, agar dia bisa bertahan.
namun sayangnya, bukannya pulih lebih cepat. ia justru merasakan sakit yang amat berat, hingga membuatnya semakin tidak kuat.
pandangan nya kini semakin buram dan pendengaran nya juga semakin kecil. ia sekarang hanya bisa terbaring lemah dipangkuan Guan Lin, yang tengah menangisinya.
lalu ia mengusap wajah Guan Lin, dengan tangan yang penuh darah. Guan Lin mengambil tangannya dengan lembut dan menyuruhnya untuk bertahan.
tapi sayang nya, tak lama setelah itu Mo Yihan merasa jika dirinya sudah tidak bisa bertahan lagi. tubuh nya tiba-tiba melemah dan tak bisa menerima kekuatan apapun.
ia yang gagal dipulihkan, akhirnya menutup matanya lebih dalam dan seketika pandangan menjadi gelap, lalu suara-suara disekitarnya juga perlahan mulai menghilang.
setelah itu, ia merasa seolah jatuh ketempat yang membuatnya tidak merasakan rasa sakit lagi. sementara itu, mereka yang disana tak kuasa menahan kesedihan, karena kehilangan Mo Yihan.
yang merupakan pahlawan satu-satunya bagi mereka. Guan Lin berteriak histeris memanggilnya namanya dengan keras. dia tidak rela kehilangan Mo Yihan begitu saja. langit pun menjadi gelap dan akhirnya hujan turun membasahi tempat, yang kini penuh dengan darah.
sementara itu, Mo Yihan yang tidak merasakan sakit lagi. merasakan perasaan yang nyaman, dimana dia juga mendengar suara lembut yang mirip dengan suara kakak laki-laki nya.
ia pun mencoba membuka matanya dan ia kaget, karena ia tidak mati. lalu yang membuatnya lebih kaget lagi adalah sekarang ia berada dirumah sakit. dan sedang ditemani oleh kakak serta orang tuanya, yang sekarang menghawatirkan nya.
ia dibawah ke rumah sakit, karena terjatuh dari jembatan. ia masih tidak bisa menerima semua ini. ia sangat bingung, dengan apa yang sebenarnya ia rasakan waktu itu? apakah itu adalah kenyataan atau hanya mimpinya saja?
lalu keluarga nya yang melihat jika dirinya sudah kembali sadar, memeluk nya dengan lembut serta meminta maaf padanya. karena mereka kurang memperhatikan anak perempuan satu-satunya itu.
setelah itu, seorang dokter yang ditugaskan untuk merawatnya datang. dia mengecek keadaan nya yang baru sadarkan diri, setelah sempat koma selama tiga bulan lamanya.
Mo Yihan saat ini berhasil kembali ke tubuh aslinya, yang berwujud perempuan. namun sayangnya, ia tidak bisa kembali lagi untuk bertemu Guan Lin.
ia sangat sedih, karena harus berpisah dengan Guan Lin dan teman-temannya yang lain. namun setelah dokter itu masuk dan memeriksa dirinya.
ia merasa tidak asing dengan dokter itu. lantas ia nekat membuka masker yang sedang dipakai oleh sang dokter. dokter itu kaget, saat maskernya dibuka.
lalu Mo Yihan juga lebih kaget lagi, setelah melihat jika dokter yang ada didepan nya adalah orang yang sangat mirip dengan Guan Lin.
Mo Yihan tanpa sadar memanggil namanya. dia tersentak mendengar itu. bagaimana bisa pasien yang tidak pernah melihatnya, sebelum nya tahu namanya.
akhirnya setelah itu, ia merasa sangat bahagia. kini orang terdekat nya sudah kembali padanya dan ia juga bisa merasakan kehangatan dari keluarga nya.
meskipun ia harus memulai dari awal, untuk berhubungan lagi dengan Guan Lin yang kini adalah seorang dokter.
...****************...
__ADS_1
...𝕋𝕒𝕞𝕒𝕥...