Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
DOKUMENT BARU , lagi


__ADS_3

Tok..


Tok..


Tok..


Pintu ruangan Meilin diketuk dari luar . Padahal baru beberapa menit Meilin masuk kedalam ruangan tersebut.


"Iya ! " sahut  Meilin dari dalam , dan sontak berlari kearah pintu . Kemudian membukakan pintu tersebut.


Terlihat ada  Robert berdiri penuh wibawa didepan pintu itu.


"Jika ada yang mengetuk pintu ruangan ini , kamu hanya mempersilahkan mereka untuk masuk , tampa harus membukakan pintu seperti ini ." ucap Robert sang General Manager itu menjelaskan .


"Baik pak ." ucap Meilin . Tentu dengan kegugupannya.


"Mari ikut saya keruangan Meeting ." perintah Robet . kemudian berjalan mendahului Meilin.


Meilin pun menutup pintu dan mengikuti pria itu dari belakang . Menuju ruangan yang juga belum pernah dilaluinya sebelumnya.


Setelah tiba disana , Robert kemudian mengetuk pintu dan langsung membukanya , lalu masuk . Disusul oleh Meilin dari belakang.


"Selamat pagi Pak ." ucap serentak , semua orang yang ada didalam ruangan itu.


"Pagi juga ." jawapnya singkat , masih terus melangkah berjalan menuju bangkunya , dengan wajah tampa senyum.


"Ibu Meilin silahkan duduk ." pinta Robert , sambil menunjjukan bangkunya persis disamping pria tersebut.


"Baik pak ." sahut Meilin , kemudian duduk.


Robert pun duduk dibangku utama , pada ruangan yang mejanya tampak berbentuk oval tersebut.


"Baiklah , selamat pagi semua ." ucap General Manager itu tegas dan lantang , suaranya pun menggema didalam ruangan rapat itu.


"Ini adalah ibu meilin , Assintand - General Manager yang baru , atau Assistand saya ." kata Robet lagi . Sambil melihat kearah Meilin yang duduk tepat disampingnya.


"Namanya adalah ibu Meilin ." lanjut Robert.


kemudian Meilin pun menundukkan kepalanya , tanda menperkenalkan dirinya.


Semua orang yang ada didalam ruangan itu memperkenalkan diri pada Meilin juga , satu persatu . dan juga jabatan mereka masing - masing.


Meilin sungguh belum percaya apa yang terjadi . Pada apa yang di alaminya sekarang. Ia duduk didalam satu ruangan dengan orang - orang penting . Mungkin ada yang Lulusan University Luar Negri , itu pasti . Sementara Meilin hanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan saja.


Enam puluh menit lebih mereka ada didalam ruangan itu , bicara ini dan itu yang Meilin tidak mengerti sama sekali.


"Baik kita tutup rapat hari ini ." kata Robert kemudian , diakhir rapat mereka.Tentunya masih dengan suara lantangnya.


"Selamat pagi ." kata Robet.

__ADS_1


"Selamat pagi Pak ." jawap mereka serentak lagi.


"Mari Bu Meilin . Ibu ikut keruangan saya ." pinta Robert lagi.


"Baik Pak ." jawap Meiilin.


Pria itupun melangkah lebih dahulu lagi . Dan lagi - lagi Meilin hanya mampu mengikuti dari belakang . Sampai mereka berdua berada didalam ruangan General Manager itu.


Didalam ruangan tersebut , Robert pun memberi penjelasan pada Meilin , mengenai dasar tentang pekerjaan Assistand - General Manager.


"Nanti siang Ibu Meilin ikut saya untuk makan siang ya . " ucab Robert.


"Baik pak ." jawap Meilin , sedikit mengangguk.


"Baiklah , Ibu Meilin silakan baca - baca saja dulu buku itu.


Saya beri waktu pada Ibu sepekan kedepan untuk belajar memahami semua yang terdapat didalam Dokument itu . " kata Robert lagi , memandang tajam pada Meilin , tampa berkedip . Membuat wanita itu menunduk salah tingkah.


"Baik Pak ." ucap nya . Dan memang hanya kata - kata itu yang ia punya.


"Boleh saya keruangan saya Pak ?" pinta nya , sedikit gugup.


"Silahkan ." jawab Robet , masih tetap tampa senyum.


Meilin pun membawa kembali Dokument baru itu . Dokumen yang baru saja diserahkan padanya . Lalu pergi berjalan menuju ruangannya.


"Okehh...membaca lagi . Membaca sesuatu yang tidak kumengerti ." gerutunya . Dihempaskanya Dokumen yang baru dibawanya itu kemeja kerjanya dengan sedikit kasar .


"Mantappp..." bathinnya , serasa api sudah keluar dari segala penjuru . Telinga , Hidung , Mulut . Ahhh...entah dari mana lagi.


"Di Mataku kini hanya ada Angka dan Hurup .


bahkan ditembok ini juga .


Semua berisi angka dan hurup.


Dan apapun yang kulihat saat ini semua berisi angka dan hurup ." gerutu nya . Mendengus beberapa kali . Sembari menatap kesemua arah pada ruangan tersebut .Tangan mungilnya terlihat sedang memijit-mijit kepalanya yang benar - benar sakit.


Tok....


Tok...


Tok...


Pintu ruangannya diketuk.


"Masuk ." ucapnya


Robet tampak membuka pintu itu , kemudian berbicara .

__ADS_1


Namun , tampak Konsentrasi wanita itu sungguh ambyar.


Dipandangan matanya , di Wajah Pria tersebut bertaburan hurup - hurup dan angka . Beberapa kali ia terlihat mengucek kedua matanya , namun dipandangannya tetap berisikan hal yang sama.


Apapun yang ia lihat , semua bertaburkan angka dan hurup.


"Mari makan siang Bu Meilin ." ajak Robert lembut . Sepertinya memahami situasi dan kondisi Meilin saat itu .


"Baik Pak. " sahut Meilin , tentunya masih dengan kepala puyengnya.


Mereka pun kemudian menuju ruangan makan yang dimaksut oleh Robert.


"Wauuuu....


Ruangannya sangat bagus sekali ." guman Meilin dalam hatinya . Sesampainya diruangan yang dituju , ia terkesima.


Ada beberapa orang didalam ruangan itu . Orang-orang yang bertemu dengan Meilin diruangan Meeting tadi pagi.


"Siang Pak Robert dan Ibu Meilin ." ucap mereka serentak . Ketika Meilin dan Sang General Manager mereka itu sudah memasuki ruangan makan tersebut.


Meilin dan Robet menjawab sapaan mereka bersamaan . Lalu kemudian duduk diposisi meja yang masih kosong.


"Silahkan duduk Bu Meilin ." ucap Robert datar.


"Baik pak ." sahut Meilin.


Seorang Waitress khusus untuk ruangan itu pun datang . Kemudian menunggu disana , menunggu pilihan menu pesanan makan siang atasannya tersebut .


Robert pun memesan makanan untuknya , dan juga minum.


"Ibu Meilin silahkan memilih menu makan siang untuk Ibu Meilin ." kata Robet.


Meilin hanya diam , bingung mau makan apa . Bukan tidak tau , tapi takut yang dipesannya tidak sesuai jatah untuknya.


"Sama Seperti pesanan saya saja ." ucap Robert pada Waitress tersebut . Tampa menunggu jawapan dari Assistandnya itu . Karena Meilin tampak terlihat kebingungan . Beruntungnya Meilin , Sang Bos itu menyadari hal tersebut.


"Baik Pak ." sahut sang Waitress , kembali menulis isi pesanan Robert.


"Ouh iya ,


tolong bawakan kesini daftar menunya ya ." perintah orang nomor satu itu lagi , orang nomor satu di Hotel tersebut.


"Baik Pak . " jawap Waitress tersebut , berjalan dan berlalu dari sana.


"Untuk selanjutnya jika hendak makan , Ibu kesini saja . Tampa harus bersama dengan saya ." kata Robet menjelaskan.


"Baik pak ." jawap Meilin.


Selesai makan siang , mereka pun kembali keruangan masing - masing.

__ADS_1


Meilin juga kembali mempelajari akan Dokument yang ia tidak mengerti itu.


__ADS_2