
Setelah selesai makan siang , Robert pun kemudian menelpon Manager Hotel .
"Haloo ." Jawap dari sebrang telpon.
"Hallo Pak selamat siang ." sahut Robert.
"Selamat siang juga Pak Robert ." sahut Manager tersebut.
"Saya dan Ibu Meilin ada keperluan mendadak diluar . Jika ada yang mencari saya . Tolong katakan saya tidak ada diruangan saya . " kata Robert menyampaikan pesannya.
"Baik Pak Robert ." sahut Manager tersebut.
Lalu Robert menutup telponnya.
"Ayo Bu Meilin ." ajak pria itu , dan berjalan mendahului Assistandnya tersebut.
"Baik Pak ." sahut Meilin .
Seperti biasa , Meilin slalu berada berjalan dibelakang pria tersebut.
"Ibu Meilin bisa kah berjalan sejajar disamping saya ?" pinta Robert , memperlambat langkahnya , namun tetap memandang lurus kedepan.
"Baik Pak , bisa ." sahut Meilin gugup , dan sekarang Meilin berjalan disamping Robert.
Kini mereka sudah tiba keparkiran Mobil pada Basemen Hotel tempat mereka bekerja.
Robert dan Meilin pun masuk kedalam Mobil berwarna Silver tersebut.
Kemudian pria itu mengintruksikan pada Supirnya akan tempat tujuan perjalanan mereka.
"Baik Pak ." sahut supirnya yang bernama pak Johan itu . Mungkin usianya kepala tiga , atau lebih.
Di sepanjang perjalanan Robert dan Meilin tampak tidak saling berbicara.
Robert sibuk dengan Handphonenya .
Dan Meilin , Meilin menatap kearah Pantai . Karena jalan yang mereka lalui adalah tepi pantai yang luas.
Jika air laut naik , maka air bisa sampai kejalan raya . itu adalah pemandangan yang sangat menakjubkan.
Terlihat juga para Perahu Nelayan yang sedang memanen budidaya Rumput Laut . Atau para Nelayan yang sedang sibuk menjala Ikan dari Perahunya . Seketika membuat pemandangan menjadi lebih exotis . Banyak juga Turis- turis dari Mancanegara dan Lokal sedang berjemur ditepi Pantai yang berpasir Putih itu .
"Selamat sore Pak ?" sapa Staf Kantor yang mereka tuju , setelah tiba disana.
"Selamat sore juga Bu ." sahut Robert.
"Mari saya antar Pak , Bapak sudah ditunggu Direktur utama didalam . " pinta Staf tersebut .
Tampaknya mereka sudah membuat janji .
"Baik bu " sahut Robert.
Robert dan Meilin pun mengikuti Staf tersebut menuju sebuah ruangan.
"Permisi pak ." kata Staf tersebut , ketika sudah membuka pintu pada sebuah ruangan meeting.
__ADS_1
"Baik , silahkan masuk ." terdengar suara seseorang dari dalam ruangan itu.
"Silahkan masuk Pak , Bu ." pinta Staf itu lagi , masih dengan tata kesopanan dan suara lembutnya.
"Terima kasih ." kata Robert.
Robert pun melangkah masuk , disusul dengan Meilin tampa dikomando.
"Silahkan duduk Pak Robert . " pinta salah seorang Pria pada ruangan itu dengan sopan , dengan posisi berdiri.
Didetik berikutnya Robert dan Meilin pun sudah duduk dibangku yang sudah disediakan.
Terlihat didalam ruangan itu ada beberapa orang juga.
Robert pun memulai pembicaraan sebagai pembuka meeting tersebut . Ia mengenalkan dirinya dan juga Assistandnya itu .
Setelah dia berbicara , selanjutnya mempersilahkan para koleganya itu untuk memperkenalkan diri masing - masing sebelum nereka memulai presentasi .
Pukul 20 : 00 meeting itu pun baru selesai .Tampaknya ada pembahasan yang alot dibicarakan disana . Setelah itu kemudian mereka pun saling bersalaman dan berpamitan.
Robert dan Meilin lebih dulu meninggalkan ruangan itu . Mereka langsung menuju keparkiran , tempat Mobil mereka terparkir.
Meilin dan Robet pun masuk kemobil itu.
"Pak , kita ke Resto rumput Bali ya ." pinta Robert pada supir itu , dengan suara yang terlihat sedikit kelelahan.
"Siap Pak ." sahut supir tersebut.
___
Selesai makan malam , mereka langsung menuju ke Hotel.
"Tidak perlu repot-repot Pak , Bilik saya dekat kok dari Hotel , malah nanti jadi lebih jauh jika pakai Mobil . Jika berjalan saya bisa melalui jalan pintas Pak ." tolak Meilin serius.
"Apakah jalan pintas itu bisa dilalui Motor ?" tanya Robert lagi.
"Bisa Pak ." sahut Meilin .
"Jika begitu saya akan antar Ibu Meilin pakai Motor saja ." kata Robert lagi.
"Tidak perlu Pak , nanti ngerepotin Bapak . " pinta Meilin menolak.
"Saya tidak merasa direpotkan ." kata Robert , masih dengan suara datarnya.
Meilin pun seketika terdiam , dan seperti biasa cuma bisa nurut , nyalinya kembali ciut untuk menolak tawaran Bosnya itu.
Setelah mereka selesai absen pulang , Robert mengantar Meilin pulang pakai Motor Inventaris kantor Hotel itu.
"Itu Bilik saya Pak ." ucap Meilin , menunjuk pada salah satu kost - kost san.
Robert pun mengarahkan motornya dan berhenti tepat didepan Bilik tersebut .
"Terima kasih Pak ." ucap Meilin.
"Baik Bu mel , sama - sama ." sahut Robert.
__ADS_1
"Saya langsung balik yak Bu Mel ?" kata Robert.
"Ya Pak , hati - hati Pak ." sahut Meilin.
Setelah Robert menghilang jauh dari pandangan matanya , Meilin membuka pintu dan masuk.
"Tumben pulangnya malam ? habis kencan ya ?" goda Yuyun yang sudah hampir terlelap.
"Hmmm...aku lembur ." ucap Meilin yang menguap dengan nada rendah.
Mungkin ia kelelahan ketika ikut Robert meeting sampai larut keluar kota.
Tampa mengganti bajunya , Meilin langsung rebahan ketempat tidur Dalam hitungan menit , Meilin pun Sudah berada di Dimensi yang berbeda.
"Dasar Kebo ." ucap Yuyun.
Tiba - tiba terdengar Handphone milik Yuyun berbunyi , tanda ada yang menelepon.
" iisshhh ..siapa sih malam - malam gini nelpon ?" gerutu Yuyun sambil melihat layar Handphonenya.
"Ahhhh nomor baru . Malas . Paling cuma iseng ." gerutunya , mengabaikan panggilan pada Ponselnya itu.
Panggilan kembali masuk pada Ponselnya untuk ke Dua kalinya.
"Siapa sihh..."gerutunya lagi , dengan wajah yang lumayan kesal.
Dengan ogah - ogahan dia pun akhirnya menjawap telepon tersebut.
"Selamat malam Bu Meilin ." sapa dari seberang telepon itu .
"Selamat malam juga . Maaf saya bukan Bu Meilin . Bu Meilin sudah tidur ." sahut Yuyun , dengan nada terdengar sedikit kesal.
"Baiklah . Maaf menggangu . Saya Robert . General Managernya Ibu Meilin ." sahutnya lagi dari sebrang telepon tersebut.
"Wawww....ada apa sang General Manager menelpon Meilin malam - malam begini ?" tanya Yuyun dalam hati.
"Hallo....." sapa Robert lagi.
"Iya hallo Pak .
Apakah saya harus membangunkan Ibu Meilin Pak ?" tanya Yuyun.
"Ahhh tidak perlu Bu . Jika Ibu Meilin sudah tertidur . Mungkin Ibu Meilin kelelahan dengan rapat tadi ." sahut Robert.
" Baik lah Bu . Maaf , dengan Ibu siapa saya berbicara ?" tanya Robert.
"Dengan Yunita Pak ." jawap Yuyun.
"Baik bu Yunita . Terima kasih atas waktunya.
selamat malam Bu !" kata Robert.
"Baiklah Pak , sama-sama ." sahut Yuyun.
tutttt...
__ADS_1
tuttt...
tuttt...