
" Mungkin hari ini cuaca akan sangat cerah !" guman Robert , ketika baru saja membuka matanya , dan menguceknya dengan lembut . Terlihat cahaya Matahari dari luar memaksa menerobos untuk masuk dari tirai gorden dikamar itu.
Robert masih betah diatas kasurnya itu , tampak ia memikirkan sesuatu.
Akhirnya , Dengan sedikit malas Robert pun bangun dari tempat tidurnya , lalu bergegas untuk mandi.
"Daddy dan Mommy pasti sudah berada dimeja makan , dan tengah menunggu dua anak lelakinya untuk serapan bersama . " guman Robert .
Setelah selesai mandi , ia pun tampak keluar dari kamarnya.
Tidak lama keluar dari kamarnya , seorang Assistand rumah tangga dirumah itu masuk kekamarnya untuk beberes dikamar tersebut.
"Pagi Daddy ." sapa Robert pada Daddy nya itu yang tengah menyeruput kopinya dipagi itu . Lalu ikut bergabung juga dimeja makan tersebut.
"Mau minum apa tuan ? " tanya salah satu Assistand rumah itu pada Robert.
"Air hangat saja Bi ." sahut Robert.
"Baik Tuan..." sahut Assistandnya itu , lalu segera membuatkan Robert minuman hangat seperti yang dipinta oleh Tuannya tersebut.
Mommy nya tampak baru selesai menyiram semua tanam - tanaman Bunganya tersebut . Itu adalah salah satu aktivitasnya dipagi hari , sembari berolah raga ringan.
Setelah itu , ia juga ikut bergabung dimeja makan tersebut.
"Sayang....apakah kau tidak ada kegiatan hari ini ?" tanya Mommy nya pada Robert , ketika sudah bergabung dimeja makan yang berbentuk bundar tersebut.
"Tidak Mom ." sahut Robert.
"mmm bagaimana jika nanti sore kita undang Meilin untuk BBQ disini !" kata Mommy nya dengan wajah yang tampak sangat cerah dipagi itu , secerah Sinar Mentari .
"Aku sangat setuju...." sahut Hebrew tiba - tiba.
Mereka bertiga sontak memandang kearah Hebrew , yang baru hadir diruangan makan yang tampak sangat luas itu , entah dari mana kehadirannya.
Tampak diruang makan terserbut , terdapat barang - barang yang harganya mungkin sangat mahal . Sepertinya barang - barang itu dibawa dari Luar Negri.
"Baik lah...kakakmu akan menghubungi Meilin ." kata Mommy nya itu lagi , melirik pada Robert . Lirikan yang adalah memberi perintah.
"Ayo Boy ." pinta Mommy nya pada Robert.
"Aku tidak dapat menghubunginya ." ucap Robert.
"Whay ?" sahut ibunya.
__ADS_1
"Ia tidak memiliki Handphone ." sahut Robert datar.
"What ?" seru Mommy nya dan Hebrew spontan.
Mereka pun saling pandang , dengan kebingungan yang sangat dalam.
"Daddy harap kau sedang bercanda Boy ." kata Daddy nya , sembari menyeruput lagi Black Coffe miliknya , yang ada dimeja tersebutt , dan tampak sedikit tidak percaya pada ucapan Putra Sulungnya itu.
"Syittt....." kata Hebrew lagi , dengan suara yang begitu sangat kasar.
"Hei Bung , sopanlah sedikit !" kata Robert.
"Maaf ..." seru Hebrew.
"Pantasan saja ia tidak memberikan kontak Ponselnya , ketika aku memintanya pada saat itu dipantai ." kata Hebrew keceplosan.
"Mengapa kau tidak sopan ? " selah Robert.
"Hei Bung....aku tidak sengaja bertemu dengannya di Pantai saat itu ." ucap Hebrew membela dirinya.
"Apakah kau cemburu Bung ? " tanya Hebrew lagi , sedikit menggoda kakanya itu. Mengernyitkan alisnya.
"Hei....Meilin hanya rekan kerjaku , dan tentunya kau harus menghormatinya ." kata Robert , yang tampak dengan wajah sedikit marah.
"Sudah , sudah...kalian berdua sama saja ." ucap Ayahnya melerai mereka , sebelum terjadi peperangan disana.
Setelah keadaan tenang . Keputusan mutlak . Hebrew akan menyambangi Meilin kerumahnya , itu kesepakatan bersama . Ketika hampir tengah hari nanti.
"Robert , kapan kau akan membawa calon menantuku Baby ? " tanya Mommy nya .
Itu adalah pertanyaan yang hampir tiap hari didengar oleh telinga Robert , jika Mommy nya tersebut berada di Indonesia.
Itu dikarenakan Mommy nya dan Daddy nya yang sudah berusia Kepala enam lebih , dan Robert juga sudah hampir berkepala empat.
Setiap kali Mommy nya bertanya demikian , Robert selalu menjawap "pada waktunya saya akan menikah Momm" .
Tidak tau sampai kapan Mommy nya menunggu.
Ya , Mommy nya adalah seorang wanita Carrer .Tepatnya bahasa kerennya Bussines Woman.
Beate adalah seorang CEO disalah satu Perusahaan ternama di Canada , Negara dari pecahan Amerika itu.
Perusahaannya sungguh banyak bekerja sama dengan Perusahaan - Perusahaan Property ternama di Canada . Dengan memiliki saham terbesar , wajar jika Beate menjadi CEO di Perusahaan raksasa itu.
__ADS_1
Dan Robert.....Robertlah yang mengikuti jejak Carrer Mommy nya tersebut . Sementara adiknya Hebrew lebih mengikuti jejak Daddy nya yang adalah seorang Dokter.
Walau diusianya yang sudah kepala enam , Mommy tetap mengurus Perusahaannya tersebut .
Dengan bantuan Assistand pribadinya , ia bisa datang ke Indonesia melihat anak - anaknya dan Suaminya juga.
Anak - anak nya dan Suaminya lebih memutuskan tinggal di Indonesia . Dengan alam yang sangat bersahabat , dengan Iklim Tropisnya.
Sungguh banyak wanita barat yang dikenalkan oleh Mommy nya pada Robert , tetapi sungguh Robert tidak tertarik dengan wanita - wanita tersebut.
Demikian juga Daddynya , ia juga mengenalkan wanita - wanita Indonesia pada Putranya itu . Dari seorang Dokter sampai Pengusaha .Tetapi sama , Robert tampak tidak tertarik juga.
Pernah suatu ketika terlintas dipikiran Mommy nya , bahwa Robert adalah kaum penyuka sesama jenis.
"Oh my God...." pekik Beate saat itu dan membuang jauh - jauh praduga bodohnya tersebut.
"Apakah kau tidak menyukai Meilin ? " tanya Mommy nya itu lagi , menyelidik.
Sontak mata Hebrew melotot , ketika Ibunya bertanya demikian.
Hebrew sungguh tau maksut dari Mommy nya tersebut , yang ingin menjodoh Meilin pada Robert.
Begitu juga dengan Robert , tampak sangat kaget dengan pertanyaan Mommy nya tersebut . Namun tidak ada jawaban dari Robert.
"Sayang....jika kamu tidak berani mengutarakan isi hatimu , biar Mommy saja yang mengatakannya pada Meilin ." ucap Beate lagi.
Kali ini Hebrew lebih kaget lagi mendengar ucapan dari Mommy nya itu . Serasa Roti Tawar yang ia makan nyangkut ditenggorokannya . Segera Hebrew menyambar Teh yang sudah dibuatkan oleh Assistand rumah itu , lalu menengguknyanya dengan sangat kasar.
Daddy nya mengetahui dari cara Hebrew tidak menyukai pembicaraan itu . Ia tau Putra bungsunya itu menaruh hati pada Meilin.
"Mengenai itu adalah urusan pribadi saya Ma'am ." ucap Robert dengan tenang , dan menyeruput sedikit teh hangat yang sudah tampak dingin itu.
"Sampai kapan sayang ? apakah Mommy masih sempat menggendong Cucu Mommy nanti ? " ucap Mommy nya lagi.
"Apa yang Mommy ucapkan ? " kata Hebrew.
"Meilin tidak boleh tau mengenai pembicaraan kita saat ini . Saya takut jika Meilin tau , ia jadi akan canggung datang kerumah ini lagi . Dan tentunya akan canggung bertemu dengan Mommy dan Daddy ." pinta Robert dengan tegas.
"Karena saya lebih faham akan sifatnya Meilin. " kali ini nada Robert terlihat sangat tegas.
"Baiklah ." sahut Mommy , sedikit tidak semangat.
"Aku akan berkemas , setelah itu aku akan menjemput Ibu Meilin ." kata Hebrew dengan semangat.
__ADS_1
Ia pun berlalu dari ruang makan itu dengan bersiul nyaring . Lalu kemudian naik kelantai dua menuju kamarnya , yang berada dipaling sudut lantai dua tersebut.