
Memakan waktu Satu Minggu Meilin tidak bekerja atas kejadian itu.
Namun Robert selalu datang berkunjung keKost - kostsan nya Meilin setiap hari . Sekedar untuk membawakannya makanan.
*
Tampak Meilin memasuki Pintu Lobby utama pada Hotel itu , Lalu berjalan kearah ruangannya.
Perban dilututnya semua sudah dibuka . Namun tampak ia mengenakan Stoking , untuk menutupi bekas luka pada area lututnya itu . Walau sedikit masih terasa nyeri.
Rapat hari ini sampai disini dulu . Harap semua melakukan pekerjaannya dengan baik ." ucap Meilin menutup rapat pagi itu , sebulan setelah kejadian tersebut.
Cukup banyak pekerjaan Meilin untuk beberapa Minggu kedepan . Ia terlihat berkutat didepan Labtop . Karena Robert tengah berada di Canada , membantu Mommy nya dalam menangani Perusahaan mereka yang ada disana.
Jadi semua pekerjaan bertumpuk pada Meilin .
Apalagi sore ini ia akan pergi ke Resort , yang masih dalam pembangunan , yang sudah hampir selesai Delapan Puluh Lima persen.
Tujuan Meilin pergi ke Resort untuk memimpin beberapa rapat selama seminggu disana . Dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan mereka . Perusahaan penyedia produk . Perusahaan pembantu untuk Grand opening Resort . Dan tidak lupa dengan para pemilik saham.
Hari itu Meilin lebih cepat pulang , karena akan bersiap - siap untuk mengemas barang - barangnya yang akan dibawa ke Resort.
Ia pulang bersama Pak Johan , supirnya Robert , yang akan mengantarnya ke Resort.
Sesampainya dipintu gerbang pada Kost - kostsan nya itu . Meilin pun membuka pintu gerbang tersebut.
Betapa kagetnya Meilin ketika melihat pintu kamarnya terbuka.
"Hahhhh , apakah kamarku kemasukan maling ?" pikirnya.
Ia pun buru - buru berjalan kekamarnya.
__ADS_1
Kali ini kekagetan Meilin hampir membuat Jantung nya terlepas.
"Yuyunnnnnn...." teriaknya , lalu melangkah berhambur kearah Yuyun yang tampak sedang menonton TV , lalu memeluk Yuyun dengan kasar.
"Hei...apakah kelembutan sudah tak kau miliki lagi Nona ? kau menyakitiku ." ucap Yuyun bercanda.
Meilin tidak perduli pada ucapan Yuyun , ia memeluk erat tubuh wanita itu . Meilin tampak sangat merindukannya . Yuyun pun membalas pelukan itu.
"Mengapa kau cepat sekali pulang bekerja ?" tanya Yuyun , ketika acara pelukan itu telah usai.
"Aku akan segera berangkat ke Seminyak sore ini , untuk Meeting dengan beberapa Perusahaan disana . " ucap Meilin.
"Mari ikut turut bersamaku . Mungkin disana aku akan lama , bisa memakan waktu seminggu ." kata Meilin lagi.
*
Pak Johan tampak ikut membantu Meilin menaikan barang - barangnya kedalam bagasi Mobil.
Mereka tampak berhenti disebuah warung makan sederhana . Dimana dulu tempat itu adalah tempat langganan Meilin dan Yuyun untuk makan , jika uang sudah sangat pas - passan.
"Bagaimana kabar pekerjaanmu di Jakarta Yun ?" tanya Meilin , ketika mereka sudah berada didalam Mobil dan melanjutkan perjalanan.
"Tidak berubah , tetap sama seperti disini Mel . " ucap Yuyun.
"Apakah kau sudah memiliki kekasih ? " tanya Yuyun pada Meilin.
"Apakah kau datang kesini hanya untuk menanyakan hal itu saja ? " ucap Meilin bercanda , dengan bibir yang tampak manyun.
"Kau bisa saja ." ucap Yuyun , tertawa terbahak - bahak.
"Aku memiliki teman di Jakarta , jika kau mau , aku akan mengenalkannya padamu ." ucap Yuyun lagi.
__ADS_1
"Bisa diatur nanti mengenai untuk itu . " kata Meilin datar , tampak tidak tertarik akan ucapan Yuyun itu.
"Nanti aku akan mengunjungimu ke Jakarta , ketika waktuku banyak ." kata Meilin lagi.
"Mengapa kau tidak pindah ke Jakarta saja bersamaku ?" kata Yuyun serius.
"Ahh , setelah aku mengikutimu ke Jakarta , trus kau tinggal lagi deh ." sahut Meilin bercanda.
"Hmmmm ." Yuyun berdehem.
Lalu mereka tertawa lagi.
"Tampaknya kau kurusan , dari ku tinggal pada waktu itu Mel.." kata Yuyun , memandangi Meilin yang tampak lebih kurus.
"Mungkin karena aku kelelahan kerja Yun..." sahut Meilin lagi.
"Setiap hari aku selalu menunggumu Yun , menunggu kabar darimu ." ucap Meilin dalam bathinnya . Memandang lurus kelepas pantai .
Pukul sembilan malam , mereka sampai ke Hotel yang mereka tuju . Lalu mereka pun segera untuk chek in . Setelah itu Pak Johan membantu Meilin dan Yuyun untuk mengangkat barang bawaan mereka.
"Baik pak , pukul delapan besok pagi kita breakfast ya pak . Setelah itu kita siap - siap ke Resort ..." kata Meilin pada supirnya tersebut.
"Baik bu , saya permisi..." sahut Pak Johan .
#
Author sedihh , 😢 tampaknya belum ada yang berminat membaca novel Author.
Tapi author harus tetap semangat.
Jangan lupa like dan komment ya 😘😘😘😘
__ADS_1