Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
APAKAH KEMALINGAN


__ADS_3

Memakan waktu Satu Minggu Meilin tidak bekerja atas kejadian itu.


Namun Robert selalu datang berkunjung keKost - kostsan nya Meilin setiap hari . Sekedar untuk membawakannya makanan.


*


Tampak Meilin memasuki Pintu Lobby utama pada Hotel itu , Lalu berjalan kearah ruangannya.


Perban dilututnya semua sudah dibuka . Namun tampak ia mengenakan Stoking , untuk menutupi bekas luka pada area lututnya itu . Walau sedikit masih terasa nyeri.


Rapat hari ini sampai disini dulu . Harap semua melakukan pekerjaannya dengan baik ." ucap Meilin menutup rapat pagi itu , sebulan setelah kejadian tersebut.


Cukup banyak pekerjaan Meilin untuk beberapa Minggu kedepan . Ia terlihat berkutat didepan Labtop . Karena Robert tengah berada di Canada , membantu Mommy nya dalam menangani Perusahaan mereka yang ada disana.


Jadi semua pekerjaan bertumpuk pada Meilin .


Apalagi sore ini ia akan pergi ke Resort , yang masih dalam pembangunan , yang sudah hampir selesai Delapan Puluh Lima persen.


Tujuan Meilin pergi ke Resort untuk memimpin beberapa rapat selama seminggu disana . Dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan mereka . Perusahaan penyedia produk . Perusahaan pembantu untuk Grand opening Resort . Dan tidak lupa dengan para pemilik saham.


Hari itu Meilin lebih cepat  pulang , karena akan bersiap - siap untuk mengemas barang - barangnya yang akan dibawa ke Resort.


Ia pulang bersama Pak Johan , supirnya Robert , yang akan mengantarnya ke Resort.


Sesampainya dipintu gerbang pada Kost - kostsan nya itu . Meilin pun membuka pintu gerbang tersebut.


Betapa kagetnya Meilin ketika melihat pintu kamarnya terbuka.


"Hahhhh , apakah kamarku kemasukan maling ?" pikirnya.


Ia pun buru - buru berjalan kekamarnya.

__ADS_1


Kali ini kekagetan Meilin hampir membuat Jantung nya terlepas.


"Yuyunnnnnn...." teriaknya , lalu melangkah berhambur kearah Yuyun yang tampak sedang menonton TV , lalu memeluk Yuyun dengan kasar.


"Hei...apakah kelembutan sudah tak kau miliki lagi Nona ? kau menyakitiku ." ucap Yuyun bercanda.


Meilin tidak perduli pada ucapan Yuyun , ia memeluk erat tubuh wanita itu . Meilin tampak sangat merindukannya . Yuyun pun membalas pelukan itu.


"Mengapa kau cepat sekali pulang bekerja ?" tanya Yuyun , ketika acara pelukan itu telah usai.


"Aku akan segera berangkat ke Seminyak sore ini , untuk Meeting dengan beberapa Perusahaan disana . " ucap Meilin.


"Mari ikut turut bersamaku . Mungkin disana aku akan lama , bisa memakan waktu seminggu ." kata Meilin lagi.


*


Pak Johan tampak ikut membantu Meilin menaikan barang - barangnya kedalam bagasi Mobil.


Mereka tampak berhenti disebuah warung makan sederhana . Dimana dulu  tempat itu adalah tempat langganan Meilin dan Yuyun untuk makan , jika uang sudah sangat pas - passan.


"Bagaimana kabar pekerjaanmu di Jakarta Yun ?" tanya Meilin , ketika mereka sudah berada didalam Mobil dan melanjutkan perjalanan.


"Tidak berubah , tetap sama seperti disini Mel . " ucap Yuyun.


"Apakah kau sudah memiliki kekasih ? " tanya Yuyun pada Meilin.


"Apakah kau datang kesini hanya untuk menanyakan hal itu saja ? " ucap Meilin bercanda , dengan bibir yang tampak manyun.


"Kau bisa saja ." ucap Yuyun , tertawa terbahak - bahak.


"Aku memiliki teman di Jakarta , jika kau mau , aku akan mengenalkannya padamu ." ucap Yuyun lagi.

__ADS_1


"Bisa diatur nanti mengenai untuk itu . " kata Meilin datar , tampak tidak tertarik akan ucapan Yuyun itu.


"Nanti aku akan mengunjungimu ke Jakarta , ketika waktuku banyak ." kata Meilin lagi.


"Mengapa kau tidak pindah ke Jakarta saja bersamaku ?" kata Yuyun serius.


"Ahh , setelah aku mengikutimu ke Jakarta , trus kau tinggal lagi deh ." sahut Meilin bercanda.


"Hmmmm ." Yuyun berdehem.


Lalu mereka tertawa lagi.


"Tampaknya kau kurusan , dari ku tinggal pada waktu itu  Mel.." kata Yuyun , memandangi Meilin yang tampak lebih kurus.


"Mungkin karena aku kelelahan kerja Yun..." sahut Meilin lagi.


"Setiap hari aku selalu menunggumu Yun , menunggu kabar darimu ." ucap Meilin dalam bathinnya . Memandang lurus kelepas pantai .


Pukul sembilan malam , mereka sampai ke Hotel yang mereka tuju . Lalu mereka pun segera untuk chek in . Setelah itu Pak Johan membantu Meilin dan Yuyun untuk mengangkat barang bawaan mereka.


"Baik pak , pukul delapan besok pagi kita breakfast ya pak . Setelah itu kita siap - siap ke Resort ..." kata Meilin pada supirnya tersebut.


"Baik bu , saya permisi..." sahut Pak Johan .


#


Author sedihh , 😢 tampaknya belum ada yang berminat membaca novel Author.


Tapi author harus tetap semangat.


Jangan lupa like dan komment ya 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2