
"Pantas saja Hebrew sangat semangat jika akan bertemu dengan Meilin !"
"Ia juga tampak sangat cemburu jika aku bercanda dengan Meilin."
"Dan perhatiannya pada Meilin??"
"Atau jangan - jangan ??"
"Kejutan yang dimaksut oleh Hebrew adalah ??
Ia akan menyatakan perasaannya pada Meilin hari ini , seperti yang sudah kurencanakan juga ? "
"Hmmm...baiklah...aku akan mengurungkan niatku untuk mengungkapkan perasaaanku pada Meilin hari ini dihadapan Ma'am and Dadd."
"Kebahagian Hebrew adalah yang paling utama . Dia adalah saudaraku satu - satunya . Aku sangat menyayanginya."
--
Acarapun sudah dimulai.
Tampak semua tamu undangan yang hadir disana adalah tamu - tamu yang berkelas .
Mereka sangat kagum atas acara ulang tahun Beate dan Adrian.
Acara ulang tahun Adrian dan Beate tampaknya berbeda dari yang lainnya.
Terlihat Hebrew baru saja pamit pada Beate dan Adrian . Ia akan segera ke Rumah Sakit .
"Aku baru saja dihubungi dari Rumah Sakit , ada pasien darurat " Ucap Hebrew kepada kedua Orang Tuanya , ketika dipuncak acara ulang tahun itu .
Ia melajukan Mobilnya keluar dari parkiran Hotel itu dengan sangat kasar.
"Lebih baik aku pergi , dari pada menyaksikan kemesraan diantara Kak Robert dan Meilin nantinya ." bathin Hebrew nelangsa .
__ADS_1
Ia tampak pergi kesebuah Bar . Mungkin disana ia akan bisa menenangkan hatinya.
Dan tak lupa Ia juga tampak menghubungi beberapa teman - teman dekatnya , agar bergabung bersama denganya di Bar.
Bukan ketenangan yang ia dapat.
Pikirannya dan hatinya malah bertambah kacau.
Di pikirannya selalu terbayang wajah Meilin yang sangat bahagia ketika dilamar oleh kakaknya .
"Kau tidak salah Meilin .
aku yang salah !
Aku menempatkan hatiku ditempat yang tidak seharusnya."
"Aku akan terus mencintaimu Mel , sekalipun aku tidak bisa untuk memilikimu."
"I Love You Meilin ." ucap Hebrew yang sudah setengah mabuk , lalu meneguk kembali minumannya.
--
"Ma'am...apakah kau melihat Hebrew ? bahkan dari tadi aku tidak melihatnya ? " tanya Robert.
" ya sayang..Hebrew baru saja pergi , ada panggilan darurat katanya dari Rumah Sakit . " sahut Beate .
"Oouhh begitu . " sahut Robert
Tampa disengaja Robert melihat Meilin disudut ruangan pada pesta itu , dengan wajah yang sangat kelelahan , tetapi tetap terlihat masih cantik.
Robert berniat menghampirinya , sekedar mengajaknya bercanda , seperti hari - hari yang sudah mereka lalui.
Tetapi ....ia mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Lebih baik aku menjaga jarak saja. itu akan lebih baik .
Dari pada nantinya aku semakin mencintainya ." bathin Robert.
"Terima kasih sayang , semua acara yang kamu rancang , ma'am sangat menyukainya ." ucap Beate pada Meilin. Di jam jam terakhir acara berakhir .
"Iya ma'am , selamat ulang tahun ya ." ucap Meilin , sambil mencium pipi kanan dan kiri Beate.
"Iya sayang , terima kasih . " sahut Beate.
Acara pun sudah selesai.
Tamu undangan juga sudah pulang.
Beate dan Adrian juga tampaknya sudah akan diantar pulang oleh supir.
Jam sudah menunjjukan pada pukul Sepuluh malam .
Meilin melirik pada jam yang menempel didinding ruangannya itu.
"Uhhh , syukur deh.. ternyata besok libur , jika tidak ... " ucap Meilin pada dirinya sendiri didalam ruangannya.
"Baiklah , aku akan segera pulang . " ucapnya lagi.
Sebelum berjalan menyusuri lorong pada area Office itu , Meilin menyempatkan matanya melirik keruangan Robert.
"Hmmm dia sudah pulang . " pikir Meilin.
Tampak dari luar terlihat ruangan Robert sangat gelap , menandakan tidak ada lagi orang didalam sana .
"Tumben ia pulang lebih dulu ?
Biasanya jika kerja sampai larut , ia akan mengantarku pulang ke Bilik . " bathin Meilin lagi.
__ADS_1
"Apakah dia sangat kelelahan untuk acara hari ini ?
Kasihan dia . " bathin Meilin.