Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
I LOVE YOU


__ADS_3

"Pantas saja Hebrew sangat semangat jika akan bertemu dengan Meilin !"


"Ia juga tampak sangat cemburu jika aku bercanda dengan Meilin."


"Dan perhatiannya pada Meilin??"


"Atau jangan - jangan ??"


"Kejutan yang dimaksut oleh Hebrew adalah ??


Ia akan menyatakan perasaannya pada Meilin hari ini , seperti yang sudah kurencanakan juga ? "


"Hmmm...baiklah...aku akan mengurungkan niatku untuk mengungkapkan perasaaanku pada Meilin hari ini dihadapan Ma'am and Dadd."


"Kebahagian Hebrew adalah yang paling utama . Dia adalah saudaraku satu - satunya . Aku sangat menyayanginya."


--


Acarapun sudah dimulai.


Tampak semua tamu undangan yang hadir disana adalah tamu - tamu yang berkelas .


Mereka sangat kagum atas acara ulang tahun Beate dan Adrian.


Acara ulang tahun Adrian dan Beate tampaknya berbeda dari yang lainnya.


Terlihat Hebrew baru saja pamit pada Beate dan Adrian . Ia akan segera ke Rumah Sakit .


"Aku baru saja dihubungi dari Rumah Sakit , ada pasien darurat " Ucap Hebrew kepada kedua Orang Tuanya , ketika dipuncak acara ulang tahun itu .


Ia melajukan Mobilnya keluar dari parkiran Hotel itu dengan sangat kasar.


"Lebih baik aku pergi , dari pada menyaksikan kemesraan diantara Kak Robert dan Meilin nantinya ." bathin Hebrew nelangsa .

__ADS_1


Ia tampak pergi kesebuah Bar . Mungkin disana ia akan bisa menenangkan hatinya.


Dan tak lupa Ia juga tampak menghubungi beberapa teman - teman dekatnya , agar bergabung bersama denganya di Bar.


Bukan ketenangan yang ia dapat.


Pikirannya dan hatinya malah bertambah kacau.


Di pikirannya selalu terbayang wajah Meilin yang sangat bahagia ketika dilamar oleh kakaknya .


"Kau tidak salah Meilin .


aku yang salah !


Aku menempatkan hatiku ditempat yang tidak seharusnya."


"Aku akan terus mencintaimu Mel , sekalipun aku tidak bisa untuk memilikimu."


"I Love You Meilin ." ucap Hebrew yang sudah setengah mabuk , lalu meneguk kembali minumannya.


--


"Ma'am...apakah kau melihat Hebrew ? bahkan dari tadi aku tidak melihatnya ? " tanya Robert.


" ya sayang..Hebrew baru saja pergi , ada panggilan darurat katanya dari Rumah Sakit . " sahut Beate .


"Oouhh begitu . " sahut Robert


Tampa disengaja Robert melihat Meilin disudut ruangan pada pesta itu , dengan wajah yang sangat kelelahan , tetapi tetap terlihat masih cantik.


Robert berniat menghampirinya , sekedar mengajaknya bercanda , seperti hari - hari yang sudah mereka lalui.


Tetapi ....ia mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Lebih baik aku menjaga jarak saja. itu akan lebih baik .


Dari pada nantinya aku semakin mencintainya ." bathin Robert.


"Terima kasih sayang , semua acara yang kamu rancang , ma'am sangat menyukainya ." ucap Beate pada Meilin. Di jam jam terakhir acara berakhir .


"Iya ma'am , selamat ulang tahun ya ." ucap Meilin , sambil mencium pipi kanan dan kiri Beate.


"Iya sayang , terima kasih . " sahut Beate.


Acara pun sudah selesai.


Tamu undangan juga sudah pulang.


Beate dan Adrian juga tampaknya sudah akan diantar pulang oleh supir.


Jam sudah menunjjukan pada pukul Sepuluh malam .


Meilin melirik pada jam yang menempel didinding ruangannya itu.


"Uhhh , syukur deh.. ternyata besok libur , jika tidak ... " ucap Meilin pada dirinya sendiri didalam ruangannya.


"Baiklah , aku akan segera pulang . " ucapnya lagi.


Sebelum berjalan menyusuri lorong pada area Office itu , Meilin menyempatkan matanya melirik keruangan Robert.


"Hmmm dia sudah pulang . " pikir Meilin.


Tampak dari luar terlihat ruangan Robert sangat gelap , menandakan tidak ada lagi orang didalam sana .


"Tumben ia pulang lebih dulu ?


Biasanya jika kerja sampai larut , ia akan mengantarku pulang ke Bilik . " bathin Meilin lagi.

__ADS_1


"Apakah dia sangat kelelahan untuk acara hari ini ?


Kasihan dia . " bathin Meilin.


__ADS_2