
" Uuuhhh ssegerrrrr..." seru Meilin sembari mengibas -ngibaskan rambutnya yang masih terlihat basah sehabis mandi dan keramas.
"Makan yok ..." ajak Yuyun , yang sedari tadi menunggu Meilin selesai mandi.
"Ayok aku lapar sekali ." sahut Meilin . Langsung duduk pada bangku meja makan mereka.
Meilin dan Yuyun makan dengan lauk seadanya yang dimasak tadi pagi oleh Yuyun . Bahkan , Meilin pun tidak tau Yuyun sedang memasak . Hingga ia pergi berangkat kerja . Sungguh Meilin tampak sangat kelelahan menghadiri Presentasi tersebut. Presentasi pertamanya itu .
"Emang kamu semalam rapat dimana ?" tanya Yuyun , sembari menikmati makanannya.
"Didaerah Seminyak Yun ." sahut Meilin.
"Pak Robert akan membangun Resort disana .Jadi kemarin itu Presentasi Perusahaan- Perusahaan Kontraktor yang akan bekerja sama mendirikan Resortnya ." sahut Meilin lagi.
" Oooooooo...." jawap Yuyun panjang.
"Trrrus ... yang ngantar kamu tadi malam siapa ? hayoooo ." Yuyun tampak meledek Meilin.
"Cie , cie , cie...yang sudah ada gebetan ." seru Yuyun lagi .
"Apaan sihh ?" sahut Meilin , sambil teruus mengunyah makanannya . Tampaknya ia tidak tertarik membicarakan hal yang tidak penting itu.
"Kenalin dong kesahabatmu ini ." pinta Yuyun iseng , yang tampak masih makan juga.
"Aahhhh kamu...." sahut Meilin datar .
"Ouh iya , habis ini kita jalan- jalan yukk !" seru Meilin , yang terlihat sudah selesai makan.
"Kemana ?" tanya Yuyun , sambil membereskan meja makan tersebut.
"Ke Denpasar Mall mungkin !! " seru Meilin bersemangat.
"Baiklah ." jawap Yuyun .
Setelah Selesai makan , Meilin dan Yuyun pun kemas - kemas , kemudian segera meluncur pergi ke Denpasar Mall.
Sudah satu tahun lebih Meilin berada di Bali .Tetapi ia belum pernah pergi ke Denpasar Mall , walau hanya untuk sekedar cuci mata saja .
Jika sedang off day , ia lebih memilih untuk hanya tiduran dirumah saja , seperti tadi , bermalas - malasan seharian.
Ketika Yuyun pulang kerja , barulah Meilin bangun.
Terkadang ia bangun , tapi hanya untuk serapan saja . Sehabis itu ia kembali tidur lagi.
Tidak jarang Tuyun harus ngomel terlebih dahulu , barulah Meilin beranjak dari tempat tidurnya.
Dua Wanita itu memang manusia
yang hebat.
Bahkan mereka bisa berada di Bali , dengan jarak ratusan km dari kampung mereka . Membangun carrer .Atau bahkan sekedar melanjutkan hidup . Dan itu hanya bermodalkan kenalan dan uang yang tidak seberapa.
Keberhasilan mereka didalam bekerja patut untuk diaprisiasi.
Bahkan Yuyun sudah naik jabatan 2 bulan yang lalu menjadi Kapten f&b service . Dan Meilin , dengan singkat bisa menjabat sebagai Assistand General Manager . Mereka berdua hanya bermodalkan Ijazah kejuruan saja . Ya ,tentunya dengan keberuntungan dan ketekunan juga . Dan yang paling utama saling mendukung.
"Nasip baik memang ya"
*
"Kita muter - muter dipantai dulu yok ."pinta Yuyun , ketika sudah mengemudikan motor dengan merek yang terkenal dizaman itu .
"Kamu kangen ya sama anak - anak pencuri rumput laut itu?
atau kamu juga kangen mencuri ?" tanya Meilin iseng , sembari duduk manis diboncengan.
"Sepertinya kita sama - sama kangen dehhh ." sahut Yuyun.
"Hahhahhha....." gelak tawa mereka pun pecah.
"Kamu itu kan sudah menjabat Assistand General Manager Mel , kamu harus ganti Pashion dong ..." kata Yuyun , ketika mereka sudah tiba di Denpasar Mall
"Iya itu dia salah satu tujuanku kesini Yun . Agar kau juga bisa menilai baju yang akan kukenakan ." kata Meilin serius.
"Hahahha... " terdengar tawa Yuyun kembali meledak . Mendengar jawapan dari Meilin tersebut , yang tampaknya sangat polos dengan kejujurannya.
Tiba tiba...
__ADS_1
"Heiii...." sapa seorang wanita , menepuk pundaknya Meilin .Yang tak lain adalah teman Meilin , ketika masih menjabat sebagai Waitress dahulu .
"Hei......" sahut Meilin juga.
"Hei Yuyun..." sapa wanita itu lagi pada Yuyun , dengan ramahnya.
Tentu mereka sudah saling kenal , dan sudah sering bertemu ketika Meilin masih Waitress.
Dan Yuyun tersenyum kembali membalas sapaan dari wanita itu.
"Dengar-dengar kamu naik jabatan ya Mel ?" tanya wanita tersebut.
"Mmmmm..." Meilin hanya mengangguk.
"Aku sudah tidak bekerja di Hotel itu lagi ." lanjut wanita itu
"Terus... sekarang kamu kerja dimana ? " tanya Meilin .
"Aku akan segera menikah , jadi aku resign dan akan ikut suamiku ke Jakarta ." lanjutnya lagi.
"Ayo kita cari tempat nongkrong dulu , capek ni berdiri ." pinta Yuyun , memotong obrolan dari kedua wanita tersebut.
Mereka bertiga memilih " ponten " untuk tempat nongkrong dan berbincang - bincang sejenak , juga memesan beberapa makanan ringan.
"Kapan kau akan menikah ? " tanya Yuyun.
"Sekitaran Dua bulan lagi Yun ." sahut wanita itu.
Setelah ngobrol panjang kali lebar Meilin dan Yuyun pamit , karena tujuan mereka ke Mall itu hendak membeli baju untuk Meilin , keburu Mall nya tutup. 😂😂😂😂
"Baiklah , sampai ketemu lain waktu ." kata wanita itu lagi.
"Siiiippp " ucab Meilin dan yuyun serentak.
"Kirim salam ya sama calonmu ." kata Meilin.
"Okehhh ." sahut wanita itu mengangkat jempolnya.
Kemudian mereka pun berjalan kearah masing - masing tujuan mereka.
"Mell...sepertinya baju itu bagus deh , terlihat sangat kecual ." kata Yuyun , menunjuk kebeberapa baju yang terpajang di Maneken .
Setelah mereka memilah - milih baju untuk Yuyun dan Meilin , mereka pun pergi ketempat lain , belanja untuk kebutuhan sehari - hari.
"Yun kita pulang yok , aku merasa lelah nihh ." pinta Meilin .
Ok ..." sahut Yuyun
"Aduhh ... apakah Motor masih bisa membawa ini semua ?" gerutu Meilin , menenteng beberapa kantong belanjaan dengan kesusahan.
Sebelumnya Yuyun dan Meilin tidak pernah belanja barang kebutuhan sehari - hari mereka di Mall . Paling juga dipasar kaget .Tempat biasa yang Meilin lewati dari dan ketempat kerjanya.
Setiap sore Meilin singgah dipasar kaget itu sepulang bekerja , untuk membeli sayuran . Selain barang segar juga murah . hehe
Sesampainya mereka dirumah sudah pukul sepuluh malam.
Meilin pun membasuh wajahnya dan langsung beranjak ketempat tidurnya.
Seperti biasa ,
Yuyun yang akan berbenah semua barang belanjaan tersebutt.
Kebetulan wanita itu adalah wanita yang bukan seperti Meilin.
Yuyun kadang tidur pukul Dua belas malam , terkadang lewat.
Dan Meilin...pukul Delapan pun sudah terdengar menguap berulang -ulang kali , tidak sanggup melawan matanya untuk tetap melek , atau sekedar begadang dimalam minggu.
Itu juga sebab nya wajah Meilin jauh lebih segar dan fress , dibanding dengan Wajah Yuyun yang suka begadang.
Yuyun cenderung mempertebal Make Up nya , untuk menutupi mata pandanya.
Dan Meilin...Meilin habis mandi , pakaian , sisiran , langsung berangkat kerja .Tampa make up , cuma sedikit minyak wangi yang disemprot ketangan dan lehernya . Ia selalu mengikuti cara Papinya memakai Varfum , dan juga cara maminya yang terlihat selalu natural.
Setiap pagi Yuyun dan Meilin berangkat kerja bersama .Yuyun akan selalu mengantar Meilin ketempat kerjanya terlebih dahulu . Walaupun berbeda arah , baginya itu tidak masalah . Namun disorenya , Meilin akan pulang sendiri dengan berjalan kaki , setelah pulang kerja.
***
__ADS_1
Wanita itu terlihat berjalan menuju ruangannya.
Dan tidak jauh dibelakangnya , terlihat juga Robert sedang menuju keruangannya juga , yang tentunya bersebelahan dengan ruangan Meilin.
Namun ...
Wanita itu pura - pura tidak mengetahuai keberadaan Robert dibelakangannya . Ia melanjutkan langkahnya dengan ringan dan santai . Sambil memegang beberapa Map.
"Ibu Meilin." teriak Robert dengan suara tidak terlalu kencang.
"ishhh sengaja menghindar , malah manggil juga ." gerutu Meilin.
Kemudian membalikkan tubuhnya pada Robert.
"Eehh Pak Robert , selamat pagi Pak ." sapa Meilin menghentikan langkahnya.
"Selamat pagi juga Bu.
Ibu Meilin bisa ikut keruangan saya ." pinta Robert.
"Baik Pak ." sahut Meilin.
Kemudian mereka pun berjalan menuju pada ruangan Robert.
"Adikku baru saja di Wisuda . Jadi Daddy berencana membuatkan Party untuk adikku di Hotel ini ." kata Robert membuka pembicaraan , setelah mereka berada diruangannya.
Apakah ibu Meilin bisa membantu saya mempersiapkan rencana dan dekornya ?" pinta Robert lagi , melanjutkan ucapannya.
"Baik Pak , semampu saya ." sahut Meilin . Meilin tiba-tiba menjadi sangat semangat dengan pembicaraan tersebut.
 *
Hari Party itu pun tiba.
Meilin tampak sangat kelelahan . Karena ia juga ikut secara langsung mendekorasi area Party tersebut . Walaupun sudah ada pekerja khusus untuk dekorasi , baginya itu adalah sebagian untuk pengalamannya juga . Dan menambah wawasannya .
"Begitulah orang kaya ya , cuma wisuda aja Party nya dah seperti nikahan ." bisik beberapa Waitress menggosip , terdengar samar - samar pada Telinga Meilin yang tengah berdiri tidak jauh dari mereka.
Terlihat Robert pun menghampiri Meilin yang tengah berdiri , menikmati matanya memandang pada ruangan yang terlihat begitu megah dan indah tersebut . Wanita itu menyadari akan kedatangan Robert disana . Tapi seperti biasa... ia kura - kura dalam perahu.
" Hi Bu Mel ." tegur Robert melambaikan tangannya , dengan senyuman yang merekah . ketika mereka berjarak kurang lebih satu meter lagi .
"Eeehh iya Pak...." sahut Meilin yang pura - pura kaget atas kehadiran pria tersebut.Dan pura - pura spontan melihat kearah ROBERT .
" ehh maaf Maaf , membuat Ibu Meilin jadi kaget ." kata Robert mengangkat kedua tangannya.
"Gak apa-apa Pak ." jawap Meilin sok polos . Hahaha
Meilin dan Robert memilih duduk pada bangku disudut ruangan itu . Dan mereka pun tampak tengah berbincang- bincang ringan.
terlihat salah satu Manager di Hotel itu berjalan mendekat kearah mereka.
"Permisi Pak Robert , Bu Meilin . maaf mengganggu ." kata Manager itu , memotong pembicaraan mereka.
"Iya ada apa Pak ?" sahut Robert tegas .
"Pemain Pianonya belum juga tiba Pak , sedangkan nomornya tidak aktif Pak ." sahut Manager itu gusar.
"Coba dihubungi lagi ya Pak ." jawap Robert memberi intruksi.
"Baik Pak ." sahut Managernya itu , kembali mencoba menelepon kontak pada Ponselnya itu , dan berjalan menjauh dari arah Meilin dan Robert.
Seharusnya musik sudah mulai terdengar menyambut kedatangan para tamu - tamunya.
Tampak juga diujung ruangan itu terlihat Daddynya Robert tengah menyalami tamu - tamu undangannya . Ada juga Mommynya dan Adik semata wayangnya , Hebrew.
Meilin melihat kearah live musik , semua pemain musik sudah ada disana , hanya bangku pemain Piano saja yang masih kosong.
Wanita itu kembali melihat lagi kearah Manager yang sibuk terus menerus menelpon sang pemain Piano itu , dengan mimik kesal dan kuatir.
Tampak dari jauh terlihat Daddynya Robert memanggil Robert dengan melambaikan tangannya.
Sebentar ya Bu Mel , saya akan menghapiri Daddy dulu ?" ucab Robert , beranjak dari bangkunya.
Baik pak , silahkan ." jawap Meilin.
Para tamu undangan pun terlihat sudah lumayan banyak hadir disana , dan sudah hampir memenuhi semua meja.
__ADS_1
Tidak lama kemudian , musik pun sudah dimulai . Dengan alunan Istrumental yang lembut . Membuat sebagian tamu sedikit menikmati musik dan sedikit menggoyangkan tubuh mereka . Terbawa suasana .
"Sejak kapan pemain Piano itu tiba ?" bathin Robert kesal . Namun belum melihat kearah live musik . Karena masih sibuk berbincang - bincang dengan para koleganya.