
"Ibu Meilin sepertinya masih terlihat sangat muda . " kata salah satu Pria , yang berada dimeja makan berbentuk bundar itu.
"Iya Pak benar ." sahut Meilin dengan senyum lagi.
"Kalau boleh tau...berapa kah usia Ibu Meilin sekarang ? " tanya Pria itu lagi dengan memandang kearah Meilin.
"Dua Puluh Dua tahun jalan Pak ." sahut Meilin sambil mengunyah makanannya.
semua orang yang dimeja makan berdecak kagum pada Meilin .
"Wawwww lebih muda dari yang saya pikirkan ." kata seseorang wanita , yang juga berada bersama mereka dimeja makan itu , dengan wajah begitu sangat kagum pada Meilin.
Meilin hanya tersenyum sesekali dan kembali melanjut makannya , walaupun ia sudah sangat kenyang . Meilin tampak menyendok makanan kepiringnya dalam porsi yang sangat sedikit. Sekedar menghormati .
"Tetapi sepertinya saya pernah bertemu dengan Ibu Meilin , wajahnya tidak asing dipandangan saya ?" ucap seorang pria lagi , sambil memandang kearah Meilin dan mempertajam ingatan dan pandangannya.
"Iya , kamu benar ." sahut seseorang lagi.
"Mungkin Bapak dan Ibu melihat Meilin diacara Party Wisuda adik saya Hebrew ." ucap Robert menjelaskan pada mereka .
"Waktu itu saya dan Ibu Meilin menembangkan satu tembang ." tambah Pak Robert lagi menjelaskan.
__ADS_1
"ya , ya...saya ingat itu , bener saya melihat Ibu Meilin diacara itu ." seru pria itu .
"Tetapi saya melihat Ibu Meilin juga yang memainkan Piano saat itu kan , apakah saya benar ? " tanya seseorang lagi , memastikan.
"Iya bener , kebetulan pemain Piano sedikit ada halangan ." jawap Meilin.
"Wahhh sungguh Ibu Meilin luar biasa . Ibu Meilin emang idaman kaum Adam . Sayangnya saya sudah tua ." ucap pria paruh baya itu bercanda , sambil tertawa terpingkal - pingkal.
Semua orang yang ada dimeja makan itu pun juga jadi terbawa geli , tertawa riuh.
Mereka menikmati makan siang itu dengan begitu santainya dan penuh canda tawa . Sambil berbincang - bincang.
ada yang ngejodohin Meilin dengan Anak nya , dan juga keponakannya.
Semua tertawa riuh dimeja makan itu , sungguh Meilin jadi bulan - bulanan pada makan siang hari itu.
"Apakah seorang pak Robett tidak tertarik pada Meilin yang begitu sangat manis ini ? " canda seorang pria lagi , dengan senyum genitnya pada Meilin.
Meilin dan Robert terbatuk - batuk kecil , karena kesedak mendengar candaan itu .
Spontan Robert dan Meilin mengangkat minuman yang berada dimeja makan itu , lalu meminumnya secara bersamaan dengan buru - buru.
__ADS_1
Candaan gurih itu berlanjut terus , hingga jam menunjukkan pukul setengah Empat sore , sampai mereka lupa waktu.
Akhirnya mereka menyudahi makan siang itu plus candaan tersebut.
"Lain kali Ibu Meilin akan saya undang makan dirumah saya ya . Boleh kan ? " tanya seorang pria lagi padanya.
"Baik pak , tentu sangat bisa , dengan senang hati saya pasti datang ." jawap Meilin.
"Nanti saya akan kenalkan pada Cucu saya .
Dia sangat tampan , bahkan dia sekarang juga yang memimpin di Perusahaan saya ." katanya lagi.
Meilin tersenyum membalas ucapan Pria yang menggandeng tangannya itu , sampai pada parkiran Mobil.
Yang memisahkan mereka adalah parkiran Mobil , yang kebetulan Parkir Mobil mereka tidak berada pada satu tempat.
Akhirnya mereka berpencar diparkiran Mobil , berjalan kearah Mobil mereka masing - masing.
Tentu saling melambaikan tangan antara satu dan yang lainnya.
Meilin dan Pak Robert memasuki mobil mereka . Seperti biasa mereka bungkam sepanjang perjalanan.
__ADS_1
Meilin sibuk menghitung KM perjalanan mereka , dan Robert sibuk dengan Handphonenya . hahaa