Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
MENJADI BULAN-BULANAN


__ADS_3

"Ibu Meilin sepertinya masih terlihat sangat muda . " kata salah satu Pria , yang berada dimeja makan berbentuk bundar itu.


"Iya Pak benar ." sahut Meilin dengan senyum lagi.


"Kalau boleh tau...berapa kah usia Ibu Meilin sekarang ? " tanya Pria itu lagi dengan memandang kearah Meilin.


"Dua Puluh Dua tahun jalan Pak ." sahut Meilin sambil mengunyah makanannya.


semua orang yang dimeja makan berdecak kagum pada Meilin .


"Wawwww lebih muda dari yang saya pikirkan ." kata seseorang wanita , yang juga berada bersama mereka dimeja makan itu , dengan wajah begitu sangat kagum pada Meilin.


Meilin hanya tersenyum sesekali dan kembali melanjut makannya , walaupun ia sudah sangat kenyang . Meilin tampak menyendok makanan kepiringnya dalam porsi yang sangat sedikit. Sekedar menghormati .


"Tetapi sepertinya saya pernah bertemu dengan Ibu Meilin , wajahnya tidak asing dipandangan saya ?" ucap seorang pria lagi , sambil memandang kearah Meilin dan mempertajam ingatan dan pandangannya.


"Iya , kamu benar ." sahut seseorang lagi.


"Mungkin Bapak dan Ibu melihat Meilin diacara Party Wisuda adik saya Hebrew ." ucap Robert menjelaskan pada mereka .


"Waktu itu saya dan Ibu Meilin menembangkan satu tembang ." tambah Pak Robert lagi menjelaskan.

__ADS_1


"ya , ya...saya ingat itu , bener saya melihat Ibu Meilin diacara itu ." seru pria itu .


"Tetapi saya melihat Ibu Meilin juga yang memainkan Piano saat itu kan , apakah saya benar ? " tanya seseorang lagi , memastikan.


"Iya bener , kebetulan pemain Piano sedikit ada halangan ." jawap Meilin.


"Wahhh sungguh Ibu Meilin luar biasa . Ibu Meilin emang idaman kaum Adam . Sayangnya saya sudah tua ." ucap pria paruh baya itu bercanda , sambil tertawa terpingkal - pingkal.


Semua orang yang ada dimeja makan itu pun juga jadi terbawa geli , tertawa riuh.


Mereka menikmati makan siang itu dengan begitu santainya dan penuh canda tawa . Sambil berbincang - bincang.


ada yang ngejodohin Meilin dengan Anak nya , dan juga keponakannya.


Semua tertawa riuh dimeja makan itu , sungguh Meilin jadi bulan - bulanan pada makan siang hari itu.


"Apakah seorang pak Robett tidak tertarik pada Meilin yang begitu sangat manis ini ? " canda seorang pria lagi , dengan senyum genitnya pada Meilin.


Meilin dan Robert terbatuk - batuk kecil , karena kesedak mendengar candaan itu .


Spontan Robert dan Meilin mengangkat minuman yang berada dimeja makan itu , lalu meminumnya secara bersamaan dengan buru - buru.

__ADS_1


Candaan gurih itu berlanjut terus , hingga jam menunjukkan pukul setengah Empat sore , sampai mereka lupa waktu.


Akhirnya mereka menyudahi makan siang itu plus candaan tersebut.


"Lain kali Ibu Meilin akan saya undang makan dirumah saya ya . Boleh kan ? " tanya seorang pria lagi padanya.


"Baik pak , tentu sangat bisa , dengan senang hati saya pasti datang ." jawap Meilin.


"Nanti saya akan kenalkan pada Cucu saya .


Dia sangat tampan , bahkan dia sekarang juga yang memimpin di Perusahaan saya ." katanya lagi.


Meilin tersenyum membalas ucapan Pria yang menggandeng tangannya itu , sampai pada parkiran Mobil.


Yang memisahkan mereka adalah parkiran Mobil , yang kebetulan Parkir Mobil mereka tidak berada pada satu tempat.


Akhirnya mereka berpencar diparkiran Mobil , berjalan kearah Mobil mereka masing - masing.


Tentu saling melambaikan tangan antara satu dan yang lainnya.


Meilin dan Pak Robert memasuki mobil mereka . Seperti biasa mereka bungkam sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Meilin sibuk menghitung KM perjalanan mereka , dan Robert sibuk dengan Handphonenya . hahaa


__ADS_2