
"Aku akan bersama denganmu kekantor Polisi untuk membuat pengaduan ." kata Meilin , sambil menatap wajah Hebrew yang tampak panik dan marah.
"Tidakkah lebih baik Ibu Meilin pulang saja . Temanku akan mengantarmu . Karena besok kau akan bekerja . Aku tidak ingin kau kelelahan ." sahut Hebrew , yang tampak mondar mandir diarea parkir Mobilnya dan tampa menoleh pada Meilin.
"Tidak apa...aku akan menemani mu ." sahut Meilin lagi bersikeras.
Tampaknya Wanita yang tengah bersama dengannya itu ternyata keras kepala.
Polisi yang sudah ada ditempat tersebut sedikit bertanya- tanya pada Hebrew dan orang - orang disekitar .
Dua puluh lima menit yang lalu Hebrew dan Meilin sepakat , bahwa Hebrew akan mengantar Meilin kembali kebiliknya.
Hebrew tampak sangat senang , karena Meilin menyetujui permintaannya itu . Raut wajahnya tampak sumringah . Bahkan kebahagiannya saat itu tidak bisa dibandingkan dengan Intan dan Berlian , pokonya lewat dah .
😂😂
Tetapi betapa terkejutnya mereka , setelah sampai keparkiran Mobil tempat Mobil Hebrew terparkir . Mereka melihat bahwa kaca Mobil Hebrew pecah berantakan .
Kebahagiaan diwajah Hebrew berubah seratus delapan puluh derajat . Ia tampak panik dan menahan amarahnya .
Ia bolak balik memperhatikan barang - barang apa saja yang hilang dari dalam Mobilnya.
Teman - temannya yang ikut serta dalam kumpulan mereka tadi pun juga tampak sudah berkumpul disana.
Salah satu dari teman mereka segera menghubungi Polisi , yang adalah kakanya.
Dalam waktu Dua puluh menit Polisi sudah tiba disana.
Setelah membuat laporan ke Kantor Polisi , Hebrew meminjam Mobil temannya dan segera mengantar Meilin pulang ke Biliknya.
"Pasti kau sangat kelelahan Bu Mel ? "tanya Hebrew , dengan sedikit mencuri pandang pada Wanita yang disampingnya tersebut . Sembari menyetir Mobil dengan perlahan.
Kembali wajah Hebrew tampak bahagia , ketika Meilin tidak menolak untuk diantar pulang olehnya.
Bahkan untuk saat itu , masalah pencurian pada Mobilnya , dengan modus memecahkan kaca Mobil , hilang lenyap entah kemana . Itu semua tergantikan dengan senyum Meilin.
Jika diibaratkan pada film animasi , makan akan terlihat Love love berwarna merah besar keluar menyembul dari dalam dadanya Pria Dokter tersebut .
"Ibu Mel...." sapa Hebrew lagi.
"Iya ..." sahut Meilin , dengan pandangan lurus kedepan.
"Bisakah saya memiliki Kontak Ponselmu ?" pinta Hebrew dengan hati - hati , takut menyinggung perasaan Wanita yang sudah mencuri hatinya itu , beberapa bulan yang lalu.
Meilin hanya tersenyum saja dan tetap memandang lurus kedepan.
"Tepan didepan sana adalah Bilik saya ." seru Meilin , menunjuk salah satu Rumah Kost-kostsan .
Hebrew pun berhenti tepat dipekarangan Rumah tersebut , yang tampak sangat luas. Kost - kostsan berlantai dua itu.
Meilin turun dari Mobilnya . Sebelum turun dari mobil itu , Meilin berterima kasih pada Adik Boss nya itu .
"Ibuu Meilin !" sapa Hebrew lagi , memberanikan diri dengan kekuatan penuh , 😂😂😂 ntah mengapa didepan wanita ini nyalinya tampak ciut.
" Iya..." sahut Meilin singkat , dan kembali menoleh pada Hebrew . Dengan tatapan dari Bola Mata Coklatnya yang begitu sangat lembut . Meilin baru saja hendak ingin turun dari Mobil , sebelum Hebrew memanggil namanya .
__ADS_1
" Mmmm...apakah kau tidak ingin memberikan kontak Ponselmu padaku ?" tanyanya lagi dengan nada pelan.
Meilin tersenyum mendengar pertanyaannya itu.
"Pulang lah , hati - hati dijalan ya ." pinta Meilin , dan langsung keluar dari Mobil itu.
Lalu berjalan menuju pintu gerbang Kost - kostsan nya . Membukanya , dan masuk kedalam tampa menoleh lagi.
"Ouhh my God , hanya kontak Ponsel , seberapa sulit sih memberikannya ! " seru Hebrew dengan suara nyaring dan sedikit kesal.
"Ok , ternyata cerita ini masih butuh perjuangan panjang . Bahkan hanya untuk mendapatkan sebuah nomor kontak.
Ahh... itu masih nomor kontak , belum lagi hatinya ." guman Hebrew memandang Punggung wanita itu , hingga hilang masuk kedalam Biliknya .
*
Meilin membuka Pintu Gerbang pada Kost - kostsannya dan hendak mengeluarkan Motornya.
"Selamat pagi Ibu Meilin ." terdengar sapaan seseorang Pria , suara itu tak asing lagi ditelinga Meilin . Sontak Meilin memandang kearah suara itu.
"Hebrew...apakah yang kau lakukan disini ?" tanya Meilin bingung dan sangat kaget.
"Apakah kauu tidak pulang...?" tanya Meilin lagi , memastikan.
"Tentu saja aku pulang .
Aku baru tiba disini beberapa menit yang lalu . Dont worry ." jawap Hebrew lagi , mencoba meyakinkan Meilin.
Meilin pun seketika memandang Hebrew dari atas kepala sampai kesepatunya .
Terlihat Hebrew duduk pada jok kemudi mobilnya , dengan pintu terbuka , dan kakinya mengarah keluar menginjak pada tanah.
"Apakah yang sedang kau lakukan disini ? " tanya Meilin . Sembari mqsih tetap mengiring motornya keluar dari pagar kost kost san itu .
"Aku berencana hendak mengantarmu ketempat kerjamu Bu Meilin . " sahut Hebrew dengan senyum menggoda , dan menaik turunkan alisnya.
"aku sudah terbiasa mengendarai Motor sendiri ." kata Meilin yang terlihat sudah mengeluarkan Motornya dan hendak menutup pintu Gerbang Kost - kostsannya itu kembali.
"Ayolah...." pinta Hebrew agak sedikit manja.
"Kau kan lihat sendiri aku sudah mengeluarkan Motorku ? " ucap Meilin lagi , tampa menoleh.
"Kau bisa kembali memaksukkannya Ibu Meilin ! " bantahnya lagi.
"Aku akan naik motor saja ." ucap Meilin yang sudah menyalakan starter Motornya , lalu menjalankan motornya perlahan meninggalkan Hebrew.
" Oh my God , mengapa wanita ini sungguh sangat keras kepala..." guman Hebrew lagi.
"Arhhggg , misi kali ini mendekati Meilin gagal lagi .
Ok , akan kucoba lain waktu . Aku harus cepat ke Rumah Sakit , jika tidak tepat waktu , bisa saja Daddy akan mengeluarkan aku dari dalam Kartu Keluarga ." gumannya lagi , bercanda pada dirinya sendiri.
Hebrew pun melajukan mobilnya kearah Rumah Sakit tempatnya bekerja , yang adalah milik Daddynya itu.
Telpon diruangan Meilin berbunyi , tepat tengah hari ketika Jam makan siang .
__ADS_1
"Hallo selamat siang !" ucap Meilin.
"Selamat siang juga Ibu Meilin ." sahut Robert diujung telpon , yang ada pada ruangan sebelah.
"Apakah Ibu Meilin akan segera makan siang ?" tanya Robert.
"Sepertinya belum Pak , masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan ." jawap Meilin.
"Saya berencana makan siang bersama dengan Ibu Meilin , Dan ada yang hendak saya diskusikan bersama Ibu Meilin siang ini , sembari kita makan siang ." sahut Robert.
"Mungkin Bapak bisa lebih dulu ke Restauran , nanti saya akan menyusul ." kata Meilin lagi.
"Maksut saya kita makan diluar saja ." kata Robert lagi.
"Baik lah.
Bisakah Bapak menunggu sebentar ? " tanya Meilin.
"Baiklah , saya akan menunggu Ibu Meilin ! " sahut Robert dan memutus percakapan tersebut.
Setengah jam berlalu sejak pak Robert memutus pembicaraan itu.
Meilin tetap tampak sibuk didepan Labtopnya tersebut.
"Aduhhh , aku lupa akan makan siang dengan Pak Robert siang ini ." seru Meilin dengan suara nyaring.
Meilin pun langsung mematikan Labtopnya , tentunya sebelum mematikan Labtopnya , tentu ia terlebih dahulu menyimpan pekerjaannya tersebut.
Lalu Meilin berdiri dari bangku kerjanya itu , dan berjalan kearah pintu untuk keluar . Seperti biasa , tak lupa ia mematikan lampu diruangannya tersebut.
Meilin mengetuk pintu ruangan Robert , setelah Robert memintanya untuk masuk , Meilin pun masuk.
"Maaf Pak , sudah membuat Bapak menunggu lama ." ucap Meilin merasa sedikit bersalah.
"Tidak apa-apa Ibu Meilin . " sahutnya.
"Baik lah , ayo kita pergi ." ajak Robert sambil berdiri , dan bergegas melangkah keluar.
Ketika Robert membuka pintu dan keluar bersama Meilin , di depan pintu tampak seorang Pria yang tak asing bagi mereka , yaitu Hebrew.
tangan Hebrew hendak saja mengetuk pintu .
Robert sangat kaget , melihat kehadiran Hebrew ada didepan pintu itu , dan tidak kalah dengan Hebrew , dia juga tampak sangat kaget karena pintu tiba - tiba terbuka .
"Apakah yang sedang kau lakukan disini ? " tanya Robert.
"Aku hendak saja masuk , dan kaka tiba - tiba membuka pintu ." sahut Hebrew , dengan sedikit terkekeh.
"Tampaknya Kak Robert dan Ibu Meilin akan pergi ? " tanya Hebrew lagi , bergantian memandang pada Robert dan Meilin.
"Apakah kau ingin ikut serta bersama dengan kami ?" tanya Robert.
"Iya tentu saja ." sahut Hebrew kegirangan , membuat Robert menaikkan alisnya. Serasa angin surga berhembus lembut di ubun - ubun Hebrew . Menyejukkan .
"Mmmm.."Dengus Robert kasar , lalu berjalan mendahului Adiknya itu.
__ADS_1