Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
Bunga Lily


__ADS_3

Tok...


Tok...


Tok...


Pintu kamar Mai Hwa diketuk dari luar.


Masuk saja , tidak dikunci ." terdengar suara Mai Hwa dari dalam kamarnya.


Pintu kamarpun terbuka , terlihat Meilin berdiri dibibir pintu kamar tersebut.


Ada apa sayang ?" tanya Maminya , menatap Putri semata Wayangnya itu dengan tatapan penuh.


Mih , aku tidak bisa tidur , boleh kah aku tidur malam ini disini ?" tanya Meilin dengan wajah manjanya.


Ouh iya sayang , masuklah ." pinta Maminya.


Malam ini Meilin dan Mai Hwa tidur dikamar yang sama.


Dua Wanita ini adalah lahir dibulan yang sama , yaitu bulan Mei.


Apakah itu alasan ayah nya Mai Hwa memberi nama " Mai "pada Anak dan Cucunya itu ? tidak ada yang tau .

__ADS_1



(Bunga Lily  atau Lerion sangat dikagumi oleh Orang-Orang Yunani Kuno , dan diyakini bermula dari Air Susu Hera , Ratu para Dewa. Sudah sejak lama dikaitkan dengan Bunda Maria . Lily Putih melambangkan kebijakan . Sementara Lily yang tumbuh dilembah mencerminkan kelembutan dan keramahan. Dalam bahasa Bunga , Bunga kelahiran Mei ini mengekspresikan kesucian hati , kebesaran dan penghargaan)


Mai Hwa kemudian memeluk Putri nya itu , ketika Meilin tampak sudah terlelap diselimuti mimpi indah .


Hmmmm , aku sudah tidak ingat , kapan terakhir kali aku memeluk Putri kecil ku ini , ketika sedang tidur seperti ini ." gumannya dalam hati , ia merasa hatinya tercabik - cabik .


Ia kemudian mencium kening Meilin , tidak terasa air matanya pun menetes.


Sungguh sangat sedikit waktu yang kupunya untuk nya ." gumannya lagi dalam hatinya , sambil memandang wajah sendu Putrinya itu.


Ia ingat ketika Meilin masih berumur dua tahun , Meilin harus mengungsi ke Rumah Neneknya di Sumatra Utara , karena Mai Hwa dan Albert akan melanjutkan Stady mereka Keluar Negri.


Hanya Mbak Yantilah satu - satunya Orang yang menemani Meilin hampir disetiap waktu.


Sedari Meilin kecil , Ia sudah kelihatan anak yang mandiri . Terlihat ketika ia selesai bermain , ia akan langsung membereskan sendiri mainannya tampa ada yang meminta .


Dua tahun berlalu , setelah Mai Hwa dan suaminya di Wisuda S2 , mereka pulang ke Sumatra Utara.


Betapa ia merindukan Putri kecilnya itu.


Masih segar diingatannya , pertama bertemu dengan Meilin yang sudah berumur empat tahun kala itu , putrinya tersebut menangis kejer ketika digendong oleh Papinya . Balita itu terlihat sangat ketakutan melihat pria tersebut , yang adalah Papinya.

__ADS_1


Butuh waktu berbulan lagi untuk mereka kembali mendekatkan diri pada Meilin.


Ketika awal bertemu pada Putri kecil mereka tersebut , terdengar jelas ucapan Meilin sangat fasih ketika berbicara.


Meilin adalah anak yang sangat gemar bertanya . Bibir mungilnya tidak pernah lelah untuk berbicara , terkadang membuat sang pengasuhnya kewalahan menjawab semua pertanyaan Meilin kala itu.


Meilin memang anak yang sangat sulit dekat dengan siapapun . Butuh waktu untuk akrab dengan Gadis kecil itu.


Semanis apapun rayuan Orang Tuanya dikala itu , untuk bisa sekedar menggendong Balita tersebut , Meilin kecil tetap enggan , termasuk Maminya yang sudah rindu ingin memeluk anak itu . Mai Hwa hanya bisa memeluk dan mencium Putri kecilnya itu ketika Meilin sudah terlelap tidur.


Pernah suatu pagi Meilin menangis sejadi - jadinya , karena tidak melihat Neneknya dan Mbak Yanti , yang pada pagi itu pergi berbelanja kepasar.


Mami dan Papinya kewalahan .


Dengan cara apapun mereka menenangkan Putri kecilnya itu , Meilin tetap menangis.


Bahkan Meilin menendang dengan sangat kasar ketika itu , jika kedua Orang Tuanya itu memaksa untuk mendekat . Meilin benar - benar tidak mau disentuh oleh Papi dan Maminya , atau Orang yang tidak dikenalnya.


Tangisan Meilin reda setelah melihat pengasuhnya itu berada diujung pintu . Balita mungil tersebut seketika itu berlari memeluk sang pengasuhnya tersebut.


Matanya terlihat benar - benar bengkak kala itu , karena cukup lama menangis.


Hmmmm , kau adalah Putri Mami yang sangat kuat nak ." bisik Maminya dalam hati.

__ADS_1


Mami sangat bersyukur memiliki Anak Gadis sekuat dirimu sayang ." bisiknya lagi pada dirinya sendiri


Dilarut malam , akhirnya Mai Hwa pun tertidur , sambil memeluk Putrinya itu.


__ADS_2