Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
GAUN MERAH


__ADS_3

Robert sangat cemas dikamarnya karena memikirkan Meilin.


Robert tampak gelisah.


Ia mencoba untuk tidur , tetapi tidak juga bisa untuk terlelab.


Ia menyadari , ketika tadi hendak meninggalkan wanita itu di Kamarnya , sangat jelas terlihat diraut wajah Meilin yang masih menyimpan rasa ketakutan.


Ia sungguh bahagia bila berada didekat Meilin . Tetapi ia juga tidak mau ambil kesempatan atas kejadian saat ini.


Robert sungguh tidak tidur malam ini.


Ingin rasanya ia kekamar Meilin , tetapi takut mengganggu jika Meilin sudah tidur. Dan akhirnya , sepanjang malam ia terjaga .


Pukul Enam pagi ia pun memutuskan untuk pergi kekamar Meilin . Tidak perduli bagaimana reaksi Wanita itu nantinya .


Ia menekan Bell pada kamar Meilin.


Tidak sampai menunggu lama , Meilin sudah membuka pintunya.


Meilin terlihat sangat segar pagi ini.


Handuk putih masih menempel dikepalanya , menandakan ia baru saja selesai mandi dan membasuh Kepalanya.


"What ??


Wanita ini tampak baik - baik saja .


sementara aku ? aku hampir saja mati memikirkannya ." gerutu bathin Robert.


"Pagi ." ucap Meilin dengan senyum merekah dibibirnya.


"Pagi juga . "sahut Robert , yang tampak masih berdiri didepan pintu kamar Meilin . Ia tidak berani masuk kedalam , kerena Meilin tidak memintanya untuk masuk . Dan Meilin juga masih berdiri dibibir pintu kamar itu .


"Apakah kau sudah merasa lebih baik ? " tanya Robert.

__ADS_1


"Iya tentu , seperti yang kamu lihat ." jawab Meilin.


"Baiklah , aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik - baik saja . Aku akan segera kembali kekamarku ." kata Robert dan berbalik arah hendak kekamarnya.


"Robert . " panggil Meilin.


"Iya...." sahut Robert dan membalikan tubuhnya lagi memandang pada Meilin.


"Aku sangat lapar ." kata Meilin dengan senyum malu - malu.


"Ouhh , baiklah . Bisakah kau menunggu ? saya akan bersiap - siap ." kata Robert.


"Mmmmm " Meilin tampak hanya menganggukkan Kepalanya saja tampa menjawab.


Waktu untuk Breakfash di Hotel baru akan dimulai pada pukul Delapan.


Akhirnya mereka memutuskan Breakfash diluar Hotel , sembari melanjutkan perjalanan yang tertunda sore itu.


Walau masih sangat pagi , tetapi area Marina Bay Sands sudah sangat rame oleh para pengunjung . Atau mungkin area itu on time Dua Puluh Empat jam.


Bukan hanya itu saja , jelas Tubuh Robert dan Meilin berdempetan , walau tengah sambil berjalan.


Meilin benar- benar sangat ketakutan . Ia tidak mau kejadian kemarin sore terulang lagi.


Mereka memutuskan serapan disalah satu Restauran di Mall itu.


Setelah selesai serapan , Robert pun mengajak Meilin berjalan-jalan di Mall itu lagi , untuk mencari sesuatu yang pantas untuk dibawa ke acara Party temannya itu.


Setelah mendapatkan barang yang ia cari untuk kado , mereka kini mampir di Toko Handphone . Tampak Robert membeli Handphone keluaran terbaru beserta Sim Cardnya.


"Pakai lah ! " kata Robert , menyerahkan Handphone yang baru dibelinya itu kepada Meilin.


Meilin tampak terdiam menatap benda tersebut , ia sungguh tidak menyukai barang itu.


"Aku tau kau bisa membeli Handphone , bahkan Mobil .Tetapi aku tidak tau mengapa kau tidak melakukannya ." ucab Robert.

__ADS_1


"Tetapi aku mohon , terimalah handphone ini ,


aku sangat butuh menghubungimu di setiap waktu .


Bagaimana jika kejadian kemarin sore terjadi lagi?


Tetapi jika kau memiliki handphone , kau bisa menghubungiku kapan saja ." kata Robert memberi penjelasan.


" Baik ..." ucap Meilin datar.


"Mengapa gadis ini tidak menyukai ponsel ?


ada apa ? " Bathin Robert , memandang sekilas pada Meilin .


Namun apa pun itu , Robert kini bernapas lega . Akhirnya ia tidak kesulitan lagi untuk menghubungi Meilin . Dan ia bernapas lega , karena Meilin tidak tersinggung atas pemberiannya itu .


Dan yang membuatnya paling lega , jika Meilin hilang lagi dikeramaian , ia tidak akan kesulitan lagi untuk mencarinya.


"Baiklah , mari kita kembali ke Hotel dan bersiap - siap keacara Party temanku !" kata Robert.


Beberapa jam kemudian...


Robert kembali kekamarnya Meilin , untuk mengajaknya berangkat ke Party nikahan temannya itu.


Kamar Meilin tidak tertutup ketika Robert memegang hendle pintu tersebut , dan pintu itu pun terdorong terbuka sendiri.


Mereka berdua pun sama-sama sangat kaget melihat pintu yang tiba - tiba terbuka lebar.


Namun.... Robert masih sempat melihat Meilin berpose bak Model , yang tengah memamerkan kecantikannya diatas panggung.


Robert berdiri kaku melihat cantiknya Meilin mengenakan Gaun Merah seatas lutut itu . Dan terlihat memanjang dibagian belakang sampai sebatas betis.



Padanan sangat serasih dengan Hihg heels berwarna merah yang dikenakannya.

__ADS_1


__ADS_2