
Robert meninggalkan Meilin dan Beate didalam kamar itu , lalu keluar dan menutup pintu.
Beristirahatlah disini sejenak ." ucap Beate , setelah selesai membantu Meilin mengganti pakaiannya.
Tidak Nyonya , saya akan ikut serta untuk mempersiapkan BBQ bersama ." ucap Meilin.
Jangan memanggil saya dengan kata Nyonya , Panggil saja mommy , seperti Robert dan Hebrew ." pinta Beate sembari menyentuh lembuh Wajah Meilin.
Baik Ma'am..." sahut Meilin.
Mari saya bantu ." ucap Beate mengulurkan tangannya.
Meilin menyambut tangan prempuan itu .
Namun rasa nyeri masih sangat terasa oleh Meilin .
Aduhhh.. mengapa sesakit ini..." pekiknya dalam hati , namun ia berusaha menutupi rasa sakit itu.
Meilin berjalan selangkah demi selangkah dengan tertatih - tatih , hingga sampai ketaman belakang.
Kelihatan tiga pria itu sangat sibuk memanggang sesuatu.
Hmmmm...aromanya sangat harum sekali...." bathin Meilin.
Heii ..mengapa kau tidak istirahat saja ? " seru Hebrew menghampiri Meilin yang tampak dibibir pintu bersama dengan Mommy nya . Lalu mengambil alih tangan Mommy nya , kemudian menuntun Meilin pada pondok kecil didekat mereka memanggang .
Duduklah ." ucap Hebrew , setelah sampai pada gazebo tersebut , yang hampir semua terbuat dari Pohon Jati.
Terima kasih...." ucap Meilin , mencoba duduk secara perlahan.
__ADS_1
Apakah kau ingin sesuatu ? " Tanya Hebrew lagi.
Tidak , Terima kasih ! "vsahut Wanita itu , yang masih sangat terlihat kesakitan.
Jangan sungkan . Katakan saja jika kau ingin sesuatu , Aku bertanggung jawab atas kejadian hari ini ." ucap Hebrew , dengan wajah yang penuh dengan penyesalan.
Lupakan hal itu ." ucap Meilin , tersenyum.
Baik lah ." sahut Hebrew , membalas senyuman Meilin.
ayo...mari dimakan ." kata Mommy nya , setelah semua hidangan selesai dimasak dan dipanggang.
Juga ada beberapa Assistand dan Supir pada Rumah itu , yang ikut serta menikmati BBQ disore itu , yang hampir menjelang malam hari , tampak hari sudah mulai gelap saat itu.
Meilin nginap disini saja ya ." pinta Beate
Saya akan pulang saja keKost san Ma'am ." sahut Meilin.
Ada apa ?" tanya Beate , dengan menaikkan kedua tangannya . Karena tiga pria yang sangat dicintainya itu tiba - tiba memandang heran kearah mereka dengan tatapan bertanya .
Tidak ada ." sahut mereka bertiga serentak , mengangkat Bahu secara bersamaan . Namun tidak menjawab pertanyaan dari Beate.
Menginaplah disini sayang ." ucap Beate lagi.
Sontak ketiga pria itu melihat lagi kearah Beate . Untuk kali ini , tampak Beate tidak perduli atas tatapan ketiga pria itu , seolah - olah menaruh curiga padanya.
Saya akan pulang saja Ma'am...besok saya bekerja , perlengkapan untuk bekerja ada di Rumah ." ucap Meilin lagi.
Bekerjalah ketika Ibu Meilin sudah benar - benar sembuh ." Robert menjelaskan dengan tegas.
__ADS_1
Baik pak ." ucap Meilin.
Baiklah jika Meilin memaksa untuk pulang , Hebrew akan kembali mengantar Meilin ." ucap Mommy nya.
Tidak , saya yang akan mengantar Ibu Meilin ." dengan nada meninggi , Robert menjawab ucapan dari Mommy nya itu . Tegas dan lantang.
Semua mata memandang pada Robert , kaget . Karena suaranya hampir memenuhi taman belakang itu.
Saya tidak mau kejadian hari ini terulang lagi ." ucap Robert lagi , seraya menahan amarah.
Hebrew tampak tertunduk . Ia masih sungguh merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Meilin.
Baiklah Ma'am , saya akan segera pulang ." kata Meilin , menyentuh tangan Beate.
Menginaplah disini barang sehari saja !!" pinta Beate lagi , mencoba merayunya.
Meilin hanya tampak terseyum tanda penolakan.
Setelah Meilin berpamitan . Ia pun meraih tangan Robert , yang memang sudah berada tepat disampingnya.
Meilin terlihat masih sedikit kesusahan untuk berdiri.
Robert bosan menuntunya ,
dan lagi - lagi tampa pamit langsung menggendong Wanita tersebut.
Beate dan Adrian apontan memalingkan wajah mereka . Yang ikut juga berjalan perlahan dibelakang Robert dan Meilin , untuk mengantar Meilin sampai kepintu utama.
"Hmmm...semoga ada kecocokan diantara mereka berdua ." guman Beate , yang sudah sangat ingin menimang cucu itu , dari salah satu anak Prianya tersebut . Tetapi tampak tak satupun dari anak - anaknya itu punya niat untuk menikah.
__ADS_1
Dari kejauhan tampak Hebrew ingin meratakan rumah mantannya rata dengan tanah . Untuk sekali lagi melampiaskan kecemburuannya . Yang benar - benar sudah membakar seluruh taman hatinya atas pemandangan itu.