Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
KEHIDUPAN YANG BERIKUTNYA


__ADS_3

Hmmmmm angin Pulau Dewata , bersahabatlah denganku ...


" Guman Meilin , sembari membentangkan kedua Tangannya , ketika ia baru tiba di Pulau Bali keesokan harinya , setelah melakukan perjalanan seharian penuh menggunakan Burung Besi itu .


Ia kemudian menghirup udara masuk ke Paru - parunya , kemudian menghembuskannya kembali dengan sangat kasarnya.


Gadis belia itu pun langsung menuju Hotel dimana tempat sahabatnya tersebut bekerja . Dengan menggunakan Transfortasi Ojek .


Bermodalkan Alamat yang dikirim melalui SMS dari Handphone sahabatnya itu , ke Handphone tetangganya sebulan yang lalu .


Meilin pun menulis alamat itu pada selembar kertas, karena memang gadis belia tersebut belum memiliki Handphone sendiri , jadi itu harus dilakukannya.


Bahkan...


Setiap kali Meilin hendak ingin berbincang - bincang dengan sahabatnya itu , pasti akan melalui Handphone tetangganya tersebut .


Sebenarnya ia punya cukup Uang untuk membeli Handphone sendiri , tetapi entah mengapa tidak pernah terbesit di Hatinya untuk memiliki benda Modern itu . Bahkan juga... baginya benda pipih itu tidaklah begitu sangat penting.


Sesampainya di Hotel tempat sahabatnya itu bekerja , Meilin langsung menanyakan kepada salah satu Karyawan di Hotel tersebut , mengenai Sahabatnya yang tentunya masih bekerja disana . Karyawan tersebut bersedia memanggilkan sahabatnya itu untuk menemuinya.


Tidak cukub lama wanita itu menunggu di Lobby Lounge Hotel tersebut . dan.......


Duuuaaarrrr......." sahabatnya tersebut sungguh membuat wanita yang tengah melamun itu tersentak kaget .


Auwww . " teriak Meilin kaget , dan spontan membalikkan tubuhnya .


Aaaaaaaa...." mereka teriak dengan bersamaan setelah saling pandang , dengan wajah yang tampak sangat bahagia penuh kerinduan . Dan kemudian dalam hitungan detik mereka pun tertawa lepas , bersamaan.


Ufchhh.... mereka menutup mulut masing - masing , setelah melihat akan pandangan Orang-Orang di sekitar memandang mereka dengan tatapan aneh.


Yuyunnnnnn.....kau hampir membuat suamiku Duda sebelum berjumpa dengan ku . " kata Meilin setengah berbisik , tentunya dengan mimik wajah lucunya.

__ADS_1


Kan ada pertemuan lagi dikehidupan berikutnya ! " kata Yuyun dengan tertawa ngakak , tentunya tawa yang dibuat - buat juga.


Hug me honey , please ! " pinta Yuyun sembari membentangkan kedua tangannya.


Meilin pun memeluk sahabatnya itu dengan erat.


Dua Wanita Yatim Piatu tersebut berpelukan , melepas rindu , melepas haru.


Kita langsung ke Bilik saja ya ? " ucap Yuyun , dengan senyum iklasnya , setelah mereka melepas pelukan kerinduan tersebut .


Kamu udah selesai kerja ??? " tanya Meilin , kemudian memandang kearea sekitar dengan kasar.


Sudah . "cetus Yuyun.


Feeling saja aku disini nungguin kamu , biasanya juga aku langsung pulang . " jawap Yuyun lagi tersenyum hangat.


Ouh....... " Meilin berdecak.


Mmmm... " sahut sahabatnya itu singkat.


Selanjutnya mereka pun pergi kearah Bilik Yuyun , yang tidak begitu jauh dari tempat Yuyun bekerja , mengais Rezeky , mencari Nafkah . Ntah apa lagi sebutan untuk kata - kata itu.


* Berharganya sebuah persahabatan itu bukan dinilai dari Materi , tetapi dari rasa saling memiliki , dan saling melengkapi . Itu lah yang mereka rasakan , ketika memulai persahabatan tersebut , dulu....saat mereka belum mengerti... apa itu hidup. *


Yuyun dan Meilin adalah dua sahabat . Mereka lahir di Tahun yang sama . hanya saja Yuyun lebih tua Dua Bulan dari Meilin . Dan yang membuat Meilin menjadi adik kelasnya Yuyun adalah dikarenakan Meilin sangat sering cuti sekolah . Dikarenakan ia ikut Orang Tuanya yang sering berpergian keluar Negri atau pun keluar Kota . Sehingga Meilin pernah tinggal kelas ketika kelas Empat Sekolah Dasar .


Yuyun anak Yatim Piatu.


Bukan karena Ayah dan Ibunya meninggal , tetapi karena kedua Orang Tuanya Bercerai.


Ayahnya menikah lagi.

__ADS_1


Dan Ibunya juga tidak mau kalah , alias Marrid juga . Yuyun yang masih berusia tiga tahun kala itu dirawat oleh Neneknya , Ibu dari Bapaknya.


Inilah Bilikku , yang sekarang akan menjadi bilik kita . " Yuyun membuka percakapan setelah sampai dikamar Kostnya , yang biasa disebut Bilik.


Sudah ...santai saja , disini banyak kerjaan kok , juga cowok - cowok tampan , jangan takutlah nge-Jomblo . " wanita berkulit hitam manis itu kembali membuka percakapan lagi , dan sedikit menggoda sahabat masa kecilnya itu , disuasana Bilik yang hening . Setelah beberapa saat mereka sampai dibiliknya .


Namun , sahabat masa kecilnya itu tetap diam.


Yuyun pun kemudian mendekat pada sahabatnya tersebut , yang tidak jauh duduk darinya , dan ia pun duduk disampingnya.


Mel , inilah Dunia kita , Dunia yang tidak pernah kita impikan . " Yuyun memulai percakapan lagi , dengan mata yang sudah berkaca - kaca , menahan tangis.


Dua sahabat itu spontan saling berpelukan dan sontak menangis , menangis haru .


Air mata itu bukanlah tangisan cengeng , tetapi tangisan saling menguatkan.


Kehidupan baru yang pertama buat mereka adalah kelahiran.


Namun ...


Bagi mereka kehidupan bukan hanya sekali , tetapi berkali - kali.


Dan kehidupan baru yang selanjutnya akan mereka mulai lagi disini , di BALI , orang - orang menyebutnya dengan sebutan PULAU DEWATA , Pulau Seribu DEWA.


***


Dukung aku ya para pembaca,


jangan pelit ya memberi vote,


agar aku tambah semangat.

__ADS_1


__ADS_2