Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
MEREK PARFUM


__ADS_3

"Baiklah , aku akan segera pergi bekerja ." seru Robert . Setelah selesai serapan bersama dengan Daddynya , Mommynya dan satu lagi....


Adiknya yang selalu menggodanya .


"Be careful honey ." ucab Mommy nya dan melambaikan tangan.


"Ok Momm , thanks...." sahut Robert dengan senyuman.


"Dadd...aku jalan dulu ya ?" pamit Robert lagi pada sang Daddy . Yang tampak masih menikmati serapan paginya .


"Okeh ....hati - hati Boy ." jawap ayahnya tersebut , sambil melambaikan tangannya juga .


"Hei Brother...


Apakah aku boleh ikut ?" tanya adiknya , yang ntah dari mana tiba - tiba muncul  , padahal baru saja mereka serapan bersama.


"Jika kau tidak merepotkanku ." sahut Robert tidak tertarik . mengabaikan dan meninggalkannya .


"Tenang saja Brother , aku tidak akan memintamu untuk menyuapiku saat makan siang nanti Brother ." seru Hebrew , masih dengan tingkah isengnya.


"Aku tidak akan mengompol dicelana . Aku tidak akan rewel . Mm apa lagi ya ?" Ucap Hebrew bak orang o'on . sembari mengangkat jemarinya menghitung apa saja yang tidak bisa dilakukan disana .


"Jangan bertingkah konyol . Atau kumasukkan kau ketempat sampah ." ucap Robert benar - benar naik gula oleh tingkah adiknya itu .


"Ingat....kau harus sopan diruanganku ." timpal Robert lagi.

__ADS_1


Ia masih kesal pada tingkah adiknya kala itu . ketika memegang Labtopnya tampa permisi.


"Baiklah kak , aku janji ." sahut Hebrew tampak serius . mengangkat kedua tangannnya tanda perjanjian , dan terus membuntuti kakaknya tersebut , yang terlihat tidak perduli pada lelucon konyolnya.


Mereka pun masuk ke Mobil Robert , dan sesegera mungkin supirnya itu melajukan mobilnya menuju Hotel dengan kecepatan sedang.


Meilin baru saja selesai memimpin Briefing pagi itu , ketika Robert baru saja tiba di Hotel.


Meilin memang wanita yang sangat hebat. Dia sudah mampu ngehandle pekerjaannya nyaris sempurna . Sehingga Robert tidak kuatir lagi untuk melepasnya bekerja sendiri , jika Robert keluar kota atau memantau proyek pembangunan Resort yang baru.


"Hmmmm...wanita itu begitu sangat manis." bisik Hebrew pada abangnya , yaitu Robert . Dua bola Mata hijaunya tertuju pada Meilin.


"Jaga sikabmu , dan sopanlah ." kata Robert mewanti -wanti adiknya itu . yang terlihat bertingkah kekanak - kanakan pagi itu .Atau mungkin dirasuki setan anak - anak nakal .😂


"Baik kak ." sahut Hebrew datar dan menurut pada Robert , bak Kerbau yang dicusuk Hidungnya.


Disusul oleh Robert juga masuk pada keruangannya . Dan tentunya dengan Hebrew juga.


"Hmmm aroma Wanita itu masih tertinggal disepanjang Koridor area Office ini "guman Robert dan Hebrew dalam hati mereka masing - masing.


"Hmmm aroma yang has....


Parfum apa gerangan yang dipakai oleh Meilin ?" bathin Robert.


Meilin sebenarnya sudah melihat kakak beradik itu berada diujung  Koridor ruangan tersebut . Ketika tadi Meilin keluar dari ruangan Briefing .

__ADS_1


Tetapi.... seperti biasa , ia pura - pura tidak melihat dua pria yang sama tampannya itu , yaitu Hebrew dan Robert . Namun, Terlihat Hebrew sedikit lebih tinggi dibanding Robert . Dan wajah Hebrew lebih dominan mirip ibunya yang berkebangsaan Amerika . Sementara wajah Robert adalah wajah orang Asia . Namun ada sedikit mirip juga dengan Ibunya.


*


Siang itu Robert dan Hebrew sudah berada di Restaurant untuk makan siang.


Tetapi ntah mengapa , tidak terlihat Meilin berada disana untuk lunc nya .


Ketika Robert selesai makan siang pun , belum ada tanda - tanda kedatangan wanita itu.


"Mengapa aku tidak mengajaknya juga tadi untuk makan siang bersama ?" gerutu Robert menyesal dalam hatinya.


"Baik lah ...aku akan keruanganku . Apakah kau masih tetap ingin disini ?" tanyanya pada Hebrew.


"Aku masih ingin disini kak ." sahut Hebrew.


"Baiklah . " kata Robert . Kemudian keluar dari ruangan itu.


Terlihat juga masih ada beberapa Staf Office di Restaurant tersebut . Yang sedang Menikmati makan siang mereka.


"Hmmm kemana wanita itu ? apakah dia sudah makan siang ?" Hebrew bertanya - tanya dalam hatinya Sambil sesekali melihat kearah koridor ruangan Meilin.


"Atau apakah dia tidak biasa makan disini ?" tanyanya lagi dalam hatinya.


"Aaahhh.. dia begitu sangat manis . Apa lagi ketika ia sedang berada didekat Piano seperti saat itu . Sepertinya hatiku menyukainya ." bathin Hebrew , begitu sangat terkesima ketika mengetahui yang memainkan Piano itu adalah Meilin , Assistand General Manager kakaknya itu .

__ADS_1


"Tenyata , selain dia pintar , dia juga penyuka seni ." gumannya lagi.


Jauh melanglang buana untuk mencarimu . Ternyata wanita yang kucari dan kuidam-idamkan ada disini ." guman Hebrew , tampak tersenyum sendiri . Ia memutuskannya dengan mantap . Bahwa tulang rusuknya berada di Indonesia . Di Bali .


__ADS_2