Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
CHAYANNE


__ADS_3

"Yunn......nanti aku akan makan malam bersama dengan keluarga Pak Robert .


Apakah kau ingin ikut bersamaku ?" tanya Meilin pada Yuyun yang sedang ngepack barang - barangnya , untuk keberangkatannya besok pagi pulang ke Jakarta.


"Tampaknya aku sangat kelelahan sekali hari ini. Seharian berkeliling mencari oleh - oleh ." sahut Yuyun , masih tampak sibuk dengan barang packingannya.


"Baiklah , tidak apa jika kau tinggal sendiri disini kan ?" tanya Meilin lagi.


"Tidak apa...pergilah . Aku juga ingin beristirahat full malam ini ." sahut Yuyun.


Tidak lama kemudian tampak Mobil Robert sudah berada didepan Pintu Gerbang ,sore itu . Ia datang sesuai janjinya yang akan menjemput Meilin . Untuk makan malam bersama dengan keluarganya dirumahnya.


"Yunn , aku pergi ya !" ucap Meilin.


"Ok ." sahut Yuyun lagi.


Meilin pun keluar dari kamar dan berjalan menuju Mobil Robert.


Terlihat Robert sudah ada didepan pintu Mobil , lalu membukakan Pintu Mobil itu untuk Meilin.


Tidak lama Mobil itu sudah melejit bebas di Jalan Raya , dengan kecepatan sedang.


"Apakah Ibu Meilin ingin memandang Sunset ?" tanya Robert.


"Jika Pak Robert tidak keberatan ." sahut Meilin.


"Tentu saya tidak keberatan . " kata Robert , lalu berhenti ditepi Jalan Raya , dan memarkirkan mobilnya .


Mereka memandang Sunset dari dalam Mobil saja .Tampaknya Dua mahluk Tuhan itu sedang malas untuk turun dari Mobil.


Sebenarnya Sunset sangat terlihat jelas dari Lantai Dua pada Rumah Robert.


Tetapi mereka yakin tidak akan dapat menikmati Sunset disore itu , jika memaksakan memandang dari Rumah Robert , karena sepanjang perjalanan kerumah Robert , Matahari sudah akan tenggelam , dan berganti dengan malam.


"Sepertinya Ibu Meilin sangat menyukai Sunset..." tanya Robert , karena bukan sekali ini saja Robert memperhatikan Meilin yang tengah menikmati Sunset . Ketika mereka tengah bertepatan sedang bersama .


"Iya benar Pak Robert , karena Sunset sangatlah indah ." jawab Meilin singkat.


Pernah waktu itu Meilin meminta Pak Johan , supirnya Robert untuk berhenti , ketika mereka pulang dari Resort , cuma hanya karena ingin melihat Sunset.


Ntah mengapa warna Sunset yang ke Emas - Emasan itu begitu sangat indah dimata Meilin. Dalam diam Robert memperhatikan kesukaan wanita itu pada Sunset .


"Baiklah , kita akan melanjutkan perjalanan lagi . Mommy mungkin sudah menunggu kita untuk makan malam ." kata Robert dan segera menjalankan Mobilnya.


*


"Meilin sayang....peluk Ma'am dong...Mommy kangen ni ." kata Beate menghampiri Melilin yang baru turun dari Mobil Sport itu. Tampak Wanita paruh baya itu bergelayut manja pada Meilin .

__ADS_1


"Mommy...." ucab Meilin dengan nada manja , dan langsung membalas merangkul Beate.


"Apakah ada oleh - oleh untukku ?" tanya Meilin sedikit manja pada Beate , lagi.


"Tentu honey ! " jawap Beate tampak sangat bahagia , karena Meilin memenuhi keinginanya untuk makan malam bersama di Rumahnya.


"Baiklah , mari kita masuk kedalam . Dan kita langsung kemeja makan saja . Mommy sudah sangat lapar ." ucap Beate sambil memegangi perutnya.


Setelah berada dimeja makan , tampak tidak ada Hebrew disana .Tetapi Meilin sungkan untuk bertanya.


"Meilin bisahkah bantu Mommy ? " tanya Beate setelah selesai makan.


"Sebisa mungkin saya akan lakukan Ma'am..." ucap Meilin.


"Ma'am dan Dadd akan merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke 40 . Ma'am ingin Meilin yang merancang pestanya untuk kami sayang ." kata Beate dengan sedikit memelas.


"Wauuuu... ternyata sudah selama itu Ma'am !" ucap Meilin terkesima.


"Iya sayang ." jawab Beate lagi.


"Baik lah Ma'am , dengan senang hati ." ucap Meilin.


Lama mereka berbincang - bincang , tidak terasa sudah pukul Sebelas malam.


Tetapi tampak Hebrew belum juga terlihat.


"Baiklah Ma'am , Dadd , Meilin pamit pulang dulu ya .Sudah larut juga nih !" ucap Meilin.


Tidak perlu sungkan . Anggap saja rumah sendiri ." pinta Beate dengan penuh harap.


"Iya Ma'am , lain kali saya akan menginap disini ." kata Meilin berjanji.


"Byeee  Ma'am , bye Dadd ." tangan Meilin melambai pada Beate yang masih berdiri diparkiran . Dengan Adrian , yang juga ikut melambaikan tangannya pada Meilin.


"Byeee sayang , hati - hati sayang ." sahut Beate melambaikan tangannya juga pada Meilin.


Mereka masih tetap memandangi Meilin yang akan segera pulang diantar oleh Robert , sampai menghilang dibalik pagar rumah itu.


Tampaknya Meilin sudah mencuri hati Mommy dan Daddy ." bathin Robert , sambil menyetir Mobil dengan vocus .


Wanita ini memang sudah mencuri hati semua orang yang ada dirumah ." bathin Robert lagi.


"Ia bukan hanya mencuri hatiku , bahkan sudah mencuri perhatianku juga ." gumannya lagi dalam hati , sepintas memandang Meilin.


Dan Beate ? biasanya ia sangat sulit untuk dekat dengan siapa pun.


Juga kepada teman - teman wanitanya Hebrew maupun Robert , Beate tampak dingin.

__ADS_1


Tetapi dengan singkat , Meilin sudah mampu membuat wanita itu menyukainya , tampa dengan melakukan apa pun.


Padahal Meilin adalah Wanita yang sangat cenderung pendiam.


Ia tidak akan berbicara jika tidak ditanya.


Dan akan berbicara seperlunya saja.


Tetapi ia akan selalu tersenyum kepada siapa saja matanya memandang , tampa terkecuali.


Suatu hari yang sudah lewat , Beate pernah meminta pada Robert , agar mengatakan pada Meilin untuk tinggal dirumah mereka saja.


Beate bahkan sangat ingin supaya Meilin tinggal dirumahnya . Tetapi ia tidak berani mengatakannya . Tidak ingin Meilin tersinggung nantinya.


Yaa , itu juga yang tampak aneh dari Beate . Biasanya Wanita itu berbicara dengan ceplas ceplos , dalam mengutarakan pendapat . Tetapi , berbeda pada Meilin . Entah mengapa Beate sungguh menjaga perasaan Wanita itu.


Ketika pertama sekali melihat Meilin , yaitu ketika wanita itu bermain Piano. Ketika saat itulah hati Beate sudah tersentuh oleh dentingan nada - nada dari Piano tersebut . Nada yang dimainkan oleh Meilin , ia sungguh terpikat dengan Meilin.


Sebenarnya Ia sangat ingin salah satu dari anak - anaknya , yang belum ingin menikah itu mendekati Meilin.


Tetapi tampa diminta , ternyata anak - anaknya sudah terlebih dahulu jatuh hati pada Meilin . Sosok gadis yang pendiam , lembut dan tegar.


Beate pun menyadari itu , bahwa putra - putranya itu tengah bersaing mendapatkan cintanya Meilin , sang gadis pendiam itu.


Masih banyak yang mereka belum ketahui mengenai Meilin.


Yang paling mereka ketahui tentang Meilin adalah "dia wanita yang pendiam , cuek juga.


Tetapi dia juga wanita yang pintar dan bijak sana didalam membuat keputusan , Robert terkesima akan hal itu " .


Meilin memang tampak biasa saja . Bahkan penampilannya juga sederhana sekali . Tetapi ntah mengapa ada daya tarik tersendri dari penampilannya yang sederhana itu.


Seperti biasa , Robert atau Hebrew selalu sama - sama dibuat kesal oleh Meilin.


Karena jika Meilin tidak diajak untuk berbincang - bincang , maka Meiilin lebih memilih diam .


Seperti malam ini ,tampak Meilin hanya menikmati alunan musik yang dinyalakan pada mobil itu.


Sesekali ia bernyanyi dengan suara yang sangat pelan , nyaris tidak kedengaran.


Ia bersenandung mengikuti suara yang ia dengar dari penyanyi ternama itu "Chayanne"


Meilin sangat menyukai lagu - lagu dari Diva Holiwood itu.


Dari mulai start jalan dari rumah Robert , hingga tiba dirumah Meilin , tidak ada sepatah kata pun yang mereka ucapkan didalam Mobil.


Robert juga tampaknya tidak memiliki kata - kata untuk mengajak Meilin berbicara.

__ADS_1


Dan tidak ada alassan juga untuk mengajak Meilin bersenda gurau.


-- Bertahan saja terus Robert , jangan ungkapkan prasaanmu . Bertahan saja terus sampai Beruang kutub merantau ke Mesir --


__ADS_2