
Dan Pada akhirnya mereka bertiga memutuskan makan siang di Rumah Laut . Restauran Oriental Food.
Namun tampaknya Robert dan Hebrew tidak bisa untuk makan.
Terlihat mereka cuma memesan Air Putih hangat saja.
Dan tampaknya mereka masih tetap mual - mual juga . Mungkin mengingat kerang rebus tersebut .
Dan pun Aromanya seperti masih melekat dihidung mereka . Atau juga mungkin sudah sampai keparu - paru.
Robert dan Hebrew saat itu terlihat seperti ibu - ibu yang tengah mengidam.
"Hmm , dasar saudaraan ... " guman Meilin.
Sepertinya aku tidak sanggub untuk membawa Mobil . Lambungku terasa sangat nyeri ." ucap Hebrew , sembari memegangi lambungnya .
"Aku juga . " ucap Robert lagi.
Mereka berdua memandang kearah Meilin.
"Ufccchhh , aku tidak bisa mengendarai Mobil . " ucap Meilin mengangkat bahunya.
"Jika begitu , Mobilnya kita Gotong saja !" Seru Hebrew.
"Apakah kau sudah gila ? " selah Robert yang tampak masih sangat mual.
"Iya kali mobilnya kita gotong !" Ucab Hebrew misuh - misuh. Dengan mode wajah isengnya . sembari tersenyum jahil .
"ish... nggak ada kerjaan lain apa selain ribut ?" Meilin tampak sangat jengkel .
"Baiklah.. kita akan jalan - jalan sejenak ditepi pantai . Pasti kamu berdua akan merasa lebih baik nanti . " ucap Meilin tersenyum semringah.
"oke ! " jawap mereka serentak , bersemangat.
Mereka bertiga pun berjalan kearah bibir pantai , dan mengitari tepian pantai . Dengan sesekali membasuh kaki mereka pada ombak kecil yang singgah dipasir putih pada bibir pantai tersebut . Air itu terlihat kembali lagi mengikuti arusnya.
Terasa lelah , mereka mencari tempat teduh untuk berhenti . Tampak mereka duduk bersandar dibawah Pohon Randu yang sangat rindang . Tidak jauh dari tepi pantai tersebut.
Terlihat urat - urat pohon randu itu menyembul keluar , seperti jari jemari yang mencengkram bumi .
__ADS_1
Meilin kini duduk diapit oleh dua pria tampan . Pria yang sama - sama menaruh hati pada Meilin , dua pria bersaudara.
"Apakah kamu berdua sudah merasa lebih baik ? " tanya Meilin beberapa Jam kemudian.
"Mmm..." tampak Robert dan Hebrew menggelengkan kepala bersamaan .
" Ok . kita istirahat sedikit lagi ." Ucap Meilin , kembali bersandar pada pohon Randu tersebut .
Tampak juga terlihat jelas Matahari hampir tenggelam diupuk Barat pantai itu .
Tidak terasa , ternyata mereka sudah cukup lama duduk dibawah Pohon Randu tersebut.
Mereka tampak tenggelam pada lamunan mereka masing - masing.
"Baiklah , hari sudah mulai gelab , mari kita pulang ." ucap Hebrew , dan ingin memegang tangan Meilin dengan sigab. hendak mengajaknya . Robert pun menyadari apa yang akan dilakukan oleh Hebrew . Robert sontak menjulurkan tangannya . Dan yang dipegang Hebrew bukanlah tangan Meilin , melainkan tangan Robert.
Hebrew pun menyadari itu , dan seketika langsung melepaskan tangan itu kembali .
"Mengapa kau tidak memegang tanganku ?" tanya Robert.
"Kau kira aku Homo ! " sela Hebrew.
***
"Iya ." sahut Robert dan menghentikan Mobil nya .
"Apakah Bapak akan segera pulang kerumah ? " tanya Meilin.
"Benar Bu . Adakah yang bisa saya bantu ?" tanya Robert.
"Bisakah saya ikut menumpang pada mobil Bapak . Ada yang ingin saya bicarakan dengan Mommy . " kata Meilin.
"Mari Bu Meilin , naiklah ." ajak Robert lagi.
___
Hebrew baru saja memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah itu . Terlihat ia masih berada didalam Mobilnya , dan segera hendak turun , ketika Mobil Robert memasuki pekarangan rumah tersebut.
Sampai tengah malam Meilin masih berada disana . Berbincang - bincang dengan Beate dan Adrian , mengenai ulang tahun pernikahan mereka , yang berlangsung dua minggu lagi , dan akan dilaksanakan di Hotel tempat Meilin dan Robert bekerja . Atau tepatnya Hotel milik Robert.
__ADS_1
Sesekali terdengar tawa gembira dari mereka bertiga.
"Dihari ulang tahun pernikahan Ma'am dan Dadd nanti , aku ingin memberikan kejutan untuk mereka . " ucap Hebrew , Memandang kepada kedua orangtua mereka . Dan tentunya disana juga ada Meilin .
"Benarkah ...itu sangat bagus...kita sama . Aku juga akan memberikan kejutan yang sangat istimewa pada Ma'am and Dadd ." sahut Robert juga tidak mau kalah.
"Bisakah aku sedikit tau mengenai kejutan itu ? " tanya Hebrew. Mengangkat kedua alisnya .
"Jika kau sampai mengetahuinya , tentunya itu bukanlah suatu kejutan bocah . " tambah Robert lagi dengan senyum sinis.
"Baiklah ." sahut Hebrew datar.
"Aku melihat , Sepertinya kau menyukai Meilin ?" kata Hebrew pada Robert . Tampak Dua pria itu tengah duduk bersantai digazebu rumah mereka , ditaman belakang , yang menghadap langsung ketepi pantai.
"Dia hanya rekan kerjaku , yang harus kujaga dan kuhormati ." jawab Robert santai , sambil memainkan Ponselnya.
Tampak Meilin menghampiri Robert dan Hebrew yang masih duduk digazebu taman tersebut.
"Pak Robert , bisa tolong antar saya pulang ?" tanya Meilin.
"Ok ." ucap Robert bergegas.
"Kutunggu kejutan yang akan kau berikan bocah ." Ucap Robert , mengedipkan sebelah matanya.
"Fiuhhh..." Hebrew tidak perduli pada ucapan kakaknya itu . dan ia kembali memandang kearah Laut lepas .
Setelah Meilin pamitan pada Beate dan Arian , juga Hebrew . Robert pun mengantar Meilin pulang ke Kostnya.
"Pak , kita ke Hotel saja ya . Dari sana saya akan pulang pakai motor saja . " kata Meilin.
"Ibu Meilin akan saya antar ke Kost saja .
Besok pagi saya akan jemput Ibu Meilin lagi . " sahut Robert.
"Ok Pak ." jawapnya singkat.
***
Tolong tinggalkan jejak anda para pembaca yang baik hati dan budiman . Dengan memberikan Komen dan Like.
__ADS_1
Juga berikan votenya untuk tetap mendukung Penulis .Tidak bayar kok , hanyaa butuh sedikit waktu .