Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
WANITA IBLIS


__ADS_3

"Apakah Ibu Meilin sudah memiliki kekasih ? " tanya Hebrew sambil mengemudikan Mobilnya dengan kecepatan sedang . Berharap telinganya mendengar jawapan dari Melin dengan kata " belum ada " .


Meilin tertawa kecil mendengar ucapan Hebrew tersebut . Di usianya yang sudah hampir menginjak Dua Puluh Empat tahun , belum pernah ada seorang pria pun yang mendekatinya , apalagi menyatakan perasaan padanya .


Tidak tau mengapa !!


Tetapi dibenak Meilin pun juga belum pernah terlintas , mengenai apa yang ditanyakan oleh Hebrew barusan.


"Apakah ada yang salah dengan pertanyaan saya ? " tanya Hebrew lagi sedikit malu , karena Meilin tidak menjawap pertanyaannya itu.


Padahal Hebrew sungguh menggunakan kekuatan penuh yang ia punya dari dalam dirinya untuk bertanya akan hal itu .πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Dan apa ? jawapan yang dia dapat cuma tawa garing dari Meilin.


"Ishhhh apa susahnya sih menjawab pertanyaanku ? " Hebrew ngedumel dalam hatinya.


Sepanjang perjalanan tampak Hebrew dan Meilin hanya diam.


Jika Hebrew tidak bertanya , maka Meilin juga tampak hanya diam.


Jika ditanya , jawapan Meilin hanya singkat saja . Kadang juga hanya senyum dan tertawa kecil.


ishhh...Hebrew benar - benar kehabisan pertanyaan. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Rasanya Hebrew ingin sekali menggigit tembok rumah mantannya saat itu juga , sekedar melampiaskan kekesalannya.


Padahal Hebrew sungguh berpenampilan habis level saat itu .


Sebelum pergi untuk menyambangin Meilin . Beberapa kali ia melirik kaca , sekedar melihat penampilannya .


Jika masih ada Style dengan level tertinggi , maka Hebrew juga akan mengikuti Style itu.


Agar berharap Meilin tertarik dengan Stylenya tersebut.


Tetapi kenyataannya , Meilin malah tampak mengabaikannya . πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Meilin lebih memilih memandang kearah pemandangan sepanjang jalan yang mereka lalui , dari pada mengobrol dengan Pria yang kehabisan stok style itu.


Sebenarnya Hebrew terlihat sangat tampanΒ Β  siang itu , tetapi dimata Meilin sama saja , tidak ada yang berubah.


Author : ya ampun Meilin , tidakkah kau lihat kekesalan diwajah pria tampan yang disampingmu itu ? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


"Bisakah kita berhenti sejenak di Jembatan itu ? " pinta Meilin , sambil menunjuk pada Jembatan yang akan mereka lalui.


"Baiklah , dengan senang hati Nyonya Meilin . " jawap Hebrew . Itu yang Hebrew inginkan , mengulur waktu lebih lama untuk tiba dirumahnya.


Hebrew kemudian memarkirkan Mobilnya , lalu mereka turun dari Mobil itu dan berjalan menuju Jembatan.


"Hi Pak Hebrew ! " sapa seorang wanita yang tampak tinggi dan cantik . Make Up nya juga sepadan untuk wajahnya yang Glowing dan tirus.


"Ehh Ibu Risma . " sahut Hebrew , sambil menyalami wanita tersebut.


Tampak Meilin tidak perduli dengan teman wanitanya Hebrew tersebut . Meilin meninggalkan mereka berdua untuk berbincang - bincang.


Meilin berjalan menyusuri tepian Jembatan khusus untuk pejalan kaki .


Tetapi pandangan Hebrew tidak terputus pada Meiilin , itu membuat wanita didepannya tersebut menjadi cemburu.


"Siapakah wanita yang sedang kau pandangi itu Dokter Hebrew ? " tanya wanita itu kesal , karena sedari tadi Hebrew tampak terus memandang kearah Meilin , ketika mereka sedang berbicara sekalipun.


Namun Hebrew tampak tidak mengubris pertanyaan dari wanita itu.


"Siapa dia ? " tanya wanita itu lagi , seperti menyelidiki Pria yang sedang ia ajak berbicara tersebut.


"Oouhh .. hanya seorang babu . tampak sekali dia bukan dari wanita yang berkelas ." kata wanita itu , memandang kearah Meilin dengan tatapan sinisnya.


"Heiii Nona ...bisakah ucapanmu sedikit sopan ?" ucap Hebrew dengan nada sedikit membentaknya.


"Wajahmu tampak cantik , tetapi sayang tidak secantik hatimu ." ucap Hebrew lagi , memandang sinis pada wanita itu.


Kemudian Hebrew meninggalkan wanita itu tampa pamit.


"Aku tidak selevel dengan dia ! "ucap wanita itu lagi , yang perkataannya ditujukan untuk Meilin.


Lalu ....Hebrew berhenti berjalan dan memalingkan tubuhnya , memandang kearah wanita itu lagi dengan senyum sinis.


"Kau lihat dia ?" kata Hebrew pada wanita itu dan beralih memandang kearah Meilin.


"Bahkan dia tidak perduli kau siapa !" ucap hebrew , dan berlalu meninggalkannya.


Tampak wajah wanita itu memerah , tanda menahan emosinya.


Hebrew berjalan kearah Meilin dan menyapanya.

__ADS_1


"Apakah perjalanan bisa dilanjutkan kembali nona ? " tanya Hebrew dengan candanya.


"Baiklah . "ucap Meiilin


Meilin pun berjalan mendahului Hebrew , kemudian pria itu berjalan mengikutinya dari belakang .


Beberapa meter lagi Meilin sudah dekat dengan wanita yang menyapa Hebrew tersebut.


Ketika Meilin tepat melintas didepannya , Wanita itu tampak menjulurkan sedikit kakinya kedepan .


Dan brukkkkkkkk....Meilin terjatuh . Lututnya tampak mengeluarkan darah segar , karena terhempas ke Aspal . Sungguh Hebrew menyaksikan pemandangan tersebut , dan tidak menyangka akan kejadian itu .


"Ibu Meilin ..." pekik Hebrew dan berlari kearah Meilin secepat mungkin.


Tampak wanita itu tersenyum bahagia atas perbuatanya pada Meilin tersebut.


"Aduhh....maafkan saya ." ucap wanita itu dan berjongkok , berpura - pura hendak menolong Meilin.


"Jauhkan tangan kotormu Wanita Iblis ." teriak Hebrew , spontan mendorong wanita itu sangat kasar hingga terjatuh.


"Heiii....saya hanya ingin menolongnya , sungguh saya tidak sengaja ." ucap wanita itu lagi , dan mencoba untuk berdiri.


"Jangan coba - coba untuk menyentuhnya ." ucap Hebrew lagi , yang tampak menahan amarah.


Meilin terlihat meringis menahan sakit . Ia memegangi lututnya , yang sudah penuh dengan darah segar dicelana panjangnya.


Meilin tau , bahwa wanita itu sengaja menjulurkan kakinya , tetapi terlambat untuk menghindar .


Namun Meilin tidak tau mengapa wanita itu melakukan hal tersebut , padahal ia tidak mengenalnya.


Hebrew kemudian memegang tangan Meilin dan membantunya untuk berdiri , tetapi tampak meilin tidak sanggup untuk berdiri.


Ia pun sungguh tidak kuasa melihat Meilin yang mencoba memaksa untuk berdiri , tetapi tidak bisa . Akhirnya Hebrew mengangkat tubuh gadis tersebut dan membopongnya kedalam Mobil.


Meilin terlihat malu , tetapi ia tidak bisa berbuat apa pun , dan hanya bisa untuk pasrah berada digendongan pria itu . Meilin mengalungkan tangannya pada leher Hebrew , karena takut jatuh.


Sungguh hebrew menikmati suasana itu


"Aku masih memiliki urusan denganmu Wanita Iblis..." ucap Hebrew , sebelum meninggalkan wanita itu tadi .


"iiizzzz... " terlihat wanita itu mendesis , seperti suara ular .

__ADS_1


__ADS_2