Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
WALPAPPER


__ADS_3

Meilin tiba di Hotel lebih pagi hari ini . Walaupun acara  ulang tahun pernikahan Beate dan Adrian akan dimulai pukul  Tiga sore nanti .


Kedatangannya lebih awal adalah untuk memastikan semua sudah dalam kedaan Ready.


Pukul Dua sore , Hebrew juga tampak sudah berada di Lobby Lounge pada Hotel itu . Ia bergegas ingin keruangan Robert.


"Aku sangat ingin melihat terlebih dahulu ruangan untuk acara itu . Setelah itu barulah aku akan keruangan kak Robert . " guman Hebrew . Ia mengurungkan niatnya untuk keruangan Robert lebih dahulu . Ia sangat penasaran akan bagaimana Ruangan Dekorasi yang di Design langsung oleh Meilin.


Sesampai di Restauran pada lantai Lima , tempat akan diadakan ulang tahun tersebut , tiba - tiba perutnya terasa sangat mulas.


Sebelum ia meninggalkan ruangan tersebut , Hebrew masih sempat melihat sesaat pada ruangan itu . Disana tampak sudah ada beberapa tamu yang tengah mengobrol dengan Beate dan Adrian.


Hebrew berjalan ke Toilet . Tepat di Lorong Toilet Pria , Hebrew bertemu dengan Risma , wanita yang mencelakai Meilin kala itu.


"Apakah yang sedang kau lakukan disini ? " tanya Hebrew pada wanita itu.


"Seperti yang kau lihat....aku berada disini tentunya karena Daddy mu yang mengundangku kesini ." sahut wanita itu dengan tingkah sombongnya.


"Aku akan selalu memperhatikan gerak gerik mu !" ucap Hebrew lagi , tampak serius memberi peringatan , dari raut Wajahnya yang menahan Amarah.


Jika sekali lagi kau mencari masalah , atau dengan segaja datang kesini hanya untuk mengganggu Meilin , aku tidak akan canggung untuk membuat perhitungan padamu . " ucap Hebrew lagi , setengah mengancam.


"Mengapa ? apakah karena kau mencintai wanita itu ? wanita kampungan itu ?" kata Risma , menaikan nada suaranya.


"Tentu saja , itu karena aku sangat mencintai nya !


Aku sangat menyayanginya !" ucap Hebrew penuh percaya diri.


"Ooouhh...jadi wanita itu penyebabnya , sehingga kau tidak ingin lagi memperbaiki hubungan kita ?" ucap Wanita itu dengan wajah yang tampak sudah Memerah.mengepalkan tangannya .


"Bukan karena Meilin . Tetapi karena tingkah angkuhmu . " jawab Hebrew tegas.Menunjuk tepat dihidung wanita berdandan ala menor itu .

__ADS_1


"Lihat saja , kemarin aku hanya melukai lututnya . Lain kali aku akan menghancurkannya ." ancam wanita itu , dengan wajah penuh dengan kebencian dan amarah kemarahan . Lalu meninggalkan Hebrew dilorong itu.


Dibalik pintu Toilet Pria itu , Robert mendengar semua percakapan antara Hebrew dan Wanita itu.


"Ternyata selama ini Hebrew menaruh hati kepada Meilin ?" bathin Robert.


"Melihat wanita gila itu , mules diperutku jadi hilang . Lebih baik aku keruangan kak Robert saja dulu . " bathin Hebrew.


Setelah Hebrew meninggalkan Toilet itu , Robert pun keluar dari dalam Toilet tersebut.


"Jadi lutut Ibu Meilin waktu itu ?


Aku sudah menduga , ada yang mereka sembunyikan dariku saat itu ." pekik Robert dalam hatinya , sambil menyusuri lorong kamar mandi itu.


"Aku juga sudah menduga , kalau Hebrew menyukai Meilin ." bathin Robert lagi , bergejolak.


Sudah hampir Lima menit Hebrew berada diruangan Robert , namun Robert belum juga tiba disana.


Sebelumnya , Robert dan Hebrew berjanji akan bertemu diruangan Robert.


Robert berkata ada yang harus dilakukan oleh Hebrew , untuk kejutan yang akan diberikan Robert kepada kedua Orang Tuanya , diacara tersebut . Entah kejutan apa , Robert tampak belum memberi tahu siapapun juga.


"Sembari menunggu Kak Robert , lebih baik aku bermain Game saja di Labtopnya kak Robert. " bathin Hebrew.


Namun , ketika Hebrew melihat layar pada Labtop itu , betapa kagetnya Pria itu . Ia melihat Walpapper pada layar utama Labtop itu adalah Photo Meilin.


Hebrew seketika mengurungkan niatnya untuk bermain Game . Tangannya sungguh sangat penasaran untuk membuka File Photo di Labtop kakaknya itu.


Setelah melihat beberapa Photo lagi , Hebrew pun teringat akan sesuatu.


Ternyata Photo yang kala itu ia lihat di Labtop kakaknya adalah Photo Meilin.

__ADS_1


Pantas saja , ketika bertemu dengan Meilin , Hebrew merasa seperti sudah mengenal Meilin . Dan ternyata.....


"Jadi Kak Robert sudah sejak lama menaruh hati pada Meilin ? " bathin Hebrew .


Hebrew pun beranjak dari bangku kerja Robert tersebut , dan kembali duduk di Sofa .


"Wajar saja jika Kak Robert begitu sangat kuatir waktu lutut Meilin terluka saat itu !"


"Apakah mereka pergi ke Singapore waktu itu untuk merayakan hari jadian mereka ??"


"Tetapi mengapa kak Robert menutupinya ?bahkan ketika aku bertanya waktu itu ?"


Berbagai pertanyaan pun muncul dibenaknya .


"Aarghhhh.....tidak mungkin aku mencintai wanita yang ternyata kakakku sudah lebih dulu mencintainya."


"Tetapi aku tidak bisa membohongi perasaanku saat ini . Aku sangat mencintai Meilin ! "


Bathin Hebrew pun berkecamuk saat itu juga .


Hebrew sudah sangat lama menunggu akan Momens ini.


Dihadapan Mommy and Daddy nya nanti , dan juga para tamu undangan , ia akan menyatakan perasaannya pada Meilin.


Tetapi sungguh itu tidak mungkin lagi dilakukannya . Ternyata kakaknya sudah lebih dahulu mencintai Meilin . Jauh sebelum Hebrew kembali ke Indonesia.


"Atau....akankah kejutan yang dimaksut oleh Kak Robert adalah ??


Ia ingin menyatakan perasaannya pada Meilin ?seperti yang ingin kulakukan hari ini ??


Atau mereka memang sudah pacaran , dan ia akan melamar Meilin hari ini ? "

__ADS_1


"Duhhh...seandainya saja aku mengetaui bahwa Kak Robert mencintai Meilin , tidak akan mungkin aku menyukainya lagi ." Bathin Hebrew. Ia sungguh depresi . diusapnya seluruh wajahnya berulang - ulang kali dengan sangat kasar dengan kedua telapak tangannya .


__ADS_2