
Pukul Delapan pagi Meilin sudah siap - siap untuk Breakfast , dan Yuyun terlihat masih berada pada Dimensi lain.
"Yun...apakah kau tidak ingin serapan bersama denganku ?" tanya Meilin.
"Nanti saja , aku masih sangat mengantuk ." sahut Yuyun , tampa membuka matanya.
"Jika begitu aku akan pergi untuk serapan dan langsung pergi menuju ke Resort ." kata Meilin lagi.
"Jika kau sudah bagun , datanglah ke Resort ." ucap Meilin lagi.
"Baiklah. " sahut Yuyun.
"Aku tinggalkan kontak pak Johan diatas Meja ,
teleponlah jika kau ingin dijemput ." seru Meilin lagi.
"Ok ." sahut Yuyun dengan mata yang masih terpejam juga.
"Aku jalan ya ! " ucap Meilin dan membuka pintu , lalu keluar dan menutupnya lagi.
Selesai serapan Meilin dan Pak Johan langsung menuju Perusahaan yang sudah dikomfirmasi , dan memakan waktu Empat Puluh Lima menit perjalanan.
Meilin berjalan menuju Front Office pada Perusahaan itu , lalu bertemu dengan salah satu Staf disana.
"Maaf , bisakah mengantar saya keruang Rapat ? " pinta Meilin.
"Apakah dengan Ibu Meilin ?" sahut wanita itu dengan terseyum ramah.
"Iya benar Bu ." jawap Melin.
"Mari saya antar Bu ." pinta wanita itu mempersilahkan Meilin.
Meilin berjalan mengikuti Staf Perusahaan tersebut.
Lalu Staf itu mengetuk pintu ruangan rapat tersebut , setelah ada sahutan dari dalam , staf itu pun mempersilahkan Meilin untuk masuk.
"Wawww...
Ibu Meilin apa kabar ? " tanya pria yang tampak berkepala setengah botak itu , sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman dengan Meilin.
"Saya sangat baik Pak ." jawap Meilin , kemudian Meilin menyambut tangan pria botak itu , lalu mereka bersalaman .
"Tampak Pak Robert tidak ikut serta kah ? " tanya pria itu lagi.
"Iya benar Pak , Beliau tengah berada di Canada . " sahut Meilin.
"Baik - baik...mari silahkan duduk Ibu Meilin. " ucap pria itu.
"Terima kasih Pak ." sahut Meilin , lalu duduk tepat didepan pria itu . Mereka dipisahkan oleh meja yang berbentuk bundar tersebut.
Pria itu adalah pemilik saham lima persen pasa Resort tersebut . Dan ada perusahaan lainnya juga . Robert adalah pemilik saham terbanyak. Yaitu sebanyak Sembilan Puluh persen pada Resort tersebut.
"Baik , semua saya serahkan kepada Ibu Meilin ." kata pria itu diakhir pembicaraan , ketika meeting mereka selesai . Ia sepakat mempercayakan semua urusan meeting kepada Meilin .
"Terima kasih atas kepercayaannya Pak..." sahut Meilin , tersenyum. Menyalami pria tersebut .
Meilin dan Pria itu tampak keluar dari ruangan Meeting . Dari raut wajah pria itu , ia terlihat sangat puas dengan meeting pagi itu dengan Meilin . Sehingga ia mengantarkan Meilin sampai pada parkiran mobil Perusahaan tersebut.
"Kita langsung menuju ke Resort ya Pak ?" ucap Meilin.
"Iya baik Bu ! " sahut supir tersebut.
__ADS_1
*
Di Hotel ...
"Uuuhh Meilin...repotnya jika ingin menghubungimu . Apa susahnya sih untuk membeli Handpone ." gerutu Yuyun di Balkon kamar pada hotel tempat mereka menginap.
Seminggu sudah mereka berada di Resort , saatnya mereka untuk pulang.
*
"Mel...bisakah kau mengantarku besok pagi ke Bandara ?" tanya Yuyun , ketika Meilin pagi ini akan berangkat ketempat kerjanya.
"Aku rasa bisa.
Tetapi kau harus mengantarku ketempat kerja pagi ini ." rengek Meilin manja.
"Uuuuhhh dasar bocah , baiklah ." ucap Yuyun
Yuyun mengeluarkan Motor dari dalam parkiran Kost -kostsan itu , dan Meilin mengunci pintu kamar mereka.
Yuyun menjalankan motor tersebut.
hingga tiba di Lobby Hotel seperti biasa .
"Aku balik ya , aku akan kepasar untuk mencari oleh - oleh lagi . " seru Yuyun.
"ok . " jawap Meilin.
"Pukul berapa kau akan pulang ? " tanya Yuyun.
"Mungkin sedikit lama !" sahut Meilin.
"Baiklah , aku akan segera jalan ." kata Yuyun lagi.
"Ibu Meilin........" panggil seorang pria. Masih sempat menyaksikan sekilas kepergian Yuyun dari sana
Baru saja Meilin hendak masuk keruangan absen itu . Ia mendengar seseorang memanggil namanya dari belakang . Suara itu tak asing lagi ditelinganya.
Meilin pun membalikan tubuhnya dan memandang kepada pria yang memanggil namanya itu.
"Pak Robert !! " guman Meilin dalam hatinya.
"Ya ampun mengapa aku sangat bahagia , setiap kali melihat senyum pria ini ?" gumannya lagi.
Meilin tidak dapat membohongi perasaannya , bahwa betapa ia merindukan Pria itu.
"Selamat pagi Pak ." ucap Meilin , dengan senyum yang merekah indah disudut bibir mungilnya.
"Pagi juga Ibu Mel..." sahut Robert , membalas senyuman dari Wanita itu.
"Nanti malam Mommy meminta Ibu Meilin untuk makan malam di Rumah . Ada sesuatu yang ingin Mommy diskusikan bersama dengan Ibu Meilin ." ucap Robert.
"Baik Pak . Bagaimana keadaan Mommy ?" tanya Meilin.
"Mommy baik - baik saja ." jawap Robert lagi.
"Syukurlah ." sahut Meilin.
"Tampaknya Mommy merindukan Ibu Meilin ." canda Robert dengan tawa yang tertahan pada kerongkongannya.
"Bapak bisa saja bercandanya.
__ADS_1
Maaf Pak , mungkin besok pagi saya tidak bisa memimpin Briefing Pak ." ucap Meilin.
lAda apa Ibu Mel ?" tanya Robert.
"Saya akan ke Bandara mengantar teman saya . Besok penerbangan pagi Pak ." jawab Meilin , memberi penjelasan.
"Baiklah tidak apa . Saya akan meminta Manager untuk memimpin Briefing besok pagi ." sahut Robert .
"Saya akan meminta Pak Johan besok untuk mengantar Ibu Meilin ke Bandara ." kata Robert lagi.
"Itu merepotkan Pak ." ucap Meilin basa basi.
"Tidak apa ." sahut Robert.
Selesai absen dan berbincang - bincang , Meilin dan Robert pun berjalan menuju ruangan mereka masing - masing .
"Bagaimana keadaan kaki Ibu Meilin ?" tanya Robert , dan melihat kelutut Meilin yang tampak ditutupi Stoking.
"Sudah membaik Pak ." sahut Meilin .
"Syukurlah.
Nanti sore saya sendiri yang akan menjemput Ibu Meilin ke Kostsan ya ?" kata Robert memberitahu.
"Tidak perlu repot Pak , biar saya naik Ojek saja ." sahut Meilin basa basi lagiπ.
"Tidak perlu sungkan ." sahut Robert datar , dan tampa sengaja repleks menyentuh Pipi Meilin .
dan mengelusnya dengan lembut.
Meilin sangat kaget .Tampak Wajahnya memerah seperti Tomat . Jantungnya pun berdebar seperti mau pecah.
"Ehh maaf , maaf ." ucap Robert gugub ,
dan sontak menarik tangannya dengan cepat.
Meilin terlihat hanya diam saja . Bingung ingin menjawab apa . Gerakannya juga tampak sangat kaku.
Berjalan masuk keruangannya ?
atau diam ditempat?
"Selamat bekerja Ibu Meilin ! " ucap Robert membuka pembicaraan lagi , mencoba memecahkan suasana yang kaku , ketika beberapa detik saling diam.
"Iya Pak , terima kasih ." sahut Meilin.
Lalu mereka berjalan dan masuk keruangan mereka masing - masing.
Tidak lama menunggu , mereka langsung berperang dengan Labtop dan Dokument.
"Meilin ! " guman Robert tiba - tiba , memandang photo Meilin di Labtopnya.
"Nntah mengapa aku slalu merindukan senyum mu ! " bathin Robert lagi bergejolak , memandangi senyum Meilin pada photo itu.
Ia mengambil Fhoto Meilin secara sembunyi , ketika Wanita itu masih menjadi Waitress , dan tengah melayani tamu undangan disebuah acara Ipen.
Walaupun tampak jelas Wajah Meilin tengah sangat kelelahan saat itu , tetapi senyum manisnya tetap merona dari Bibirnya yang berwarna Merah Delima itu .
Ada beberapa Fhoto Meilin pada labtopnya . Ia sengaja menyimpannya disitu .
Ketika penat menyelimuti pikirannya yang tengah sibuk bekerja , dengan memandang senyum Meilin di Photo itu , Photo tersebut mampu mengobati penatnya dalam bekerja . Obat yang sangat mujarab.
__ADS_1
"Di waktu yang tepat , aku akan mengutarakan isi hatiku padamu Meilin ." guman Robert , tampak senyum mesem tidak jelas pada Labtop ππππ.