
Karena lelah menunggu Meilin , akhirnya Hebrew menyerah dan memutuskan kembali keruangan Kakaknya.
Ia melangkah dengan lesu. Karena alasan satu - satunya ia ikut ketempat kerja kakaknya adalah ingin bertemu dengan Meilin . Walau sekedar hanya memandang wajahnya . Itu sangat berarti baginya .Bahkan , lebih dari cukup . tapi ternyata angan - angan hanya ilusi .Apa mau dikatakan , nasi belum matang .akwokwookw...
Setelah tiba didepan pintu pada ruangam Robert .
Sebelum masuk keruangan Kakaknya itu . Tampak Hebrew sedikit melirik kedalam ruangan Meilin. Beberapa detik .
"Sepertinya dia sangat sibuk hari ini . Sehingga tidak sempat untuk makan siang ." bathin Hebrew . Ketika melihat Meilin tengah sibuk didepan Labtop . Dengan mimik wajah yang begitu sangat serius.
Hebrew pun kemudian mengetuk pintu ruangan Robert . Ia kemudian membuka pintu setelah terdengar suara dari dalam memintanya untuk masuk.
Hebrew pun masuk keruangan itu . Lalu dengan kasar duduk disofa pada ruangan tersebut. Seketika Ia tampak galau .
"Mengapa kau terlihat sangat kesal ?" tanya Robert pada adiknya itu , karena melihat wajah Hebrew begitu sangat kesal.
"Aku baik - baik saja kak . Mengapa kakak bertanya begitu ?" sahut Hebrew , dengan wajah tetap memandang pada layar Handphonenya . Walaupun ia sedang tidak menggunakan benda pipih miliknya itu.
" Baiklah kalau begitu . Ku kira mainan milikmu hilang .Sehingga kau menekuk wajahmu seperti itu ." sahut Robert datar . tampa. mengidahkan pertanyaan dari adiknya tersebut.
" What ?" Sahut Hebrew , dan spontan melirik pada Robert yang terlihat tidak perduli pada situasi dan kondisi adiknya tersebut . Yang tampak semakin kesal dengan apa yang dikatakan kakaknya baru saja .
"Aku akan pergi ke Resort . Apakah kau ingin ikut bersama denganku ?" tanya Robert pada Hebrew , yang wajahnya masih kelihatan tidak bahagia.
__ADS_1
"Meilin pasti ikut bersama dengan kak Robert ." bathin Hebrew .
"Ya pasti dong kak aku ikut ." seru Hebrew nyengir kuda semangat 45
"Kau tampak sangat bersemangat ." kata Robert mengangkat alisnya.
"Iya mmm, mmm..." sahut Hebrew gugup.
"Aku hanya sedikit bosan diruangan ini dari tadi pagi ." sahut Hebrew ngeles .
"Baiklah , ayo kita jalan ." ajak Robert pada adiknya itu.
"Ok kak . Ayo kita kemon !" seru Hebrew gusar , karena Robert tampak tidak mengajak Meilin ikut serta dengan mereka .
"Kok ruangannya gelap ?" bathin Hebrew , menandakan tidak ada orang didalam ruangan itu .
"Semoga Meilin sudah lebih dulu berada dimobil ." bathin Hebrew lagi menghibur dirinya . sangat berharap penuh , penuh harap😉.
Karena biasanya jika Robert Meeting diluar kota , atau acara apapun itu , Meilin pasti ikut serta bersama dengan kakaknya itu.
Hebrew pun terlihat mengikuti kakaknya tersebut , keparkiran Mobil yang ada di Basemen.
"Mengapa Mobil ini kak , bukan Mobil yang biasa kakak pakai ?" tanya Hebrew.
__ADS_1
"Mobil dan Supir itu mengantar Meilin untuk seminar PHRI keluar kota . Tadi Pukul Dua siang . Mewakili dari Hotel kita.
Mungkin mereka akan seminggu berada disana ." jawap Robert.
"Seandainya tau begini , mending aku gak ikut dah ." gejolak bathin Hebrew.
Tetapi sudah terlanjur bilang mau ikut , mau gak mau harus ikut dah , hahahha .
Semakin jauh perjalanan mereka semakin terlihat kekesalan dan kebosan diwajah Hebrew . Ternyata tebakannya semua meleset penuh.
Namun kakaknya hanya tersenyum geli melihat tingkah adiknya itu , seolah - olah tau apa yang dipikirkan oleh Hebrew.
"Apakah engkau berencana kembali ke Canada melanjukan kuliah mu ?" tanya Robert . Dikeheningan , bak dikastil tua ditengah hutan .
"Mungkin aku akan memutuskan melanjutkan kuliah disini kak . Atau bekerja di Rumah Sakitnya Daddy ." jawap Hebrew sekenanya ,Yang nyatanya sebenarnya sangat malas menjawap pertanyaan itu.
Robert mengendarai Mobil dengan kecepatan sedang , karena ia juga tengah menikmati pemandangan pantai yang indah . Dan tengah membayangkan Wajah seseorang ketika prawedding disana bersama dengannya , ditepi pantai itu . Sesekali ia terlihat tersenyum membayangkan hal konyol tersebut.
***
Pukul satu dini hari , Robert memutuskan untuk kembali pulang setelah urusannya selesai disana . Ia pun berjalan kearah parkir Mobilnya . Terlihat adiknya itu sudah terlelap tidur didalam Mobil tersebut.
Ia pun mengendarai mobil dalam keadaan lelah dan sedikit mengantuk , namun masih tetap vocus.
__ADS_1