
Didalam kamar Kost-kostsan nya , Meilin tampak masih meringkuk dibalik selimut .
Seperti biasa , jika hari libur ia pasti akan bangun ketika sudah hampir tengah hari . Dan yang membangunkannya adalah suara cacingnya yang barbar berdemo .
"Betapa aku merindukanmu Yun...." lirih Meilin pagi itu . Setelah Yuyun pergi ke Jakarta hampir dua tahun . Mereka berdua benar - benar putus kontak. Tidak ada komunikasi sama sekali .
"Bagaimana kah kabarnya sekarang ?
Apakah ia sudah melupakan aku ?
Yuyun..." pekiknya lagi.
Dari dalam selimut , Meilin yang tengah melamun tentang Yuyun mendengar seseorang mengetok pintunya dari luar .
Meilin kembali menajamkan pendengarannya "mungkin itu adalah dikamar Kost sebelah" pikirnya.
Kembali pintunya diketuk lagi untuk kedua kalinya . Ya...benar , Ketukan pada Pintu itu berasal dari Ketukan Pintu kamar Kostnya Meilin.
"Hmm tumben ." pikir Meilin.
Sudah tiga tahun lebih Meilin ngekost dikamar tersebut .Sudah sipastikan belum pernah ada yang mengetuk pintu kamarnya itu . Seperti pagi ini , yang hampir menjelang tengah hari.
"Siapa ya ? " bathin Meilin.
Dengan sangat malas , ia bergegas bangun dari tempat tidurnya . Lalu menuju pintu depan .
Dibukanya sedikit pintu kamar Kostnya tersebut.
Ia berdecak garing .
"Apakah yang sedang kau lakukan lagi disini ?" tanya Meilin , yang terlihat masih hanya sedikit membuka pintunya.
"Mommy memintamu kerumah untuk BBQ nanti sore ." sahut Hebrew . Hebrew hanya mengenali suara orang yang menyahutnya dari dalam. karena yang terlihat hanya sedikit Matanya Meilin saja , dan sedikit alisnya.
"Baiklah , tunggu sebentar ." ucap Meilin dan tampa pamit kembali menutup pintu kamarnya tersebut.
Lima menit kemudian Meilin kembali membuka pintu kamarnya , dan menghampiri Hebrew yang tengah duduk dibangku panjang , didalam pekarangan kost - kostsan tersebut , sambil memainkan Handphonenya.
__ADS_1
"Maaf , saya baru saja bangun tidur ." ucap Meilin yang tampak baru selesai membasuh wajahnya dan sikat gigi.
Aroma has Pasta Gigi yang bermerek terkenal di Indonesia itu , sangat jelas dihirup oleh Hebrew sampai ke Hidungnya , yang duduk sangat dekat dengannya , hanya beberapa CM saja.
"Ouh iya tidak apa-apa ! " sahut Hebrew , tersenyum.
"Tampak sekali sangat natural..." bathin Hebrew , terkesima oleh cantik naturalnya Meilin dipagi itu.
Bahkan terlihat rambut Meilin masih sangat acak - acakkan . Itu membuat Meilin tambah kelihatan cantik naturalnya .
Inner Beautynya sangat terlihat jelas , dimata Pria yang tengah terkagum-kagum itu pada pesonanya Meilin.
"Apakah Ibu Meilin sudah serapan ?" tanya Hebrew.
"Mmmmm ." sahut Meilin menggelengkan kepalanya sembari tersenyum malu . Sambil memegangi perutnya yang adalah Tersangka utama penyebab terbangunnya Meilin . Karena masyarakat penghuninya meronta - ronta minta diantarkan makanan.
"Apakah Ibu Meilin ingin serapan terlebih dahulu ?" tanya Hebrew lagi , seolah - olah tau akan jawapan dari pertanyaannya itu.
"Bisakah kau sedikit menunggu ? " tanya Meilin.
"Iya tentu saja ." ucap Hebrew.
Dua puluh lima menit kemudian , Meilin datang dengan dua piring Mie Goreng ditangan kanan dan kirinya . Lengkap dengan Ayam Goreng dan irisan Timun dan Tomat.
"Ayo , kita serapan !" ajak Meilin . Menyerahkan satu piring pada Hebrew.
Sebenarnya Hebrew sangat kenyang , akan tetapi sungguh ia tak mampu menolak ajakan wanita yang diam - diam sudah mencuri hatinya tersebut . Bahkan diam - diam Hebrew mencintai wanita itu , wanita yang menawarkan Mie Goreng padanya . dengan senyuman yang entah mengapa selalu berhasil membuat detak jantungnya berdebar tidak karuan.
"Sebentar saya akan ambilkan air minum ." kata Meilin.
"Baiklah . " sahut Hebrew.
"Astaga .. masakannya nyaris sempurna. " pekik Hebrew dalam hatinya.
Perutnya yang kenyang tidak menolak untuk diisi lagi , dengan Mie Goreng buatan Meilin.
Selain masakan itu sangat enak , yang membutkannya juga adalah wanita yang sungguh sangat ia cintai.
__ADS_1
Tentu itu menambah nilai sempurnanya makanan rakyat tersebut .
Meilin datang lagi dengan Dua gelas , dan satu wadah Toppewearr berisi air minum.
Mereka pun segera melahab serapan pagi tersebut , dengan sedikit bercanda . Sungguh mereka menikmatinya.
"Baiklah , aku akan menyimpan piring ini kedalam dan segera bersiap - siap ." ucap Meilin.
"Aku akan membantumu Bu Meilin ." ucap Hebrew dan bangkit berdiri , segera akan meraih piring yang dipegang Meilin.
"Tidak perlu ! tetaplah disini menunggu , saya tidak akan lama ." ucap Meilin lagi.
"Baiklah jika begitu ." kata Hebrew dan kembali duduk.
Tampak Meilin masuk kembali kedalam kamar Kostnya , dan menutup pintunya.
"Apa perlu ia menutup pintu itu ?" guman Hebrew dalam hatinya.
Ia mengira aku akan masuk secara diam - diam kedalam tampa sepengetahuan nya ?" ucap Hebrew lagi dalam hatinya.
"Dasar Prempuan , selalu curigaan ." gerutunya .
Setengah jam berlalu , Meilin keluar dari kamarnya , dengan menggendong tas sandangnya yang berbentuk Ransel . Ia tampak Anggun , walaupun Stylenya terlihat sederhana.
Cepat sekali !" pikir Hebrew .
Hebrew mengira Meilin akan keluar setelah ia beruban , seperti salah satu iklan Thailand . seperti kebanyakan wanita lainnya yang ia kencani . Lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berhias dan ber Make Up. Dan itu bagaikan ber abad- abad rasa menunggu .
Tidak tampak polesan Libstik dibibir Meilin . Semua terlihat sangat natural . Tetapi Meilin tetap terlihat sangat cantik , dengan kulit putihnya yang mulus dan kenyal.
Aroma Parfumnya itu sungguh sangat enak dihidung. Dihidung Hebrew 😂😂
"Aroma yang sangat lembut ." guman Hebrew lagi dalam hatinya , ketika Meilin sudah berada didekatnya . Ia terbuai dengan aroma tersebut.
Aroma yang ntah mengapa bisa membuatnya selalu ingin dekat - dekat dengan Meilin terus .
*
__ADS_1
Pliss .jangan lupa tinggalkan sentuhanmu ya kawan , dengan like dan komen .
Dan juga Vote nya .