Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
LIBURAN TENANG JADI BENCANA


__ADS_3

"Maaf Ibu Meilin jika saya mengganggu . Sebenarnya kedatangan saya ke sini karena ingin meminjam Uang pada Ibu Meilin ."ucap Robert dengan mimik wajah serius .


Belum lagi Meilin menjawap , Robert sudah memotong pembicaraan Meilin lagi.


"Baiklah , tidak apa , jika Ibu Meilin Tidak bersedia untuk meminjami saya , saya akan meminjam pada yang lain saja ." ucap Robert lagi.


"Ouh iya , bagaimana mengenai kesiapan untuk Party Ulang Tahun pernikahan Mommy and Daddy ? " tanya Robert lagi.


Lagi - lagi Meilin ingin menjawab , namun Robert kembali memotong ucapannya.


"Saya rasa itu pasti . Ibu Meilin pasti melakukannya dengan sangat luar biasa . Itu mengapa Ma'am mempercayakan semuanya pada Ibu Meilin ." kata Robert.


"Pak Roberttttt...." teriak Meilin dengan volume pelan , sambil menyubit tangan Robert . Tentunya dengan pelan juga.


Ia baru sadar jika pria itu tengah iseng padanya.


Robert tertawa garing menyaksikan lucunya wajah Meilin , yang tampak tengah kesal padanya.


Lagi - lagi Robert ingin sekali mendaratkan ciumannya dikening wanita itu , menandakan betapa ia sangat mencintai Meilin.


Mereka pun tampak terdiam sejenak.


"Tunggu sebentar ya Pak , saya akan ambilkan air minum ! " ucap Meilin , memecah kesenyapan itu .


"Ok " ucap Robert.


Setelah Meilin membawakan minum , ia memberikannya pada Robert . Dengan sigab Robert menerima air mineral yang diberikan oleh wanita yang sangat dicintainya itu.


"Apakah Ibu Meilin sudah makan ?" tanya Robert kemudian , setelah selesai menenggak habis air yang diberikan oleh Meilin.


"Hmmmm...belum sih Pak ! " sahut Meilin dengan raut Wajah memerah karena malu.


"Apakah Ibu Meilin tidak keberatan jika makan siang bersama dengan saya ? " Tanya Robert .


"Mmm. " Angguk Meilin . menyatakan bersedia.


"Jika begitu , ayo kita kemon . " seru Robert meraih pergelangan  tangan Meilin , lalu seketika langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya dan segera berjalan.

__ADS_1


Meilin pun terpaksa ikut berdiri , karena Robert memegangi tangannya.


"Bisakah Pak Robert menunggu , saya akan menutup pintu dulu ?" kata Meilin , mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Robert . Namun Robert menggenggamnya lebih erat lagi , sehingga Meilin gagal melepaskan tangannya dari genggaman Robert.


"Ouh iya , iya...Baiklah. " ucap Robert dengan wajah datar , merasa tidak melakukan apapun .


"Mmmm.... Lengan saya Pak tolong dilepas ." ucap Meilin pelan , dan mengalihkan pandangannya pada tangan Robert yang masih memegang erat pergelangan tangannya.


"Ouhh ia , ia , ia...." jawab pria itu buru-buru , dan segera melepasnya , dan tetap merasa tidak berdosa atas kesengajaan itu.


Robert sebenarnya mengetahui bahwa pintu kamar Meilin masih terbuka . Tetapi ia sengaja iseng pada Wanita itu.


Ntah mengapa , Robert sangat menyukai kekesalan diwajah Meilin karena tingkah  konyolnya itu.


Tampak Robert sudah menunggu Meilin didalam Mobil.


Baru saja Meilin hendak akan masuk kedalam Mobil Robert dan sudah membuka pintunya , tiba - tiba Mobil Hebrew muncul disana.


"Hebrew . " ucap Meilin.


Sontak Robert pun keluar lagi dari dalam Mobilnya , karena melihat Mobil Hebrew yang baru tiba disana . Namun ia masih tetap berdiri dipintu kemudi Mobilnya , dengan pintu terbuka.


"Hmm dan kau...apa yang tengah kau lakukan disini Brother ? Apakah kau tengah merayu Ibu Meilin , haaa ? ? " tanya Hebrew jahil pada kakaknya itu. Dengan mimik wajah menyelidiki .


"Heii...mengapa kau tidak sopan pada kakakmu ? " ucap Robert kesal.


"isshhhh...kok jadi ribut sihhh ?


kamu orang ingin jika saya diusir oleh Ibu Kost dari sini ?" ucap Meilin dengan sangat geram dan kesal.


"Lalu...hendak kemanakah kau akan membawa pergi Ibu Meilin ?" tanya Hebrew pada kakaknya itu , mengabaikan ucapan Meilin .


Meilin sangat pusing mendengar perdebatan diantara mereka berdua.


"Aduhhh...apakah Pak Robert depresi dan setres ketika aku hilang di Singapore waktu itu ? sehingga berimbas sampai sekarang , ia jadi sedikit gila ? " pikir Meilin , menatap nanar pada Robert.


"Tingkahnya sangat aneh sekali sedari tadi . " pikir Meilin lagi.

__ADS_1


Dan akhirnya keputusan mutlak , Hebrew akan ikut makan siang bersama dengan Meilin dan Robert.


Namun... perdebatan baru muncul lagi.


Dimulai dari Mobil siapa yang akan dipakai ?siapa yang menyetir ?


dan Meilin duduk dimana ?


"Aku akan duduk dibelakang . " ucap Meilin kesal.


Robert dan Hebrew pun terdiam.


Mereka mulai perjalanan itu.


Hebrew berhenti tepat di Restauran masakan khas Italy.


"Mengapa kau membawa kami kesini?


Kau mengetahui bahwa aku sangat tidak suka makanan disini ? " ucap Robert kesal.


"Iya sudah... jika kau tidak suka , kau boleh pergi ketempat yang lain saja ." jawab Hebrew cuek.


"Jika aku pergi , Ibu Meilin ikut bersama denganku juga . " sahut Robert sigab .


"DIAMmmmmmmm...." teriak Meilin kesal.


Robert dan Hebrew tampak sangat kaget dengan teriakan Meilin , dann mereka berdua langsung terdiam .


"Astaga dragonball....hari liburku yang seharusnya tenang kok berubah jadi bencana !" bathin Meilin , ia sangat depresi oleh perbuatan dua Pria itu.


"Sekarang aku yang memutuskan kita akan makan dimana . " kata Meilin tegas .


Meilin pun membawa mereka makan pada Rumah Makan Kerang Laut , dengan aneka masakan kerang.


Belum lagi memulai untuk makan , melihat kerangnya saja Robert dan Hebrew sudah muntah - muntah.


Ternyata mereka berdua mabuk akan aroma dari Kerang Laut.

__ADS_1


Hebrew dan Robert tampak saling bergantian mengurut tengkuk mereka ketika sedang mengeluarkan isi - isi dari perut mereka


hahaha.......


__ADS_2