
"Kita langsung beristirahat saja ya Yun dikamar ! Pasti kau kelelahan setelah Penerbangan tadi ?" kata Meilin , ketika mereka sudah berada didalam kamar pada lantai 22 itu.
"Ya gitu dehh , ditambah lagi perjalanan panjang menuju kesini , tubuhku lumayan lelah ." sahut Yuyun.
"Aku juga hendak mempersiapkan materi untuk rapat besok ." kata Meilin lagi , sambil mengacak - acak bawaannya tadi , mencari sesuatu.
"Okeh ." jawap Yuyun singkat , sambil memainkan Handphonenya dengan layar bewarna biru itu.
"Apakah kau masih Merasa lapar ? " tanya Meilin.
"Kurasa tidak ." jawap Yuyun yang tampak vocus memandang pada layar Ponselnya itu . Lalu kemudian membuka tirai yang bewarna abu - abu tersebut , untuk menutupi ruangan yang terbuat dari kaca itu , karena tampak jelas terlihat transparan dari luar.
Beberapa menit kemudian , tampak Yuyun sedang berbicara dengan seseorang melalui Ponselnya . Lalu dimenit berikutnya Yuyun tampak akan keluar ke Balkon kamar . Yuyun takut suaranya mengganggu Meilin yang tampak serius bekerja , di Labtop yang ia pangku sembari selonjoran disofa.
__ADS_1
Yuyun membuka pintu untuk manuju Balkon tersebut . Pintu yang terbuat dari kaca trasfaran juga . Lalu ia keluar dan duduk dibangku yang tampak terbuat dari kayu rotan . kemudian menaikkan kakinya pada meja , bersantai . Setelah perjalanan yang sangat melelahkan itu .
Satu jam kemudian Meilin sudah selesai mempersiapkankan berkas - berkasnya , yang ia susun kedalam file berwarna merah.
Berkas yang adalah untuk materi besok pagi ketika rapat dengan Perusahaan Marta Tilaar , salah satu Produk asli Indonesia itu . Produk yang akan mereka pakai untuk penyedia SPA di Resort , yang tidak lama lagi akan Opening .
Kemudian ia membuka kopernya , untuk menyediakan pakaian yang akan ia kenakan pada rapat besok pagi . Lalu meletakkannya diatas meja rias pada kamar Presiden Suit tersebut.
Tampak ia mengeluarkan Kemeja berwarna ungu tua , dan Blezzer berwarna ungu muda , lalu dipadan dengan Celana berwarna hitam berbahan katun .
Tampak Yuyun di Balkon kamar itu masih bertelepon . Sepertinya ia bahagia sekali bercanda gurau dengan seseorang , entah dengan siapa diujung telpon itu. Begitu Meilin melihatnya sekilas . Ketika ia keluar dari kamar mandi .
Sambil teleponan , Yuyun juga terlihat tengah menikmati udara malam yang tidak begitu dingin , dan juga pemandangan indah yang langsung menjurus kearah pantai.
__ADS_1
Terlihat sangat indah lampu - lampu milik Nelayan yang berjajar ditengah pantai itu , pada sebuah pondok - pondok kecil yang terbuat dari kayu dan bambu berjejer rapi ditengah laut .
Terlihat juga Kapal Tangker milik TNI AL diujung pantai pulau itu.
Angin meniup daun Kelapa dengan lembut sepoi - sepoi.
"Aku akan segera tidur lebih dulu ." guman Meilin , yang tampak sudah mengantuk , dan sudah menguap berulang - ulang kali.
Namun.... ia masih melihat Yuyun bercanda gurau lewat telepon , dengan mata yang masih segar bugar.
Sedari dulu Yuyun memang kuat begadang . Apa lagi jika sudah Teleponan , Yuyun tidak akan ingat waktu untuk istirahat.
Seperti biasa ...tidak perlu menunggu lama , si Putri tidur itu dalam hitungan menit sudah tertidur pulas , dengan tubuh meringkuk dibalik selimut yang berwarna putih bersih itu.
__ADS_1
Selesai teleponan Yuyun masuk kekamar . Ia melihat Meilin sudah tertidur pulas.
"Hmmm...dasar si Putri tidur ! " guman Yuyun , memandangi wajah sahabatnya itu , wajah yang penuh dengan kelelahan , tetapi tetap kelihatan tegar . Atau tepatnya... UNTUK TETAP TERLIHAT KUAT DAN TEGAR.