Bilamana Hari Itu Tiba

Bilamana Hari Itu Tiba
HEBREW


__ADS_3

" Hmmmm .. besokkan Ibu Meilin off day ." tiba - tiba Robert mengingat bahwa esok hari adalah off daynya Meilin.


"Ahhhh baik ." gerutu Robert lagi . Sambil mengusap - usap kepalanya sendiri . Yang mungkin tidak gatal.


" Ting ." Ponsel Robert berbunyi , tanda ada chat yang masuk.


" Ok. " bathiin Pria tersebut . Tampak tengah membayang kan sesuatu . Ntah apa .


***


" Heiii...lama tidak bertemu ,


Kau sudah lebih tinggi dariku . " sapa Robert pada seorang Pria . Ketika Pria yang ditunggu tersebut sudah berada didekatnya , dan mereka pun berpelukan.


" Ahhhh...kau terlihat bertambah ganteng saja Brother ." sahut Pria itu , menepuk pundak Robert dengan lembut , setelah mereka melepas pelukan .


Pagi itu Robert menjemput adiknya ke Bandara , penerbangan dari Canada.


Ya , Robert adalah blasteran Indonesia - Amerika . Ibunya Amerika dan Ayahnya Indonesia.


" Bagaimana kabar Hotel mu ? " tanya adiknya lagi , yang bernama Hebrew tersebut .


"Sangat baik.


Bulan depan aku akan mulai dalam pembangunan Resort ." jawap Robert . Sembari mereka berjalan menujuย  Mobil .


" Luar biasa kerjamu Brother. Daddy pasti sangat kagum padamu ." sahut Hebrew sambil menepuk pundak saudara kandung nya itu lagi .


Sesampainya di Hotel , mereka langsung keruangan Robert.


Robert tampak duduk disofa tamu . Sementara Hebrew langsung duduk dibangku kebesaran Robert.


"Kau sungguh mewarisi ketekunan Mommy dalam berbisnis ." kata Hebrew memuji , bangga pada pria itu yang adalah saudara satu - satunya.

__ADS_1


Robert tersenyum manis dengan pujian dari adiknya itu , yang tampaknya bukan pujian sekedar basa basi.


"Hmmm ...


Apakah ini Photo pacarmu ?" tanya Hebrew , dengan mata masih tertuju pada layar Labtop Robert , yang sedari tadi dibuka olehnya.


Sontak Robert kaget dan langsung menghampiri meja kerjanya itu.


"Hei bocah...apa yang kau lakukan ?" nada Suara Robert terdengar meninggi . Memandang tajam pada layar Labtop nya .


"Hei bung , santai saja ."goda Hebrew lagi , dengan senyum jahilnya.


"ku harap kau segera beranjak dari sana ." ucap Robert , memberi peringatan .menahan kesal .


"Hmmm...Wanita itu masih muda ." goda Hebrew more and more.Meletakkan tangan didagunya .


"Tutup mulutmu bocah , kau sungguh tidak sopan diruangan orang lain ." sahut Robert yang terlihat sedikit kesal.


"Hellooo...sejak kapan kau menjadi pria super sensitif begini Brother ?" Hebrew terkekeh , semakin mengisenginya.Lalu berdiri dari bangku .


"Uuuuhh baiklah ." sahut Hebrew datar . Mengikuti langkah kakaknya itu . Sebelum beranjak dari sana , Ia kembali melirik pada poto yang ada dilayar urama Pada Labtop kakaknya tersebut .


"Apakah kau akan melakukan Party atas wisuda mu ?" tanya Robert , ketika mereka didalam Mobil . Tengah dalam perjalanan pulang kerumah mereka.


"Itu tergantung Daddy ." jawap Hebrew datar.


*****Ditempat lain , diwaktu yang sama*.


"Mel , tadi malam ketika kau sudah tidur , General Managermu menelpon ." kata Yuyun , setibanya ia dikamar , setelah pulang kerja pukul tiga sore.


" Apa ? kok kamu tidak beritahu aku sihhh ?" jawap Meilin kaget dan spontan duduk . Wanita itu melirik sahabatnya tersebut dengan tatapan sempurna.


" Bagaimana aku memberi tahu padamu , aku berangkat kerjapun kamu masih tidur . Bahkan aku berangkat kerja aja kamu tidak tau ." sahut Yuyun , yang akan beranjak kemeja makan.

__ADS_1


Terlihat Meilin hanya cengar cengir dan kembali tiduran.


"Dasar ****** !" gerutu Yuyun lagi .Melihat tingkah Meilin tersebut. sambil berjalan menuju meja makan.


"Ya ampun Mel...." teriak Yuyun tiba - tiba , mengagetkan lagi wanita yang tengah bermalas - malasan pada dipan tersebut.


"Ada apa ?" sahut Meilin bingung dan sontak kembali duduk .


"Bahkan kau belum menyentuh serapanmu sama sekali ?" kata Yuyun lagi , setelah membuka tudung saji pada meja makan mereka.


"Ahh kirain ada apa ." gerutu Meilin lagi dan kembali tiduran manja . meringkuk.


"Hei ****** bangun , atau kau memilih disiram ." seru Yuyun , sambil memegang teko berisi air minum.


"Uuuhhhhhh baiklah ibu tiri ." gerutu Meilin lagi , dan kini sudah terlihat kembali duduk.


"Setelah kena penyakit , baru tau rasa ." Yuyun pun kembali ngedumel , dengan nada setengah kesal.


"Aku mandi dulu ahhh ." kata Meilin cuek , mengabaikan omelan temannya itu , sambil berlalu kekamar mandi mereka.


"iiissshhhh busuknya . Bahkan baju yang ia kenakan sekarang pun masih baju yang kemarin dia pakai berangkat kerja ." Yuyun ngedumel lagi , bak Ibu-ibu yang tengah mengidam.


"Aku dengar ya ." teriak Meilin dari kamar mandi.


"Ouh iya Yun , Pak Robert bilang apa ke kamu tadi malam ?" teriak Meilin lagi , bertanya dari kamar mandi , ketika suasana senyap sejenak.


"Ketika aku bilang kamu sudah tidur , beliau langsung mengakhiri pembicaan kami ." teriak Yuyun menjawap.


Dua Prempuan itu seperti berada dipulau yang tak berpenghuni.


Dikira tetangganya budek semua apa?


Dikira tetangga nya gak kebisingan apa ? mendengar teriakan mereka berdua .

__ADS_1


jangan lupa di like dan dikoment ya teman teman๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


ufchh juga vote nya .


__ADS_2