BLOODY ROSE

BLOODY ROSE
prolog


__ADS_3

Bau anyir seluruh ruang bawah tanah yang berdinding besi, berlumuran darah tiap sudutnya


Seorang pria duduk disudut ruangan itu, menatap seorang wanita yang terbaring diatas meja tersebut.


Pria itu memainkan pisau di tangan kanannya.


" Bukankah ia sangat cantik?" Tanya pria itu dengan senyum pandangannya berganti ke arah besi berventilasi besar yang terdapat wajah gadis berumur 16 tahun disana.


Gadis itu diam menatap wanita itu tanpa Ekspresi.


Wajahnya cantik , tatapan'nya dingin, dan sisi bibirnya terdapat luka kecil yang mulai mengering.


"Apa kau tau? aku sangat menyukaimu sejak awal kita bertemu? kau sangat langka. " pria itu tersenyum dengan parasnya yang tampan,


Gadis itu masih terdiam menatap gerakan kecil dari wanita itu, yang menandakan bahwa ia akan terbangun. Gadis itu menjauhkan wajahnya dari ventilasi itu.


"A...ku dimana!!!." Wajah wanita itu melihat sekeliling ruangan itu sejenak ia mengingat terakhir ia pulang dari sebuah club malam ,dan ada yang mendekap mulutnya dari belakang dengan obat bius.


"Apa tidurmu nyenyak?"


Pria itu tersenyum mendekati wanita itu


"Ka...ka..kau siii,,.siiiapa?!" Setengah membentak wanita itu bergerak mundur.


"Ah, aku romeo mu sayang"


Pria itu masih tersenyum dengan satu tangannya yang masih terlipat menyimpan pisau kecil dibelakang tubuhnya yang atletis.


Badan wanita itu bergetar ketakutan, matanya mulai meneteskan air mata.


Melihat tangannya penuh dengan noda darah, ia ingat apa yang dikatakan ibunya untuk tidak keluar malam hari karna ada pembunuh berantai yang berkeliaran diluar sana


Namun ia tak mendengarkan apa yang dikatakan ibunya, dan mungkin ini adalah ganjaran yang harus ia terima.


"Mendekat lah"


"Tidak. Tolong biarkan aku pergi. Aku mohon!" Wanita itu memohon dengan suara serak akibat menangis


"Aku memang akan membebaskanmu sayang. Jadi kemarilah aku tak menyakitimu. Kau hanya perlu melakukan sesuatu. Lagi pula kau cantik. Mendekatlah"


Pria itu tersenyum menatap wanita itu dengan lembut.


"Be..benarkah kau akan membebaskan aku? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya wanita itu mulai mengusap air matanya.


"Mendekatlah,aku akan memberitahumu. "


Pria itu menyanggah wajahnya dengan kedua tangannya. Wajahnya masih tersenyum menatap wanita itu yang mulai mendekatinya.


"Jadi Ap-."


Brug ! brug! Brug!


"Wow,kau semakin cantik mira-ya"


.


Romeo menghantamkan kepala mira dengan tangan kirinya ke arah paku yang sudah ia tutupi dibelakang lengan kanan, dengan cepat darah segar mulai mengalir dari kepala mira


Suara tawa romeo mulai memenuhi ruangan itu.


"Liat dia!! dia menjadi semakin cantik bukan??" Tanya romeo disela tertawa pada gadis dalam lemari itu yang menatapnya dengan dingin.


Tangan gadis itu memegang sebuah besi kecil runcing dan mulai meremas dengan kuat.


Lagi lagi ia harus melihat bagaimana cara romeo membunuh wanita itu tanpa perlu waktu lama.

__ADS_1


Gadis itu bersumpah akan tetap hidup hingga ia melihat iblis itu membusuk dalam penjara,


Ia terima semua kesakitan yang romeo berikan tanpa air mata,jeritan,ataupun memohon kepadanya, karna hanya itu yang bisa membuatnya ia tetap hidup.


Gadis itu tau jika romeo sangat menikmati jeritan para korbannya


Sedangkan menangis memohon hanya akan membuat romeo semakin cepat membunuh korbannya.


Sudah banyak korban berakhir mengenaskan ditangan iblis itu.


Jangan tanya apakah gadis itu tidak menolong yang lain?


Gadis itu mencoba menolong mereka semua dengan memberitahu mereka untuk tidak berteriak ataupun menangis.


Mereka tidak mendengarkannya melainkan berteriak sangat kencang dan memohon kepada iblis itu untuk membebaskan mereka alhasil mereka semua mati


Sedangkan gadis itu hanya menerima tamparan keras dua minggu yang lalu. Romeo memergokinya memberi minum pada wanita berumur 21 tahun


Romeo memang mengurung gadis itu didalam lemari besi itu tapi ia tidak menguncinya dan selalu memberi makanan serta minuman untuknya.


Gadis itu tidak mementingkan ego nya, ia memakan semua yang diberikan romeo hanya karna ia tidak ingin mati sia sia terlebih dahulu sebelum bantuan datang.


Gadis itu percaya bahwa diluar sana banyak yang mencari iblis ini.


******************//**********//****************


"Shit!" Namjoon melempar setumpuk kertas laporan orang hilang yang hampir semua yang hilang adalah seorang wanita berumur 16-21 tahun ke meja kerjanya


"Bagaimana ini hyung? Korban semakin banyak bertambah. ******** sialan itu selalu lolos dari kita " ucap suho dengan wajah yang berantakan.


Sudah hampir 6 bulan mereka mengejar psikopat gila itu yang membuang jasad para wanita itu dengan tubuh yang sudah tidak utuh.


"Aku tau suho-ya !! Tapi ******** sialan itu selalu didepan kita ! "


Mata namjoon sesaat beralih ke arah wanita itu dengan tatapan putus asa tersorot jelas dimatanya, Wanita itu adalah kim hera.


"Aku yakin kau akan menemukan ******** itu nam. Tenang lah" hera mengelus pundak namjoon.


"Terimakasih" ucap namjoon menatap hera sejenak lalu pandangannya kembali ke foto tkp para korban, mata menangkap sebuah bangunan yang mirip dengan rumah kayu difoto korban yang terakhir mereka temukan di hutan pinggir kota seoul.


Namjoon tersenyum, disela sela keputus asa'annya ada tangan tuhan menolongnya, segeran ia memerintahkan suho dan hera berserta team khusus untuk bersiap ke rumah kayu itu


" kau tak akan bisa lepas kali ini ********" ucap namjoon menatap foto rumah kayu itu. .


.


.


.


.


.


Butuh 30 menit dari seoul sampai ke hutan itu team khusus namjoon sampai disana saat matahari mulai tenggelam. Mereka bergegas mengepung rumah kayu itu.


Namjoon dan sohu masuk terlebih dahulu ke dalam rumah kayu itu dengan sangat hati hati sedangkan hera bertugas diluar bersama polisi lainnya.


Namjoon mulai memeriksa rumah itu tapi tidak ada yang mencurigakan hingga kakinya tersandung besi melengkung di lantai kayu yang setengah tertutup karpet


Suho melihat besi itu lalu menatap namjoon, namjoon pun mengangkat telunjuknya meletakannya ke bibirnya dan mengangguk, mengisyaratkan untuk suho standby dengan pistol nya.


Namjoon pun membuka pintu ruang bawah tanah kayu itu dengan hati hati. Berharap masih ada wanita yang bisa ia selamatkan dari ******** itu.


Mereka menuruni anak tangga itu dengan perlahan hingga sampai di pintu besi yang terkunci dari dalam.

__ADS_1


Bau anyir yang mulai tercium memasuki indra penciuman mereka.


Namjoon pun mulai berusaha membuka pintu besi itu dengan trik yang ia pelajari dari buku usang milik alm. Ayahnya.


Saat Pintu itu terbuka, mereka disambut oleh kepala seorang wanita diatas meja yang dikabarkan hilang 3 hari yang lalu


Suho langsung memutahkan semua isi perutnya saat melihat kepala itu sedangkan namjoon melihat kepenjuruh ruangan mencari apa yang Ia cari , Hingga ia menyadari ada seseorang dibalik pintu kayu yang tak jauh dari meja itu berjalan ke arah mereka.


"Wah, kau menemukanku akhirnya? Namjoon-ssi." Ucap romeo yang berjalan santai menggunakan celemek penuh noda darah.


"Kau tak akan bisa lolos lagi ********!" Namjoon mengangkat sebuah pistol m16 nya kearah romeo.


Romeo pun tertawa keras hingga suaranya memenuhi ruangan itu. Suho memandang romeo dengan ngeri.


Bagimana bisa seorang tertawa semengerikan itu disaat seperti ini.? suho mengambil kesimpulan bahwa orang itu benar benar sudah tidak waras . Suho pun menatap namjoon yang sudah siap menembak romeo.


"Ayo tembak? Bukankah kau sudah mengincarku selama ini? Ayo lakukan sekarang."


Romeo membuka kedua tangannya dengan lebar lalu menutup matanya,dan tak lupa tersenyum dengan wajah tampan.


JLEB! JLEB ! JLEB !!!


Namjoon dan sohu terdiam saat melihat seorang gadis muda yang entah dari mana ia datang, gadis itu menusuk punggung romeo.


Romeo membalikan badannya berjalan kearah gadis itu tanpa memperdulikan darah segar keluar dari punggungnya


Gadis itu pun melangkah mundur menjauhi badan romeo . Namun dengan cepat peluru namjoon menembak kedua kaki romeo dan membuatnya jatuh berlutut menahan darah keluar dari kedua kakinya.


"Ka..u" romeo menatap gadis itu dengan penuh emosi.


"Ajalmu sudah menjemputmu" gadis itu berbisik ditelinga romeo lalu berlari ke namjoon.


"Tangkap dia, dan jangan biarkan dia lepas. " ucap gadis itu menatap namjoon dengan dingin .


Dengan cepat namjoon memborgol tangan romeo,sedangkan suho memberi perintah untuk team mereka untuk membantunya.


"Jangan ambil gadisku!!!! Jauhkan tangan sialanmu dari badannya!! Dia milikku!!! ********!!" Teriak romeo disela kesakitannya melihat suho merangkul gadis itu.


"Kau! Tak akan bisa melupakanku lily! Aku akan membawamu kembali!


Romeo berteriak saat polisi membawanya melewati gadis itu,


Gadis itu melihatnya dengan dingin. Tidak ada air mata yang jatuh ataupun rasa ketakutan disorot matanya.


Namjoon pun mendekati gadis itu , memegang tangannya dengan rasa bersyukur karna ia telah menyelamatkan 1 nyawa dari psikopat itu.


"Apa kau soorin? Kau aman sekarang . Ayah dan ibu mu pasti sangat senang bisa melihatmu kembali. Aku akan mengantarkanmu"


Gadis itu pun menggelengkan kepalanya mentap namjoon dengan matanya yang bundar dan dingin


Gadis itu tau bahwa wanita yang bernama soorin itu sudah mati 2 minggu yang lalu dan jasadnya hancur dimesin penggiling daging.


"Aku bisa pulang sendiri, dan-" ada jeda pada kalimat terakhir gadis itu sebelum ia pergi dari namjoon.


"Aku bukan soorin" gadi itu pun berlari keluar dari rumah kayu itu


Saat namjoon mengejarnya namun ia kehilangan jejak gadis itu. Ia berpikir sejenak jika ia bukan soorin jadi siapa gadis itu?


*********************//*************************


Hai guys!!! lanjut ga nih?? kalo mau lanjut Jangan lupa vote, like dan komen.


ini baru awal cerita !!! masih banyak keseruan yang akan terjadi selanjutnya!!!


__ADS_1


__ADS_2