Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
pagi yang panjang


__ADS_3

Sepasang anak manusia sedeng asik tidur bersama tanpa adanya ikatan.mereka tidak terganggu dengan sinar matahari yang masuk lewat celah-celah gorden.


Aksa masih saja dengan posisi memeluk Lily tanpa mengubah posisi terakhir kali mereka melakukan yang menyenangkan menurut Aksa.


"Li bisa ga liat aku sebagai lelaki bukan anggap kakak." ucap Aksa yang masih betah memandang tidur Lily.


Tidak lama kemudian terdengar suara dering ponsel Aksa yang ada di lantai,tanpa membuang waktu Aksa pun bangun untuk mengambil ponsel yang berdering dari semalam.


"hmm." ucap Aksa malas.


" tuan anda di mana semalam,dari malam saya sudah mencari anda." ucap Rio panik


"aku sedang menghukum nona muda mu."ucap Aksa yang sedang duduk di pinggir kasur sambil melihat Lily tidur.


"tuan tidak melakukan yang aneh kan?."ucap Rio ambigu


"yah,seperti yang kamu tau." ucap Aksa


"Rio selidiki kejadian semalam,siap yang sudah berani memasukkan obat perangsang ke Lily." ucap Aksa dingin.


"tuan jangan bil---." ucap Rio terpotong


"yah kau benar semalam kami melakukan itu."ucap Aksa tanpa beban


"tuan ini bikin masalah tambah rumit saja,ya sudah saya selidiki kasus ini dulu tuan."ucap Rio


"oh iya tuan jangan lupa ada seseorang yang memperhatikan kalian." ucap Rio khawatir


"hmm, aku tau.pasti berita ini sudah terdengar oleh mereka."ucap Aksa tidak peduli


"kalo beli saya pamit tuan." ucap Rio


Aksa pun memutuskan sambungan telepon,dan akan membangunkan Lily untuk sarapan tidak bisa di sebut sarapan sih karena waktu sudah jam sepuluh lewat.


"Lily bangun kamu harus makan dan mandi." ucap Aksa lembut


"Lily."ucap Aksa sekali lagi dan tetap tidak ada respon


Dengan khawatir nya Aksa pun membawa Lily ke kamar mandi dan meletakkan di bathtub yang sudah terisi air hangat. Dengan telaten Aksa memandikan Lily yang lemas dan harus menahan nafsu nya sendiri yang sedang membersihkan badan Lily yang di penuhi kiss mark oleh dirinya.


Setelah di rasa cukup bersih Aksa pun membawa Lily ke luar kamar mandi untuk mengeringkan rambut dan badannya. Di letakkan Lily di sofa yang cukup besar yang ada di kamar.


"Lily kamu mau makan apa."ucap Aksa yang hanya di respon dengan membuka mata lalu menutupnya lagi.


"Li kamu harus makan." ucap Aksa lagi


"apa saja." ucap Lily dengan nada lemas


"okei sebentar kakak pesankan dan kakak akan memanggil room service."ucap Aksa


"iya." ucap Lily yang tidak bertentangan dan bercampur marah

__ADS_1


"kalo gitu kita pindah ke kamar Kaka selagi kamar kamu di bersihkan." ucap Aksa yang akan mengendong Lily ala bridal style.


Di dalam kamar Aksa,Lily pun di letakkan kembali di kasur.


"Lily kalo mau marah silahkan tapi kamu harus ada tenaga hmm." ucap Aksa yang melihat Lily diam saja


"ayo sekarang ganti baju yang kakak saja." ucap Aksa yang membantu Lily mengantikan baju dengan kaos yang dia punya.


Tidak lama kemudian datanglah room service yang membawakan makanan mereka.


"Lily bangun waktunya makan." ucap Aksa dan lagi-lagi tidak ada respon


"apa mau kakak suap kan." ucap Aksa yang membangun Lily dengan menyenderkan di kepala ranjang.


"buka mulutmu, kakak memesan makanan kesukaan kamu.dan kakak akan mengobati luka kamu." ucap Aksa yang sedang berusaha menyuapkan makanan.


"sudah." ucap Lily pelan


"baik,habis ini kamu boleh tidur kembali."ucap Aksa yang sudah mengobati luka lecet di daerah kewanitaan Lily.


Setelah selesai Aksa pun melanjutkan makannya yang tertunda, sembari makan Aksa memikirkan cara supaya Lily tidak membencinya.


Tidak lama setelah selesai makan Aksa pun menerima telepon dari Rio sang asisten.


"bagaimana Rio." ucap Aksa tegas


"saya sudah mengamankan pelaku nya tuan."ucap Rio


"baik tuan, semangat tuan untuk mengejar masa depan."ucap Rio dengan menghibur Aksa.


"hmm." ucap Aksa lalu menutupnya sambung telepon.


Tidak lama kemudian Aksa pun menghampiri Lily dan menidurkan badannya di sebelah Lily.


"maaf sayang kumohon jangan tinggalkan aku nanti, i love you Lily." ucap Aksa yang mencium kening Lily lalu memeluk lily.


Tidak lama kemudian Aksa pun tertidur sambil memeluk Lily dengan erat seperti takut kehilangan.


§§§§


Siang pun terlewati berganti dengan sore hari yang sejuk. Mereka pun masih terlelap dalam tidur nya. Sampai dering ponsel membangun kan seseorang.


"Aksa bagaimana keadaan di sana." ucap paman marvel yang menelpon


"hmm,aman paman." ucap Aksa dengan suara yang baru bangun tidur


"syukur lah kalo begitu,ini aunty mu cemas dari semalam memikirkan lily.oh iya di mana anak itu dari semalam tidak mengangkat telepon paman."ucap Marvel


"ada dia sedang berbelanja dengan temennya paman." ucap Aksa dengan Bersalah


"baiklah kalo begitu, paman pamit tolong pulang cepet ya paman rindu." ucap Marvel

__ADS_1


"iya paman." ucap Aksa.


Selama Aksa bertelepon ada seseorang yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka,siapa lagi kalo bukan Lily yang sudah bangun ketika mendengar nada dering telepon.


"hei kau sudah bangun,ingin makan malam di luar."ucap Aksa yang memandangi wajah Lily.


"aku ingin makan di kamar saja."ucap Lily dengan pandangan kosong


"baiklah biar nanti aku pesankan." ucap Aksa dengan seolah baik-baik saja


"kau ingin mandi dulu."ucap Aksa yang akan bangun dari kasur


Tidak ada jawaban dari Lily.


"baiklah biar kakak siapkan airnya dulu. " ucap Aksa yang masuk ke kamar mandi tanpa tau Lily yang menangis.


Setelah selesai mengisi air di bathtub Aksa pun akan melangkah ke Lily tapi harus di tahan saat mendengar tangisan lirih.


"hei,it's okay sayang." ucap Aksa yang langsung memeluk Lily


"aku akan tanggung jawab.jadi kamu jangan menangis okei." ucap Aksa yang menghapus air mata Lily.


"sekarang mandi dulu lalu makan dan baru kita akan membahas masalah ini okei sayang."ucap Aksa yang mengangkat Lily menuju kamar mandi


"kalo sudah selesai panggilan Kaka okei." ucap Aksa yang meletakkan Lily di pinggir bathtub dan lalu keluar dari kamar mandi.


selagi menunggu Lily mandi Aksa hanya bisa merenung kan diri dan berbagai macam pikiran.


tidak lama kemudian Lily keluar dari kamar dengan dress tidur yang sudah Aksa siapkan.


"kau sudah selesai,kalo begitu kita akan makan makan malam." ucap Aksa yang menuntun tangan Lily ke luar dari kamar Aksa menuju meja makan yang ada di ruang Aksa.


"makan yang banyak Li." ucap Aksa yang meletakkan cake black forest ke hadapan Lily.


Setelah selesai makan akhirnya mereka bangun dan menuju sofa ruang tamu yang ada di ruangan Aksa.


"Li dengarkan kakak berbicara dulu okei,Li kakak minta maaf apa yang telah terjadi semalam tapi kakak sama sekali tidak menyesal sekali pun." ucap Aksa mantap dengan menghadap Lily


"kak ini juga salah Lily harusnya Lily bisa menahan nafsu semalam." ucap Lily lirih


"engga lily yang harus nya menahan nafsu adalah kakak,harus kakak tau kamu semalam minum obat perangsang bukanya memanggil dokter malah melakukan yang enak." ucap Aksa yang mengambil tangan Lily lalu menggenggam dengan tangannya.


"kakak ga usah khawatir biar ini menjadi rahasia kita berdua saja ya kak,aku tidak ingin dengan masalah ini malah membuat kakak harus bertanggung jawab." ucap Lily tegas


"apa maksud kamu,kakak memang harus tanggung jawab dengar." ucap Aksa yang menarik wajah Lily untuk menghadapnya.


"lebih baik kita cari tau siapa yang sudah berani dengan ku." ucap Lily marah


"dengar apapun yang terjadi kakak akan tanggung jawab dan untuk orang yang telah melakukan ini akan kakak buat menyesal."ucap Aksa yang menyentuh muka Lily dan mendekatkan dengan wajahnya tidak lama kemudian mereka pun berciuman tanpa adanya nafsu yang ada hanya rasa frustasi.


Setelah selesai berciuman Aksa pun memindahkan lily dan meletakkan di pangkuannya.

__ADS_1


" Li dengar selama kakak hidup kamu aman okei."ucap Aksa yang sedang memeluk Lily di atas pangkuannya dan Lily pun hanya pasrah dengan keadaan yang ada.


__ADS_2