Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
malam pertama Naya dan kaivan


__ADS_3

Sedangkan saat ini Naya sedang menunggu sang suami pulang setelah dia di telepon oleh seseorang yang mengabari kalo suaminya mabok di club' sendiri.


"ya ampun mas kenapa kamu jadi gini sih."ucap Naya melihat kaivan di papah oleh orang yang di kenal


"sorry nay tadi gua liat KAI mau di goda cewe gua takutnya nanti malah di manfaatin."ucap Ardi teman kaivan dan Naya saat di kampus


"thanks you Ardi,maaf kalo bikin repot."ucap Naya mengambil kaivan dari Ardi


"lu serius mau bawa sendiri ga mau gua bantu sampai kamar."ucap Ardi kasih melihat Naya


"boleh Ardi silahkan masuk."ucap Naya mendahului Ardi menuju kamar kaivan


"baiklah nay, nanti kalo dia bangun bikin sop hangat dan berikan obat pereda sakit."ucap Ardi setelah meletakkan KAI di kasur


"makasih banyak Ardi ga tau lagi kalo ga ada lu KAI kaya gimana di sana,mari gua anter ke depan maaf ga bisa gua jamu ga enak udah malam."ucap Naya


"gapapa nay tenang aja kalo gitu gua balik dulu ya ."ucap Ardi pergi mengendarai mobil nya


Setelah itu Naya pun menuju ke kamar kaivan lalu Naya melepaskan baju dan sepatu yang masih di gunakan.naya pun mengelap badan kaivan dengan lap dan air hangat.


saat akan pergi ke luar kamar kaivan tangan Naya di tahan oleh kaivan.


"jangan pergi."ucap kaivan yang setengah mabuk


"tidurlah mas."ucap Naya ingin melepaskan tangannya dari genggaman kaivan


"jangan pergi tidur denganku saja."ucap kaivan menarik Naya hingga menimpa tubuh kaivan


"mas lepas kau mabuk."ucap Naya ingin bangun


namun bukanya lepas dari pelukan kaivan Naya malah harus di kagetkan dengan ciuman mendadak dari kaivan.


"Naya aku ingin kamu malam ini."ucap kaivan lalu mencium lagi Naya dengan brutal


"mas lepas kamu ga sadar aku ga mau kamu menyesal dengan apa yang terjadi nanti."ucap Naya melepaskan ciumannya.


"tidak akan ku lepaskan malam ini Tia kau penghianat."ucap kaivan melantur

__ADS_1


"mas lepas aku Naya bukan Tia."ucap Naya menangis setelah kaivan menyebutkan nama perempuan lain


"tidak kau jangan pergi tidak peduli kau siapa."ucap kaivan menggulingkan Naya sehingga saat ini posisi Naya di bawah dan kaivan di atas.


Lalu kaivan menurunkan ciuman nya ke leher hingga membuat tanda yang banyak dengan tangannya melepaskan pakaian Naya yang saat ini hanya menggunakan dress tidur yang memudahkan kaivan untuk melepaskan baju tersebut.


"mas kalo kamu ingin silahkan tapi kamu harus ingat kalo aku Naya mas."ucap Naya pasrah saat tangan nakal suaminya memainkan bukit miliki nya


"baiklah sayang ku."ucap kaivan yang sekarang malah menyusu seperti bayi kehausan


"pelan-pelan mas,sakit."ucap Naya kepada suaminya


"bagaimana kita lanjut ke intinya saja aku sudah tidak tahan."ucap kaivan bangun lalu membuka baju hingga celana nya membuat dia telanjang bulat.


Sedangkan Naya hanya bisa mengalihkan pandanganya dari gajah milik suami nya itu.


"sudah siap sayang."ucap kaivan lalu tanpa aba-aba memasuki miliknya ke gua milik Naya dengan kasar.


"aw mas pelan sakit."ucap Naya saat suaminya menghentakkan milik suami ke miliknya dengan cepat dan kasar


"mas ampun, pelan-pelan mas sakit."ucap Naya menahan tangisan dia hanya bisa melampiaskan sakitnya dengan mencakar punggung kaivan


Perbuatan mereka tidak ada jeda walaupun Naya memohon berhenti karena cape namun kaivan seakan tuli dia berlomba-lomba memenuhi nafsu setan ya itu hingga pagi menjelang barulah mereka berhenti dan tertidur sambil berpelukan.


Sedangkan suami istri yang baru saja berbuka masih tidur,di rumah sakit saat ini Lily dan Aksa sudah siap untuk pulang mereka di jemput oleh kak Gavin yang sudah ada di perkirakan.


"udah sayang jangan cemberut terus nanti baby ikutan loh."ucap Aksa menghibur Lily yang marah karena harus menggunakan kursi roda sampai waktu belum di tentukan.


"habisnya kan kak aku sudah sehat masa jalan dari sini ke parkiran harus menggunakan kursi roda sih malu kak di lihat banyak orang."ucap Lily merengek


"gapapa sayang ini demi kebaikan kamu dan baby kita,Kakak ga mau ya liat kamu berjalan dulu saat ini kamu harus patuh jangan sampai kita menginap lagi di rumah sakit.kamu ga mau kan di sini terus."ucap Aksa lembut


"iyaa kak."ucap Lily


Mereka pun turun menggunakan lift menuju basemant rumah sakit.


"hai adik kakak yang cantik kok cemberut ga happy ya pulang ke rumah."ucap Gavin membantu membawa barang-barang Lily menuju mobil yang dia parkir

__ADS_1


"aku bete kak masa ga boleh jalan sih."ucap Lily mengadu kepada Gavin


"ini kan demi kebaikan kamu dan baby Li di bawa enjoy aja nanti juga terbiasa kok,lagian ga lama ini kan yang penting kamu harus nurut dan jangan bandel kalo di kasih tau."ucap Gavin menceramahi Lily yang kadang bandel masa mau punya anak begitu kelakuannya.


"kak Gavin dan kak Aksa sama aja bikin badmood Lily tau, pokoknya nanti sampai rumah aku ingin memakan kue buatan kak Naya aja hanya kak Naya yang pengertian."ucap Lily yang sudah masuk mobil lalu membuang muka ke jalanan dia tidak ingin melihat Aksa yang duduk di sebelahnya


"baiklah nanti kamu bisa makan kue sepuasnya."ucap Gavin seadanya lalu menjalankan mobilnya menuju kediaman Narendra tanpa tau orang yang harusnya membuat kue saat ini masih tidur pulas di pelukan suaminya .


"sial apa yang terjadi semalam."ucap kaivan melepaskan pelukan nya lalu terduduk memegang kepalanya yang pusing


"apa yang aku lakukan dengan Naya."ucapnya melihat keadaan dia dan Naya tidak mengunakan baju


"Naya bangun kamu apa kamu lakukan kepada semalam."kaivan mengguncang tubuh Naya yang masih tidur tak lama Naya pun bangun


"mas."ucap Naya pelan


"apa yang terjadi semalam Naya."ucap kaivan menahan amarahnya


"mas yang mau kita tidur bersama."ucap Naya pelan takut suaminya marah.


"lalu kamu tau kan semalam aku mabuk jangan bilang ini akal-akalan mu biar kita tidak bercerai dengan cara tidur bersama."ucap kaivan marah


"engga mas sungguh semalam aku sudah menahan tapi kamu yang memaksa aku."ucap Naya dengan menahan air mata nya


"dasar ****** jangan harap dengan apa yang kita lakukan ini membuat aku simpati, malahan aku merasa jijik dengan kelakuan mu yang murah ini."ucap kaivan lalu bangun menuju kamar mandi meninggalkan Naya yang sedang menangis sendirian.


"apa salahnya melakukan ini dengan suaminya sendiri."ucap Naya menangis lalu bangkit menuju kamarnya di sebelah.


Namun Naya harus menahan sakit dan perih di ************ wanita nya saat akan berjalan.


"ya tuhan sakit sekali."ucap Naya berjalan menahan sakit dengan hanya menggunakan selimut sebagai penutup badannya yang telanjang bulat ini.


Saat Naya sampai kamarnya pun naya langsung terjatuh di lantai tak lama menangis dengan pilu.


"ya tuhan apa salah ku mengapa mencintai seseorang sesakit ini,aku tidak kuat."ucap Naya pilu


Sedangkan di kamar kaivan saat ini dia sudah selesai mandi dan akan keluar dari kamar mandi namun pandangan nya tertuju ke kasur yang semalam menjadi aktivitas yang panas namun yang membuatnya kaget adalah bercak merah yang dia tau adalah dia sudah merenggut keperawanan Naya sang istri yang sudah hampir dua bulan menjadi istrinya.

__ADS_1


"sialan apa aku lakukan semalam kenapa aku tidak mengingat apa terjadi semalam."ucap kaivan memukul kepala nya sendiri.


Tak lama kaivan pun pergi menuju rumah sakit yang saat ini memang ada jadwal nya untuk memeriksa pasien yang akan di operasi besok.


__ADS_2