
Waktu cepat berlalu sudah hampir satu dua Minggu lamanya Aksa dan Lily tidak bertemu semenjak Aksa mengantar Lily pulang dari liburan dan itu membuat mood Lily kurang baik selama ini.
"Li malam ikut ga ke acara ulang tahun sekar?."ucap Luna yang sudah membereskan barang-barangnya ke dalam tas
"ikut kayanya lun."ucap Lily berdiri dari kursi
"hai kalian lama banget sih ngobrol nya lanjut di kantin aja."ucap mita
Setelah itu mereka pun pergi keluar kelas menuju kantin yang cukup ramai
"kalian mau makan apa."ucap mita yang akan memesan makanan
"baso aja lah gua."ucap Luna
"iya aku juga samain mit." ucap Lily terhadap Mita
"okei deh eh tuh liat siapa yang datang."ucap mita yang sudah ke stand baso
"hai kalian semua."ucap Raka
"hai Raka,eh rak lu malam datang ke acara ultah Sekar."ucap luna
"ikut kok gais,Li lu ikut juga kan."ucap Raka yang masih gencar-gencarnya deketin Lily
"iya lagian di rumah suntuk juga rak."ucap Lily yang tidak lama kemudian Mita datang membawa pesanan mereka
Setelah makan dan mengobrol ria Lily pun pulang ke rumah dengan di sopiri
"bibi liat dad ga."ucap Lily yang mencari dad Marvel setelah sampai rumah
"ada di taman non." ucap bibi
"okei bibi makasih,aku ke belakang dulu."ucap Lily yang menuju taman
Di belakang taman dad dan mom sedang menanam bunga mawar dan Bungan anggrek, sebenarnya ini kesukaan mom Dea saja tapi di karenakan dad Marvel sudah jarang masuk kerja yah jadinya ikutan suka deh dengan tanaman.
"mom dad,ada yang Lily sampaikan."ucap Lily yang melihat kedua orang tua nya sedang merawat bunga
"apa sayang pulang-pulang bukanya istirahat."ucap mom menetap heran sang anak
"Lily izin malam ini ke acara ultah teman mom dad."ucap Lily
"jam berapa sayang acaranya."ucap dad
"jam delapan dad, sebenarnya Lily datang cuma buat setor muka aja kok."ucap lily meyakinkan
"okei sayang tapi jangan pulang terlalu malam ya."ucap dad
__ADS_1
"okei dad kalo gitu Lily istirahat dulu ya."ucap
Setelah itu Lily pun masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya.
Di tempat lain beberapa bawahan sedang ketar ketir setelah di marahin habis habisan oleh atasan mereka.
"saya ga mau tau proposal kerjasama dengan pranaja group harus selesai malam ini."ucap sang atasan siapa lagi kalo bukan Aksa
"baik pak akan saya bikin ulang lagi."ucap sang bawahnya
"kalian boleh keluar kecuali Rio."ucap Aksa
"kami permisi pak."ucap bawahan yang tadi di marahin Aksa
Setelah mereka keluar Aksa pun menghampiri Rio yang sudah duduk di sofa ruang nya.
"apa ada kabar baru tentang pergerakan Andre,Rio."ucap Aksa yang sudah duduk di sofa
"sudah tuan, ternyata sangat ingin mengambil tender dengan pranaja tuan.sampai Andre menghampiri tuan Aiden Danial pranaja yang sedang bermain golf kemarin sore tuan."ucap Rio
"dasar lintah itu ya bisa-bisa nya menghampiri Aiden."ucap Aksa yang tidak habis pikir dengan sepupunya
"Kamu terus awasi mereka Rio."ucap Aksa
"baik tuan dan tuan orang tua Selena sekarang sedang mencari nya."ucap Rio lagi
"baik tuan,kalo begitu saya permisi tuan."ucap Rio yang keluar dari ruang kantor Aksa
Selama beberapa hari ini Aksa di pusing kan dengan kerjaan dan masalah pemukulan areez tempo hari itu.
Aksa masih mengingat setelah di antar oleh Felix ke apartemen nya.
#flashback
"sini gua papah ak jangan keras kepala."ucap Felix yang sudah memapah menuju dalam lift
"thank lix."ucap Aksa dengan lemas
"santai ak, sekarang buka pintu dulu ak."ucap Felix yang sudah berada di depan pintu apartemen Aksa
Setelah berhasil membuka pintu Felix pun mendudukkan Aksa di sofa ruang tamu dan Felix pun datang dari dapur setelah mencari obat p3k
"ak tahan ya kalo sakit."ucap Felix yang akan mengobati Aksa
"pelan lix pedih nih."ucap Aksa yang memegang ujung bibir yang sedang di obati
"iya,ak lu mending cerita kenapa mereka mau hampir membunuh lu ak bukan kalian adem ayem aja ya selama ini."ucap Felix yang penasaran
__ADS_1
"jadi ada yang mau buat Lily hancur bukan Lily sih tapi keluarga Narendra lix, waktu terakhirnya gua jaga Lily pas liburan di kapal pesiar ada yang mencampurkan minum Lily dengan obat perangsang dan ya gitu ga tahan terjadi deh hal menyenangkan."ucap Aksa santai
"gila siapa yang berani ke narendra ak dan lu lagi ga bisa apa nahan diri,gua tau lu pengen Lily jadi punya lu seutuhnya kan ngaku lu."ucap Felix yang tidak percaya
"iya lagian gua ga mau ya Lily di tangan yang salah apa lagi di manfaatin cowok brengsek."ucap Aksa yang kesal dengan kelakuan para tersangka
"terus sekarang gimana kabar mereka."ucap Felix
"di tempat biasa lix belum gua kasih Sagara."ucap Aksa tenang
"dasar keluarga psikopat,dah gua balik dulu ya ak gpp kan gua tinggal sendiri."ucap Felix
"gapapa lix nanti gua telpon Rio ini, thanks ya ."ucap Aksa
"iya cepet sembuh lu biar bisa kejar pujaan hati lu."ucap Felix yang sudah akan keluar
"iya lix."ucap Aksa
Tak lama Felix pergi dari apartemen,Aksa pun mengubungi Rio untuk cuti Samapi luka wajah nya sembuh.dan luka wajah nya memudar hampir seminggu dan selama cuti Rio pun menghandle masalah kantor dan Aksa cuma kerja lewat email saja .
#flashback
Siang pun mulai sore beberapa orang pekerja kantoran ada yang sudah pulang ada yang masih di kantor yang artinya harus lembur seperti Aksa dan Rio yang masih mengurusi berkas penting.
"tok tok tok. Tuan ini saya."ucap Rio
"masuk Rio,ada apa."ucap Aksa yang masih sibuk dengan berkas
"saya dapet info dari yang menjaga nona Lily kalo malam ini nona akan menghadiri acara ultah teman nya."ucap Rio
"di mana tempatnya dan jam berapa."ucap Aksa yang sudah tidak sibuk dengan berkasnya
"di club have fun jam 8 malam tuan."ucap Rio
"apa paman mengizinkan."ucap Aksa
"sudah tuan tapi kayanya tuan Marvel tidak tau kalo tempatnya di club malam tuan."ucap Rio
"brengsek,sudah mulai pintar berbohong ya."ucap Aksa yang sudah mulai marah
"dan nona akan di jemput oleh temannya yang bernama Raka tuan."ucap Rio lagi
"Rio kita siap-siap ke tempat itu saya ingin tau apa saja yang akan mereka lakukan,apa dou narendra tau."ucap Aksa
"sepertinya tuan saya kurang yakin."ucap Rio
"dasar mereka ini,kalo gitu Rio mari kita senang-senang malam ini."ucap Aksa dengan senyum smirk yang membuat rio takut.
__ADS_1
"nona semoga anda selamat dari amukan macam yang marah ini."ucap Rio di dalam hatinya saat melihat kelakuan Aksa.