
Saat ini Lily sudah sampai di parkiran kampus,Lily sedang menunggu Luna dan Mita yang tak kunjung datang hingga Lily harus menunggu hampir sepuluh menit lamanya.
"duh mereka lama banget sih, sebentar lagi kan dosen masuk apa gua tinggal aja kali ya."ucap Lily sambil melihat jalanan
"Li hayu kita masuk aja ga usah basa-basi dulu ini waktu nya udah mepet masuk kelas."ucap Luna yang baru datang dan menarik tangan Lily
"kalian ini lama banget sih."ucap Lily yang pasrah di tarik menuju kelas
"ntar kita ceritakan Li bentar lagi pak bima masuk,gua ga mau ya dapet ceramah panjang."ucap mita yang menyusul di belakang mereka
Tak lama mereka sudah sampai di depan pintu kelas yang sudah tertutup yang artinya dosen sudah masuk kelas.
"gawat nih pak bima udah Dateng."ucap Luna panik
"udah masuk aja mumpung belum terlalu lama ini telat nya."ucap Lily yang membuka pintu kelas.
"hei kalian bertiga kenapa datang terlambat."ucap pak bima
"maaf pak tadi kami anter Luna ke toilet dulu."ucap Lily santai
"ya sudah kalian duduk."ucap pak bima yang melanjutkan mengajar nya.
Sedang mereka bertiga sudah duduk dan memperhatikan apa saja yang pak bima terang kan.
"Li kenapa lu jadiin gua tumbal."ucap Luna berbisik kepada Lily
"oh itu cuma ada di otak gua lun."ucap lily yang masih fokus menulis
"dasar Lily."ucap Luna yang gemas
Satu jam telat berlalu yang artinya kelas pak bima sudah selesai anak kelas Lily sudah pada bubar hanya menyisakan mereka bertiga yang akan keluar kelas juga.
"kalian abis ini mau ke mana."ucap mita kepada dua sahabat nya
"gua mau ke toko kak Naya kalian mau ikut."ucap Lily
"boleh Li sekalian kita mau denger cerita lu."ucap Luna
"iya Li yaudah naik mobil gua aja lah."ucap mita
"loh lun kamu ga bawa mobil."ucap Lily menatap heran Luna yang biasanya selalu membawa mobil kesayangan
"iya gara-gara mobil juga gua tadi telat,biasa si black lagi di servis tadi pas mau ke kampus mogok yah jadinya gua nebeng ke Mita."ucap Luna yang menjelaskan kenapa tadi bisa telat.
"oh gitu yaudah deh yuk kita jalan."ucap Lily
__ADS_1
Tak lama mereka pun jalan menuju toko kue kak Naya yang selalu ramai dikunjungi pembeli.
"jadi gimana Li."ucap Luna kepo setelah mereka pergi memesan makanan dan duduk di meja paling pojok.
"sebenarnya setelah gua minum yang di Sekar gua masih sadar tapi setelah kalian berdua pergi dan gua di temenin sama Raka, ternyata Raka memaksa gua minuman yang gua ga tau lalu Raka mau ajak gua keluar tapi ternyata di halangi oleh kak Aksa dan para pengawal lain nya dan setelah itu gua ga sadar deh."ucap Lily menceritakan tentang kejadian malam itu
"dasar Raka brengsek gua tau kalo dia suka sama lu ya tapi jangan dengan cara murahan juga kali."ucap mita yang marah
"lalu sekarang di mana tuh orang tadi gua kaga liat."ucap Luna yang sedang meminum pesanan nya
"ga tau udah di urus sama kak Aksa kalo."ucap Lily cuek
"wah Li katanya kak Aksa udah ga jadi pengawal lu tapi masih aja perhatian sama lu Li jangan-jangan kak Aksa ga mau pisah sama lu Li."ucap Luna
"ga mungkin soalnya dia benci banget sama gua."ucap Lily dengan tatapan kosongnya
"hei Li benci dan cinta itu beda tipis tau."ucap mita
"coba lu tanya diri sendiri apa lu ada perasaan sama kak Aksa juga."ucap Luna
"gua ga tau."ucap Lily
"kalo ga buat kak Aksa cemburu Li, deketin cowok lain."ucap Luna
"ntar lah gua pikirin."ucap Lily
"ya deh ntar lah,eh kalian masih lama di sini."ucap Lily
"engga sih abis ini gua mau pulang mau lanjutin nonton film."ucap mita
"iya gua juga mau jenguk si black."ucap Luna
"yaudah kalo gitu gua ke ruangannya kak Naya yah."ucap Lily yang berdiri dari duduknya
"iya Li gapapa kok."ucap mita
"yaudah gua duluan ya gais."ucap Lily yang berjalan menuju tempat Naya berada
Ruang Naya berada di atas toko kue nya,Naya sudah merintis usaha nya sejak kuliah hingga sampai membuka toko kuenya sekarang ini.
"tok tok tok."ketukan pintu
"yah siapa."ucap Naya di dalam ruangan nya.
"ini aku kak Lily."ucap Lily
__ADS_1
"masuk Li."ucap Naya.
Tak lama Lily pun membuka pintu dan masuk keruangan Naya.
"ada apa Li tumben kamu ke sini."ucap Naya menghampiri Lily lalu memeluk Lily
"kata mom semalam kakak cari aku ada apa kak."ucap Lily yang membalas pelukan hangat Naya
"duduk Li kakak mau cerita."ucap Naya yang duduk di sofa
"jadi kak?."ucap Lily
"Li kamu jujur yah sama kakak,apa kamu masih suka dengan kak kaivan sayang."ucap Naya menatap Lily serius
"oh itu,yah dulu suka tapi sekarang sudah engga kak."ucap Lily yang tidak kalah serius
"yang bener Li kamu."ucap Naya
"kak aku serius kok,aku sudah memikirkan ini sejak lama ternyata aku cuma kagum aja dengan kak kaivan lagian kak kayanya aku suka deh sama orang lain."ucap Lily
"syukur lah Li,Li kamu tau kan kalo kakak masih berusaha mencintai kaivan."ucap Naya ragu
"kak kalo cintai bilang aja kak takut nya nanti kak kaivan cape nunggu kakak."ucap Lily bijak
"iya Li nanti kakak akan bicara dengan kaivan, lalu kamu sekarang lagi suka sama siapa cerita dong Li ."ucap Naya penasaran
"adalah kak nanti juga kakak tau, lagian sekarang juga aku lagi memastikan perasaan aku dulu kak."ucap Lily
"baiklah Li kalo sudah waktunya cerita ya Li."ucap Naya
"pasti kak,ya sudah kalo gitu aku pulang dulu ya kak sekalian mau cari tukang rujak.aneh banget giliran aku mau beli si abangnya ga jualan."ucap Lily yang akan pamit
"aneh banget kamu Li bukanya kamu ga suka rujak ya kamu kaya orang ngidam aja tau."ucap Luna sambil ketawa melihat keanehan sang adik
Sedangkan Lily sudah tidak fokus setelah mendengarkan ucapan Naya
"ah iya kak aku juga ga tau."ucap Lily binggung
"yasudah kalo gitu hati-hati di jalan Li."ucap Naya memeluk sang adik
"iya kak aku pamit ya ."ucap Lily keluar dari ruangan Naya.
Di sepanjang jalan menuju keluar toko kue Lily sudah memikirkan yang tidak tentang omongan Naya tadi
"ya tuhan semoga tidak bener."ucap Lily menunggu taksi
__ADS_1
Namun bukan taksi yang berhenti di depanya melainkan mobil hitam yang sangat Lily hafal,siapa lagi kalo bukan Aksa yang menyetir tanpa di supiri.