Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
kenekatan Aksa


__ADS_3

Pada malam hari di kediaman Narendra sudah tampak sepi hampir semua orang sudah tertidur kecuali para pengawal dan satpam yang standby di dekat gerbang kediaman Narendra. Malam yang dingin ini sangat cocok untuk tertidur pulas tapi tidak untuk seseorang yang masuk seperti maling.


Saat ini Aksa sedang berjalan menuju kamar Lily dengan memanjat balkon kamar Lily yang untung nya tidak tinggi dan tidak di kunci.


"dasar ceroboh ini anak."ucap Aksa yang sudah berada di balkon.


"ya untung nya berkat Rio juga sih yang mengalihkan para pengawal itu."ucap Aksa masuk ke kamar Lily


Sedang yang punya kamarnya sudah masuk ke dalam mimpinya tanpa tau ada yang masuk ke dalam kamarnya.


Aksa pun menghampiri kasur Lily yang di tiduri oleh Lily.


"Li kamu hanya milik ku Takan pernah ku biarkan orang lain memiliki mu selain aku."ucap Aksa yang sedang mengusap muka Lily yang sedang tertidur.


"sepertinya tidur satu jam cukup ini."ucap Aksa yang merebahkan tubuhnya ke samping lily yang sedang tidur.


"good night sayang."ucap Aksa mencium kening Lily lalu memeluk Lily.


Mereka pun tertidur pulas tanpa memikirkan Rio yang sedang kesusahan di interogasi oleh para pengawal narendra.


"tuan kau lama sekali aku sudah tidak tahan di lihat oleh mereka ini."ucap Rio di dalam hatinya.


Saat ini Rio bisa bernafas lega karena dia bisa pergi dari para pengawal narendra dan saat ini Rio sedang berada di dalam mobil nya sedang menunggu tuannya keluar dari kediaman Narendra tanpa tau sang tuannya sedang asik tertidur pulas.


"Bip bip bip."suara telepon seluler Aksa.


"sial siapa yang menelpon."ucap Aksa yang bangun perlahan tanpa membangunkan Lily.


"hm."ucap Aksa


"tuan apa masih lama,saya tidak tahan di curigai terus oleh para pengawal ini."ucap Rio pasrah


"yah aku akan turun sebentar lagi."ucap Aksa yang bangun dari kasur Lily.


"baik tuan saya tunggu di depan."ucap Rio yang tak lama sambungan telepon di matikan oleh Aksa.


"tuan apa anda sudah gila bagaimana nanti semua orang akan tau kelakuan anda ini nanti."ucap Rio yang mengusap wajah.


di dalam kamar Lily Aksa sudah akan pergi keluar tapi sebelum itu dia mencium kening hingga bibirnya tanpa terganggu sedikit pun Lily tidur.

__ADS_1


"Li aku pulang dulu ya besok lihat akan kejutan yang kuberikan."ucap Aksa yang bangun dari kasur dan keluar melewati balkon seperti tadi.


Setelah Aksa yang lolos dengan mudahnya melewati pengawal narendra hingga bisa masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Rio. Semua itu di lihat oleh sepasang mata yang sedari tadi melihat kelakuan Aksa yang sudah berani masuk ke dalam kamar Lily hingga dia menunggu hampir satu jam Aksa keluar dari kamar Lily dan dengan lolosnya Aksa keluar dari kediaman Narendra itu semua campur tangan oleh Gavin sendiri yang menyuruh semua pengawal membiarkan Aksa dengan gampangnya masuk.


"dasar Aksa awas saja kau mempermainkan perasaan adik ku Lily kau akan menanggung akibatnya nanti."ucap Gavin yang sedari tadi berada di balkon nya dan melihat Aksi Aksa tadi.


Sedangkan suasana di dalam mobil cukup tegang di mana Aksa yang bingung dengan keamanan Narendra.


"Rio apa kamu merasa aneh dengan suasana di kediaman narendra."ucap Aksa yang melihat Rio yang sedang menyetir


"maksudnya tuan,saya kurang mengerti."ucap Rio yang masih fokus menyetir


"yah dengan gampang nya aku masuk ke kediaman narendra pasti ada yang sudah memberi tahu kepada pengawal."ucap Aksa dengan muka datar


"saya curiga dengan tuan areez tuan."ucap Rio


"yah bisa saja dia."ucap Aksa


"kalo begitu kita akan kemana tuan."ucap Rio


"ke apartemen saja Rio dan kamu bisa langsung pulang dan beristirahat."ucap Aksa


"baik tuan anda juga harus beristirahat."ucap Rio yang memberhentikan mobilnya di depan lobby apartemen


"baik tuan,kalo begitu saya pamit pulang."ucap Rio yang sudah akan mengendarai mobil


Setelah itu Aksa pun pergi menuju unit apartemen,di sepanjang jalan Aksa sudah memikirkan berbagai rencana yang telah disusun dengan baik.


§§§§


Malam pun berganti pagi,di kamar yang sunyi senyap berganti dengan suara ketukan pintu yang sedari tadi namun yang punya kamarnya seperti tidak ini membukakan pintu nya.


"ya ampun Li mau sampai kapan kamu tidur terus ini sudah waktunya kamu bangun dan sarapan,mau mom dobrak pintu nya kalo kamu sampai tidak buka mom hitung ya satu dua tig---."ucap mom berhenti di kala pintu sudah di buka


"mom ayolah aku kan masuk kampus nya siang jadinya nanti aja sarapan nya."ucap Lily dengan muka bangun tidur


"ga bisa Li nanti kamu sakit kalo ga sarapan,mom tunggu di ruang makan ya mom kasih kamu waktu lima menit loh."ucap mom yang turun lewat lift.


"iya mom."ucap Lily yang menutupi pintu kamarnya dan mencuci mukanya terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah itu Lily turun ke ruang makan yang sudah terdapat beberapa orang saja.


"pagi semua."ucap lily yang mencium pipi dad


"pagi sayang gimana udah enakan badan kamu."ucap dad


"iya dad aku kan cuma butuh istirahat aja."ucap Lily yang duduk di sebelah Gavin


"kamu itu Li kenapa semalam tidak turun padahal kakak mu mau mengobrol loh."ucap mom


"oh itu aku biasa mom mencari energi dengan tidur kan mom tau aku abis dari acara temen ku jadinya terkuras energi ku."ucap Lily yang sedang menyuapkan makanan nya.


"lalu di mana kak Naya mom."ucap Lily


"pulang Li dia kan sibuk dengan toko kuenya itu."ucap mom


"loh kirain nginep."ucap Lily


"maunya sih gitu tapi katanya kakak mu lagi banyak pesanan sekarang ini dan sibuk mengurus kakak ipar mu juga."ucap mom


"oh gitu,ntar deh kalo kelas ku cepat aku ke kak Naya sekalian ingin membeli rujak di depan toko kuenya kakak."ucap Lily santai


"loh sejak kapan kamu suka rujak Li."ucap dad menatap sang anak


"ga tau dad kayanya enak deh semalam aku liat di sosmed ada yang makan jadi ngiler."ucap Lily santai tapi tidak dengan kedua kakak nya yang sedari tadi hanya mendengar saja.


"jangan pedas Li kalo mau rujaknya."ucap kak Gavin menatap Lily di sebelah nya


"iya kak tenang aja."ucap Lily


"kalo begitu Abang berangkat dulu dad mom dan Li."ucap Abang areez yang menyalami ke-dua orang tua nya dan mencium pipi Lily


"kamu hati-hatilah Li."ucap areez yang mengacak rambut Lily


"Abang jangan acakin rambut Lily."ucap Lily dengan muka cemberut


"udah bang sana berangkat."ucap mom kepada areez


"bareng bang."ucap Gavin yang sama menyalami ke-dua orang tua dan mencium pipi Lily.

__ADS_1


Setelah duo putra kembar nya pergi dad dan mom pun pergi menuju ke arah taman belakang meninggalkan Lily yang masih ingin di meja makan.


"kan di tinggal."ucap lily yang juga bangun dari duduknya lalu pergi menuju kamarnya dan akan bersiap menuju kampus nya.


__ADS_2