
Sedangkan di perusahaan Gutama lebih tepatnya di ruangan Aksa sudah terdapat tamu yang tidak di undang siapa lagi kalo bukan Sagara Caesar Gutama yang sedang menunggu kakak nya dan penjelasan nya.
"tok tok tok."ketukan pintu dari luar.
"permisi tuan Sagara ini saya Rio."ucap Rio yang berada di luar ruangan
"ya Rio masuk saja."ucap Sagara yang duduk di sofa tunggu
"tuan apa anda ingin minum."ucap Rio menawarkan minuman
"tidak usah Rio, ayolah kau ini kaya dengan siapa saja kaku sekali kau lebih tua dariku Rio santai saja sebut namaku saja."ucap Sagara
"tidak bisa gitu tuan anda kan juga atasan saya."ucap Rio sungkan
"baiklah terserah kamu saja, ngomong-ngomong di mana kak Aksa lama sekali."ucap Sagara
"tuan Aksa sebentar lagi akan tiba tuan."ucap Rio yang tak lama kemudian munculah Aksa dengan jasnya yang rapih
"kak lama sekali sih aku sudah bosan menunggu mu."ucap Sagara dengan muka melas
"macet."ucap Aksa datar lalu duduk di kursi kerja nya.
"tuan Aksa apa mau di bikinkan kopi."ucap Rio
"boleh Rio dan Rio duduk lah sebentar saya ingin berbicara dulu dengan mu."ucap Aksa dengan muka serius
"baik tuan."ucap Rio yang Dudu di kuri depan meja kerja Aksa.
"jadi Rio kau siapkan seserahan untuk malam ini,saya malam ini akan ke kediaman Narendra untuk melamar Lily dan kamu siapkan keperluan nya."ucap Aksa dengan bertatap muka dengan Rio
"tunggu kak apa maksudnya nanti malam kakak mau lamaran."ucap Sagara bangkit dari duduknya lalu menghampiri Aksa.
"iya kamu juga Sagara nanti malam kau harus ikut."ucap Aksa menatap Sagara
"tuan apa anda serius kali ini tidak hoax kan."ucap Rio yang juga menjadi serius
__ADS_1
"ya ampun Rio kenapa kamu bilang begitu lagian kakak pasti serius kan sudah mau punya baby."ucap Sagara tenang.
"maksudnya anda akan punya anak tuan."ucap Rio yang bangkit dari duduknya
"iya."ucap Aksa
"wah tuan tokcer juga ya anda."ucap Rio yang menggoda Aksa
"kamu pikir saya cowo apaan Rio."ucap Aksa
menatap tajam ke Rio
"ya engga sih."ucap Rio sambil ketawa
"pokoknya semua harus beres Rio dan nanti siang saya pulang cepet."ucap Aksa lagi.
"baik tuan kalo begitu saya permisi keluar tuan Aksa dan tuan Sagara."ucap Rio yang menunduk hormat
Setelah melihat Rio keluar dari ruang nya,Aksa pun menatap Sagara yang sedari tadi berdiri di hadapan nya.
"jadi ada apa gara."ucap Aksa menatap sang adik.
"ya bagus dong jadi cepat menikah nya."ucap Aksa santai
"kakak ini gimana kalau kakak nanti di amuk oleh mereka."ucap Sagara lagi
"yah tinggal di obati gara."ucap Aksa
"tau deh kak pusing ngomong tentang kalian mah,apa Lily tau kalo dia sekarang sedang hamil."ucap Sagara serius
"belum mungkin nanti malam Kaka akan kasih tau."ucap Aksa dengan muka serius juga
"baiklah kalo begitu kak aku doa kan yang terbaik untuk kalian berdua."ucap Sagara
"Amin, lalu gara bagaimana masalah yang ada di Mexico apa semuanya sudah aman."ucap Aksa
__ADS_1
"aman kak tapi kita tidak tau ada kapan musuh menyerang lagi kak."ucap Sagara
"maksud mu bukanya sudah aman."ucap Aksa
"iya Kakak mereka sudah aman tapi kita tidak tau kalo Hendrik ternyata punya anak di luar nikah dan saat ini kita masih sedang mencari info nya aku hanya tak ingin ada keributan lagi kakak."ucap Sagara dengan tarikan nafas
"dasar tua Bangka,kau tapi sudah tau anaknya cewe atau cowo."ucap Aksa
"belum kak Sampai saat ini anak buah ku masih mencari info yang aku dengar sekarang ini anaknya sedang berada di Australia tapi kami cari malah buntu kak."ucap Sagara
"semoga saja mereka tidak merusak keluarga kita lagi."ucap Aksa
"semoga kak,ah iya aku dengar kau lagi bersaing dengan Andre untuk memperebutkan kerja sama dengan Danupraja group."ucap Sagara
"kau benar sampai saat ini belum ada kabar dari Danupraja ingin mengambil yang mana."ucap Aksa dengan menghela nafasnya
"semoga lancar kak aku juga penasaran dengan pemegang Danupraja sekarang ini yang aku dengar dia sangat misterius."ucap Sagara
"ya kau benar dia sangat anti bertemu orang yang tidak penting."ucap Aksa
"ya sudah aku pergi ke basecamp dulu,ingin melihat anak buah dulu."ucap Sagara
"baiklah hati-hati dan ingat malam harus ikut denganku."ucap Aksa dengan muka serius
"baiklah kak, selamat bekerja dengan baik."ucap Sagara dengan gurau kepada Aksa
Setelah melihat Sagara pergi Aksa hanya bisa menghela nafas dengan permasalahan nya dan kelakuan sang adik yang bebas ke sana kemari namun menanggung beban yang sama beratnya.
Sampai saat ini Aksa masih tidak habis pikir dengan Sagara yang harus mengikuti jalan sang kakek yang juga dulunya ketua mafia fire yang sangat di takuti oleh para musuh,namun sang kakek harus pensiun setelah kejadian yang sangat besar keluarga Gutama harus kehilangan sang nyonya besar atau nenek Aksa karena tragedi sang nenek yang menyelamatkan Sagara dari musuh kakek William hingga sang nenek meninggal dunia setelah menyelamatkan Sagara.
Dan karena itu pula Sagara mau melanjutkan pimpinan sang kakek,Sagara merasa sangat bersalah atas perginya sang nenek dan membuat kakek William merasa bersedih berkelanjutan hingga Sagara mengambil putusan terbesar yaitu ingin melanjutkan pimpinan fire dan ingin membalas dendam kepada Hendrik yang sudah dia musnahkan dengan tangannya sendiri.
Pagi pun berganti siang dengan cepat saat ini Aksa sedang bersiap menuju pulang ke kediaman Gutama.
"Rio saya akan pulang dan pastikan semuanya berjalan lancar untuk nanti malam "ucap Aksa yang menghampiri meja kerja Rio
__ADS_1
"baik tua akan saja kerjakan, selamat istirahat tuan dan selamat untuk nanti malam."ucap Rio yang bahagia juga melihat sang atasan yang akan melamar pujaan hati setelah sekian lama.
"baiklah kamu juga aku tunggu nanti malam Rio."ucap Aksa yang pergi menuju lift yang akan membawa dia ke basement.