
Saat ini Aksa sedang berada di toko perhiasan, tadinya dia ingin semua urusan lamaran nanti malam di urus oleh Rio namun setelah dipikir lagi tidak spesial kalo cincin untuk lamaran di belikan oleh orang lain makanya itu Aksa di sini dan sedang melihat beberapa cincin.
"selamat siang tuan ada yang bisa saya bantu."ucap pegawai perhiasan
"hm. Tolong Carikan cincin lamaran yang terbaru dan bagus."ucap Aksa lalu pergi menuju sofa tunggu
"baik tuan akan saya antar beberapa cincin yang kami miliki."ucap pegawai
Setelah itu Aksa menunggu hampir sepuluh menit hingga para pegawai datang dengan membawa beberapa cincin.
"silahkan tuan,ini semua cincin yang baru kami produksi sendiri dan hanya ada satu setiap desain nya."ucap pegawai menunjuk cincin.
"baiklah akan saya pilih terlebih dulu."ucap Aksa yang sambil mengamati cincin tersebut hingga pandangannya tertuju satu cincin yang indah dan hanya menggunakan diamond kecil namun menurut Aksa itu sangat pas untuk Lily pakai.
"saya akan membeli yang ini saja."ucap Aksa menunjuk cincin tersebut dan mengeluarkan kartu untuk membayarnya.
"baik tuan akan saya proses tunggu sebentar tuan."ucap pegawai sopan yang menghampiri kasir untuk membayar cincin tersebut.
Tak memakan waktu lama akhirnya Aksa keluar dari toko perhiasan itu dan pergi pulang menuju kediaman Gutama.
Butuh waktu dua puluh menit saja akhirnya Aksa sampai di teras rumah nya dan sudah di sambut oleh beberapa pelayan.
"selamat siang tuan."ucap bibi sum
"siang bi tolong beritahu ke mama untuk menemuinya di kamar saya bi."ucap Aksa yang melangkah menuju kamar nya
"baik tuan muda akan saya panggil kan,apa tuan ingin makan siang sekalian."ucap bibi sum
"tidak perlu bibi saya sudah makan di kantor."ucap Aksa naik ke lantai atas.
Setelah itu Aksa pun mengganti baju dengan lebih Santai sambil menunggu mamanya ke kamarnya.
"tok tok tok."ketukan pintu
"Aksa ini mama."ucap mama jingga
"masuk mah."ucap Aksa
"duduk mah ada yang Aksa ingin bicara kan."ucap Aksa menuntut sang mama duduk di sofa kamar nya
"ada apa sih ak serius banget nih."ucap Mama
"nanti malam Aksa ajak semuanya makan malam di kediaman Narendra mah apa semuanya bisa hadir."ucap Aksa dengan menatap mama
"ya ampun Aksa kirain mama apa,bisa lah ak tapi mama ga tau kalo gara bisa apa tidak."ucap mama yang juga menatap Aksa
"dia bisa ma."ucap Aksa
"emang nya ada acara apa ak perasaan mama di keluarga Narendra ga ada yang ulang tahun atau ada acara gitu deh."ucap mama dengan muka bingung
"nanti mama juga akan tau mah yang penting nanti malam dandan yang cantik ya ma."ucap Aksa
__ADS_1
"heh mama tuh selalu cantik tau kalo mama ga cantik pasti anak mama pada ga tampan dan cantik."ucap mama dengan muka merenggut
"iya mah mama cantik,oh iya ntar ada yang kirim baju untuk nanti malam mah di pakai ya dan bilang ke Kirana jangan pulang sore." ucap Aksa
"baiklah nanti mama kabarin ke Kirana,apa ada lagi yang kamu bicarakan."ucap mama jingga
"tidak mah kalo begitu makasih mah, Aksa ingin istirahat dulu."ucap Aksa yang bangun dari duduknya dan menghantar mama ke luar kamarnya.
Setelah itu Aksa pun pergi ke kasur untuk istirahat dan mengecas tenaganya untuk nanti malam.
Di sisi lain saat ini di basecamp ada beberapa orang sedang mengobrol dengan serius.
"hei saudara jangan pelitah ke saudara sendiri."ucap Sagara bernada bercanda kepada Gavin yang saat ini sedang di hadapannya
"siapa yang mau jadi saudara kaya lu gara."ucap Gavin sinis
"liat saja nanti akan banyak drama yang di mulai saudara ku."ucap Sagara
"amit-amit deh jauh-jauh sana gua liat mula lu enek banget."ucap Gavin yang meleparkan kripik ke muka Sagara
"hei udah deh kalian ini kalo bertemu berantem mulu."ucap Felix yang jengah melihat kelakuan mereka berdua.
"dia duluan tuh."ucap Sagara menunjuk Gavin
"ga ada sopan ya nih anak ke yang lebih tua."ucap Gavin sinis
Hingga datang salah satu anak buah Gavin dan menghampiri Gavin.
"tuan saya di beritahu oleh pengawal di rumah kalo nanti malam akan ada makan malam bersama keluarga Gutama tuan."ucap Agus memberikan informasi
"baik lah tapi kamu tau dalam rangka apa mereka ke rumah."ucap Gavin yang langsung menatap Sagara
"saya tidak di beri tahu tuan dan semua orang juga tidak ada yang tahu kecuali taun besar."ucap Agus yang menunduk kepala
"baiklah kau boleh pergi Gus,cari informasi yang lebih akurat."ucap Gavin menatap bawahannya
"baik tuan akan saya laksanakan."ucap Agus pamit
Setelah itu hanya ada keheningan sampai Felix bertanya kepada Sagara.
"gar lu tau ada apa nanti malam."ucap Felix yang penasaran
"entah lah lix gua kan baru sampai sini."ucap Sagara santai
"yah kirain gua lu tau."ucap Felix kecewa
"gara jangan bilang ini ada hubungannya mereka berdua."ucap Gavin serius setelah terdiam
"mungkin kayanya."ucap Sagara cuek
"brengsek ga bisa di biarkan."ucap Gavin berdiri dari duduknya dan pergi ke luar tanpa pamit kepada sahabatnya.
__ADS_1
"loh Gavin mau ke mana."ucap Felix menatap Gavin yang keluar.
"biarkan saja lix gimana kalo kita duel."ucap Sagara santai.
"eh enak aja gua nanti malam mau ke club masa nanti muka gua babak belur kan ga dapet mangsa."ucap Felix si mesum
"dasar yang di pikiran lu cuma cewe mulu lix, tobat lix cari istri Kasian mama mu yang mau gendong cucu."ucap Sagara
"lu dulu aja lah gara gua mah nanti ajalah."ucap Felix santai sambil meminum kopi
"gua mah kak Aksa dulu lah baru gua kan ga enak kalo melangkahkan kak Aksa."ucap Sagara dengan senyum andalannya.
"dasar mana ada mafia kelakuan kaya lu gara,punya pacar ga pernah di ajak main sama cewe ga mau eh kalo bunuh orang paling semangat."ucap Felix
"rasanya beda tau kalau kita liat lawan kita kesakitan malah buat kita senang lix."ucap Sagara dengan mata berbinar
"dasar pscopat."ucap Felix
"udah lah gua balik dulu bentar lagi sore gua harus pulang buat makan malam bersama."ucap Sagara berdiri dari duduknya dan memeluk Felix dengan gaya cowo.
"oke hati-hati gara."ucap Felix
Sagara pun pergi keluar basecamp dan berjalan menuju mobilnya di parkiran hingga saat Sagara ingin keluar dari basecamp tidak sengaja mobil yang di kendarai nya menabrak sepeda hingga si pemilik sepeda nya jatuh ke aspal.
"oh my God."ucap Sagara kaget lalu keluar dari mobilnya
"aduh sakit banget."ucap pemilik sepeda
"ya ampun sorry banget gua tadi kaget liat lu muncul tiba-tiba."ucap Sagara yang membantu pemilik sepeda untuk bangun
"heh mas kalo berkendara hati-hati dong emang ini jalan punya bapak mas apa ."ucap pemilik sepeda dengan muka marah dan menahan nangis
"ya kan gua kaget lu keluar dari gang itu tiba-tiba."ucap Sagara membela diri
"masnya aja yang ga fokus kali."ucap Chintya sang pemilik sepeda yang di tabrak Sagara
"iya saya minta maaf kalo gitu,sini saya bantu ke rumah sakit."ucap Sagara menawarkan bantuan ke Chintya
"ga usah saya masih bisa sendiri, lepaskan tangan saya."ucap Chyntia dan mengambil sepeda yang tertabrak
"hei mau saya bantu ga."ucap Sagara yang masih menahan tangan Chintya
"ga perlu."ucap Chintya lalu pergi menaiki sepedanya
Tak lama anak buah yang selalu mengikuti Sagara datang menghampiri Sagara.
"ada yang bisa saya bantu tuan,apa tuan baik-baik saja."ucap bawahnya
"kau cari data orang tadi saya tunggu nanti malam."ucap Sagara lalu memasuki mobil nya kembali
"baik tuan."ucap bawahnya yang hanya bisa memandang mobil tuanya pergi dengan cepat
__ADS_1