Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
sadar


__ADS_3

Malam berganti pagi dengan cepat,saat ini di ruangan lily.aksa dari semalam tidak bisa tidur dia hanya menatap wajah damai Lily sampai pagi hingga dokter datang ke kamar Lily.


"selamat pagi tuan Aksa."ucap dokter Tika yang di ikuti perawat di belakang nya.


"pagi dok."ucap Aksa langsung bangun dari duduknya


"permisi tuan saya akan memeriksa nona Lily."ucap dokter Tika


"silahkan dokter."ucap Aksa yang menjauhi tempat tidur Lily.


Saat dokter dan perawat memeriksa Lily dan mengganti infus di tangan Lily,Aksa hanya bisa menatap Lily dengan cemas.


"baiklah semua nya baik tuan."ucap dokter Tika setelah menyuntikkan vitamin kepada Lily.


"lalu kapan Lily sadar dok."ucap Aksa menatap dokter


"sebentar lagi tuan nona akan sadar,selagi menunggu nona bangun lebih baik anda istirahat sejenak dan perawat akan mengantar makanan nona Lily."ucap dokter Tika melihat wajah lelah Aksa.


"baik dokter."ucap Aksa


"dan kalo sudah sadar nona bisa langsung makan dan meminum obat nya tuan ."ucap dokter Tika


"baik dokter akan saya lakukan."ucap Aksa


"baik kalo begitu saya permisi."ucap dokter Tika keluar dari ruangan Lily


"terima kasih dok."ucap Aksa.


Tak lama pintu tertutup oleh dokter terbuka kembali dan muncul lah Gavin yang habis mencari makan di kantin.


"ak makan dulu nih gantian gua yang jaga Lily."ucap Gavin menyerah kan makanan yang dia beli


"lu dulu aja gav."ucap Aksa yang masih duduk di pinggir kasur Lily


"gua udah tadi di bawah, makan dulu dari pada nanti lu sakit malah buat orang repot."ucap Gavin yang menyentuh muka Lily juga


"oke thanks Gavin."ucap Aksa duduk di sofa dan memakan' sarapannya.


"kata dokter Lily sebentar lagi siuman dan setelah itu harus di beri makan dan obat."ucap Aksa menjelaskan kepada Gavin


"apa makanan nya sudah datang."ucap Gavin


"sepertinya sedang di antar kemarin."ucap Aksa


Tak lama kemudian perawat datang membawa makanan khusus untuk Lily.

__ADS_1


"terimakasih sus."ucap Gavin yang mengambil makanan


"sama-sama tuan."ucap suster tersebut lalu keluar.


Aksa dan Gavin pun menunggu hampir sepuluh menit hingga jari-jari Lily bergerak dan tak lama mata Lily terbuka.


"ya ampun Li akhirnya kamu sadar juga."ucap Gavin memegang tangan Lily


"syukur lah Li."ucap Aksa bangun dan menghampiri Lily.


"haus kak."ucap Lily dengan suara pelan.


"sebentar sayang biar kakak bawakan."ucap Aksa mengambil gelas berisi air


"pelan-pelan Li minum nya."ucap Aksa yang membantu memegang gelas


"sudah kak "ucap Lily Pela


"baik sayang."ucap Aksa meletakkan gelasnya


"bagaimana ada yang sakit."ucap Gavin duluan


"aku ada di rumah sakit ya kak."ucap Lily mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar


"loh kenapa kak."ucap Lily binggung


"biar Aksa yang memberi tahu mu, kakak keluar sebentar sayang."ucap Gavin mencium kening Lily lalu keluar dari kamar untuk memberikan ruang untuk mereka berbicara.


"Li jangan di kaget dan jangan terlalu di pikirkan ya apa yang nanti kakak beri tahu janji."ucap Aksa lembut


"apa sih kakak bikin penasaran aja yaudah deh janji."ucap Lily


"saat ini di sini di perut kamu ada nyawa yang kamu bawa selama sembilan bulan."ucap Aksa mengelus perut Lily


"maksudnya aku hamil kak."ucap Lily kaget


"iya sayang ada anak kita di perut kamu."ucap Aksa


"aku tidak mau kak."ucap Lily menangis lalu memukul dada bidang Aksa


"hei jangan menangis sayang maafkan kakak Lily."ucap Aksa memeluk Lily


"aku masih belum mau punya anak,nanti siapa yang mengurus nya saat aku kuliah kak."ucap Lily menangis di dalam pelukan Aksa


"sudah sayang kamu tenang dulu,lihat kakak Lily."ucap Aksa mengambil wajah Lily untuk menatap nya

__ADS_1


"selama kakak masih hidup kamu tanggung jawab kakak dan anak kita pun berarti sama sayang kakak tidak akan melepaskan kamu sendiri."ucap Aksa menghapus air mata Lily


"jadi sekarang stop menangis nya nanti baby kita ikut sedih loh."ucap Aksa yang mengecup mata Lily


"sekarang lebih baik kamu makan dulu sebelum nanti di periksa lagi."ucap Aksa mengambil nampan berisi makanan.


"kakak suap kan,buka mulut mu."ucap Aksa menyuapkan makanan


sedangkan di dalam sedang suasana baik namun tidak bagi Gavin setelah melihat pesan yang di kirim oleh anak buahnya untuk mengawasi Naya dan kaivan.


"kaivan brengsek."umpat Gavin marah melihat gambar yang ada di handphone nya


"akan ku buat kau menyesal telah menyakiti Naya,kaivan."ucap Gavin yang masih melihat foto kaivan semalam sedang mengunjungi mantan kekasih di toko bunga.


"Naya apa kamu sibuk siang ini."pesan Gavin kepada Naya


Tak lama pesannya pun di balas


"tidak kak aku seperti biasa siang nanti ada di toko kue,ada apa kak."balas Naya


"baiklah nanti siang kakak akan ke tempat mu sekalian ingin memakan brownies."pesan Gavin


"baik kak aku tunggu ya."balas Naya


Setelah itu Gavin pun menyimpan handphone nya di saku celana dan masuk ke dalam kamar Lily yang sedang makan.


"Li kakak pulang dulu ya sayang, sebentar lagi dad mom akan kemari."ucap Gavin sambil mengelus rambut Lily


"tapi nanti kakak ke sini lagi kan."ucap Lily dengan mata bengkak nya


"iya sayang palingan sore kakak ke sini."ucap Gavin


"Aksa jaga Lily dengan baik."pesan Gavin kepada Aksa yang masih menyuapi makan Lily


"baik Gavin."ucap Aksa


"kalo begitu kakak pergi dulu."ucap Gavin dan mencium kening Lily


Setelah pamitan dengan Lily Gavin pun keluar menuju parkiran dan bertemu bawahnya yang menjaga Lily.


"jaga dengan baik kalian."ucap Gavin


"baik tuan akan kami lakukan."ucap ketua pengawal Lily


Tak lama Gavin pun pergi menaiki mobilnya menuju kantor nya untuk rapat bersama areez yang sudah tiba duluan di perusahaan narendra.

__ADS_1


__ADS_2