
Mereka pun pergi menuju ruang makan untuk makan siang bersama.
"sepi sekali mom, dimana Abang areez dan kak Gavin biasanya suka pulang untuk makan siang."ucap Lily
"sepertinya mereka sedang sibuk sayang, biar kan saja yang penting mom ga sendirian lagi kan ada kamu."ucap mom
"sudah mengobrol nya mom,Li nanti dad ingin bicara dengan mu ya."ucap dad dengan nada serius
"baik dad."ucap Lily
"tambah lagi ayamnya Li."ucap Aksa menyimpan ayam bakar ke piring Lily.
"makasih kak."ucap Lily lalu memakan dengan lahapnya.
Setelah selesai makan siang mereka pun pergi menuju ruang keluarga.
"ada apa dad."ucap Lily binggung.
"dad cuma ingin memberi tahu saat ini rumah tangga kak Naya dan kaivan sedang dalam masalah,dan saat ini kakak mu sedang menenangkan diri dulu jadi kamu jangan terlalu di pikirkan ya sayang ga baik untuk kesehatan mu dan cucu dad."ucap dad.
"sebenarnya ada apa dad lalu kemana kak Naya aku ingin bertemu dengan kakak."ucap Lily setelah sadar dari rasa terkejut nya.
"tenang sayang."ucap Aksa sambil mengelus tangan Lily.
"kakak mu hanya butuh waktu sayang dad tidak bisa membawa pulang sekarang, saat ini Naya sedang hamil muda dan dad tidak ingin membuat tertekan."ucap dad
"mom kenapa ga bilang sih."ucap Lily lalu memeluk sang mom dengan erat
__ADS_1
"sudah tidak usah menangis Li,ini juga demi kebaikan kita semua."ucap mom menenangkan Lily yang menangis deras.
"lalu di mana kak kaivan sekarang akan aku buat perhitungan."ucap Lily setelah reda menangis nya.
"sudah sayang saat ini juga dia tidak bisa apa-apa,dia baru pulang dari rumah sakit."ucap Aksa
"kenapa kak."ucap Lily bertanya membuat Aksa cemburu.
"dihajar oleh papi nya sendiri."ucap Aksa santai.
"baguslah kalo gitu."ucap Lily senang
"sudah jangan membahas lagi,dad akan keluar sebentar mom."ucap dad pamit
"mau kemana dad."ucap mom bangun dari duduknya lalu menghampiri sang suami.
"baiklah hati-hati dad jangan emosi."ucap mom
"baiklah,ak dad minta jaga mom dan Lily kamu jangan pergi keluar."ucap dad kepada sang menantu.
"baik dad, hati-hati di jalan."ucap Aksa.
Sedangkan di tempat lain Naya sedang melihat orang yang sedang memanen sayuran dan beberapa buah di temani oleh Nunik di sebelah nya.
"seru sekali melihat sayuran yang masih segar seperti ini."ucap Naya
"non ingin mencoba memetik tomat, kebetulan sudah siap panen."ucap Nunik
__ADS_1
"boleh juga nik dari pada diam saja di sini."ucap Naya
Lalu mereka menuju kebun Tomat yang sedang akan di panen.
"siang teh,Nunik bisa ikut panen kan teh meli."ucap Nunik sopan
"boleh nik silahkan aja,nih bawa gunting dan ember nya."ucap teh meli
"makasih banyak teh."ucap Nunik lalu membawa Naya menuju tanaman tomat yang di pojokan
"gunting yang sudah kemerahan saja non seperti ini."ucap Nunik mencontohkan memetik tomat.
"baik nik seperti gampang."ucap Naya yang langsung bisa memetik tomat.
Nunik dan Naya pun memetik tomat dengan diselangi obrolan mereka hampir melewatkan jam makan siang dan untung nya teh meli menegur nya.
"non Naya apa ga istirahat dan makan dulu."ucap teh meli yang memang sudah tau siapa Naya.
"ya ampun non maaf kelupaan,ayo kita istirahat dulu non kita sudah satu jam berdiri terus."ucap Nunik
"baiklah nik seperti aku juga sudah cape."ucap Naya lalu meletakan gunting tersebut.
"mari non kita pulang."ucap Nunik
"teh meli makasih ya sudah di bolehkan memetik tomat."ucap Naya
"sama-sama,non."ucap teh meli .
__ADS_1
Lalu Naya dan Nunik pun pergi menuju ke rumah Naya tidak tahu saja di dalam rumah sudah ada seseorang menunggu kedatangan Naya sedari tadi.