Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
persiapan pernikahan Lily dan aksa


__ADS_3

Sudah hampir satu Minggu Aksa dan Lily tidak bertemu setelah Lily keluar dari rumah sakit.


"bagaimana Rio apa lancar."ucap Aksa menanyakan Persiapan pernikahan


"sudah hampir tujuh puluh persen tuan tinggal pengecekan lagi saja tuan besok orang yang membuat baju nona Lily akan ke kediaman Narendra tuan untuk finishing gaun pengantin."ucap Rio


"lalu tempat pemberkatan pernikahan akan di lakukan h-2 hari menjelang pernikahan tuan, selebihnya sudah selesai."ucap Rio


"baiklah Rio aku percaya padamu dan nanti malam temani saya bertemu Lily."ucap Aksa


"loh bukannya Anda tidak boleh bertemu dulu dengan nona."ucap Rio


"kau tidak usah banyak omong,kita akan melakukan dengan cara kemarin."ucap Aksa


"baiklah tuan."ucap Rio pasrah


Di kediaman Narendra saat ini Lily sedang memakan buah dan memperhatikan beberapa pelayan yang sibuk dengan urusan pernikahan nya.


"mom serius Lily ga boleh bantu."ucap Lily sambil memegang piring berisi buah.


"tidak usah sayang kamu cukup berdiam saja besok bakal ada orang butik yang membawa gaun mu."ucap mom


"baiklah mom,oh ya kenapa kakak jarang sekali ke sini mom."ucap Lily


"sepertinya kakak mu lagi sibuk sekarang ini dia bukan mengurus diri sendiri saja namun ada suaminya yang harus di urus juga."ucap mom menatap Lily


"berarti nanti juga aku harus mengurus kak Aksa juga dong mom."ucap Lily


"iya sayang kamu harus patuh terhadap suami mu dan selalu buat suami mu senang terhadap mu jangan sampai lengah saya sekarang ini lagi maraknya pelakor."ucap mom


"tapi kak Aksa kan nyebelin mom."ucap Lily


"berarti kamu nakal makanya buat kak Aksa kesal."ucap mom


"enak aja mom ini."ucap Lily

__ADS_1


"dan kamu harus bikin senang di atas ranjang nanti mom beri tahu caranya."ucap mom berbisik


setelah itu Lily hanya terdiam dengan muka merona saat mendengar ucapan mom.


§§§§


Sedangkan di rumah Naya dan kaivan saat ini mulai normal seperti tidak ada terjadi sesuatu.


Saat ini Naya sedang memasak untuk makan malam bersama suaminya yang sebentar lagi pulang kerja.Tak lama kaivan pun pulang dengan membawa tas dokter nya menuju ke arah kamar namun sebelum sampai kamar Naya memanggil kaivan.


"mas makan malam sudah siap apa mas ingin langsung makan."ucap Naya


"sebentar aku mandi dulu kamu tunggu saja."ucap kaivan tanpa menunggu jawaban Naya.


Naya pun menunggu kaivan mandi hampir lima belas menit tak lama kaivan pun keluar dari kamar dengan memakai baju kaos putih dan celana training.


"mas ingin makan apa biar Naya ambil kan."ucap Naya yang sedang mengambil nasi dan akan mengambil lauk pauk


"udang dan capcay saja."ucap kaivan dengan menatap Naya


"baik mas."ucap Naya yang mengambil makanan tersebut,malam ini Naya memasak menu kesukaan kaivan yaitu udang saus Padang, capcay dan bakwan jagung.


"mas aku izin untuk hari Kamis menginap di rumah dad,aku ingin membantu persiapan pernikahan Lily."ucap Naya tanpa menatap muka kaivan.


"baiklah nanti akan ku antar."ucap kaivan menatap Naya.


"baik mas terimakasih."ucap Naya setelah itu pergi menuju dapur untuk mencuci piring


"biar aku saja yang mencuci piring kamu istirahat lah."ucap kaivan menuju Naya


"tidak usah mas ini tanggung cuma sedikit."ucap Naya yang masih fokus mencuci piring


Tanpa tau saat ini kaivan sedang menatap punggung Naya dengan penuh arti.


"nay habis ini kita harus berbicara serius aku tunggu di ruang kerja."ucap kaivan menuju ruang kerjanya

__ADS_1


dan Naya Hanya menghela nafas panjang akhirnya mereka akan mengobrol lagi setelah insiden kemarin.


"tok tok tok."ketukan pintu


"masuk nay duduk sini."ucap kaivan menatap Naya


"baik mas."ucap Naya lalu duduk di sebelah kaivan


"nay aku ingin berbicara serius kali ini."ucap kaivan


"iya mas."ucap Naya


"Naya aku ingin meminta maaf atas apa yang terjadi malam itu aku baru bisa mengingat kejadian itu."ucap kaivan


"iya mas aku maafkan lagian bukankah itu memang hak mas selaku suami Naya."ucap Naya


"iya nay namun harus nya kejadian itu harusnya tidak terjadi aku tidak ingin merusak kamu setelah kita akan berpisah."ucap kaivan kalut


"mas tenang saja biar itu urusan Naya."ucap Naya menahan nangis


"tapi nay kamu langsung meminum obat pencegah kehamilan kan,aku hanya tidak ingin ada anak di antara kita yang hubungan nya tidak jelas ini."ucap kaivan menatap Naya serius


"loh bukannya wajar ada anak di tengah keluarga mas."ucap Naya binggung


"iya wajar kalo keluarga yang saling mencintai namun kita berbeda nay kita menikah tanpa cinta dan bukannya sebentar lagi kontrak pernikahan kita akan selesai."ucap kaivan dingin


"mas tenang aja saat itu aku lagi tidak masa subur kok mas."ucap Naya tenang namun dalam hatinya dia merasa sakit setelah mendengar ucapan suaminya itu


"syukur lah nay, akhirnya beban yang aku pikirkan beberapa hari ilang."ucap kaivan lega mendengar ucapan Naya barusan


"kalo begitu Naya pergi ke kamar dulu mas selamat malam mas."ucap Naya pergi dia sudah tidak tahan mendengar kalimat kaivan


"malam Naya."ucap kaivan menatap punggung Naya yang semakin jauh


Setelah menahan air matanya akhirnya tangisan pun pecah di dalam kamar nya.

__ADS_1


"ya tuhan kenapa mas kaivan tega berbicara begitu aku juga takut kalo yang di cemas kan ini tumbuh di dalam sini."ucap Naya memegang perutnya


Naya sebenarnya senang saja kalo dia hamil apalagi mengingat pernikahan mereka yang berjalan tiga bulan ini dan dia sudah di tanyakan oleh mertuanya kapan dia hamil namun saat kaivan berbicara begitu dia takut kalo dia bener hamil namun sang suami tidak ingin mempunyai anak dari nya.


__ADS_2