
Pagi harinya Lily kedatangan tamu berisik, siapa lagi kalo bukan sahabat dengan hebohnya membuat suasana ruangan Lily ramai.
"ya ampun Lily ku, maafkan kita yang baru bisa jenguk sekarang."ucap Luna memeluk Lily dengan erat
"lun jangan terlalu kencang pelukannya kasian Lily nanti."ucap mita menatap sahabatnya
"bentar Mita gua masih kangen sama Lily."ucap Luna menghiraukan perkataan Mita
"Li kakak keluar sebentar,apa kamu ingin sesuatu."ucap Aksa menghampiri Lily yang masih berbicara dengan sahabatnya
"engga kak aku sedang tidak ingin apapun."ucap Lily
"baiklah kalo begitu,Luna Mita tolong jaga Lily ya."ucap Aksa yang akan keluar dari kamar Lily
"siap kak akan kita laksanakan."ucap Luna dengan jenaka
Setelah itu Aksa pun pergi untuk mencari makanan dan mencari suasana baru, Aksa sudah hampir tiga hari berada di rumah sakit.
"Li kamu serius dengan berita yang kami dengar kalo saat ini kamu sedang mengandung."ucap mita pelan
"iya benar,jalan mau empat Minggu."ucap Lily santai
"wow tokcer juga ya kak Akas sekali bikin langsung jadi."ucap Luna tanpa beban
"dasar Luna omongannya."ucap mita menatap tajam
"sorry Li."ucap Luna tidak enak
"gapapa kok gua udah menerima keadaan saat ini."ucap Lily cuek
"lalu kalian akan menikah kapan Li."ucap mita menatap Lily
"entah lah,lagian kak Aksa belum berbicara dengan ku."ucap Lily
"astaga kalian tuh pasangan aneh."ucap Luna gemas
"tapi Li kalo kak Aksa lamar lu,lu mau Nerima."ucap mita
"oh lamaran mah udah tapi gua belum jawab soalnya setelah lamaran malah gua di bawa ke sini."ucap Lily
"lalu lu Nerima Kak Aksa ga sih Li,lu sayang ga sama dia."ucap lu a yang gemas
__ADS_1
"sayang sih tapi gua takut kalo kak Aksa nikah sama gua cuma bentuk tanggung jawab aja,gua ga mau ya nanti selama menjalani pernikahan tanpa ada cinta."ucap Lily
"Lily dengerin gua dari pengamatan gua tuh kak Aksa cinta mati sama lu Li,mana mau dia di jadiin babu sama lu selama ini."ucap mita
"masa sih tapi kok gua masih ragu ya."ucap Lily
"coba lu merasa ga sih kalo cowok yang mau deketin lu selalu aja menghilang atau menghindar siapa lagi kalo kak Aksa pelakunya."ucap Luna
"sok tau kamu lun."ucap Lily
"Li kamu ingat ga pasa kita baru pertama kali masuk kampus terus ada cowo kalo ga salah namanya kak Danu yang selalu deketin lu terus,lalu tiba-tiba dia pindah kampus."ucap Luna
"oh iya kak Danu yang anak keuangan itu."ucap mita yang juga mengingat
"gua liat kak Aksa mengancam kak Danu supaya jangan deket-deket lu Li tapi karena kak danunya bebal juga ga mau denger, akhirnya kak Aksa ketemu rektor buat pindahkan kak Danu ke kampus lain."ucap Luna
"kamu tau ceritanya dari mana Luna kok kita ga tau."ucap mita
"oh itu gua bulan kemarin ketemu kak Danu yang kerja di perusahaan Danupraja."ucap Luna
"wow cowo sukses dong kak Danu."ucap mita lagi
Saat mereka mengobrol mereka tidak sadar bahwa Aksa mendengar kan apa yang mereka bicarakan, sebenarnya aksa ingin masuk namun saat nama dia jadi bahan obrolan Aksa menahan untuk tidak masuk dulu.
Dan saat ini Aksa sudah punya rencana untuk mengambil hati Lily dan rencana ini harus sukses.
Siang pun datang dan saat ini Lily kedatangan kak Naya dan kak kaivan dengan kak Naya membawa beberapa cake kesukaan Lily.
"hai adik manis apa sudah sehat."ucap Naya
"sudah kak,kak bukakan kue muffin coklat nya."ucap Lily menatap kue kesukaan
"baiklah makan yang banyak biar bisa cepat pulang."ucap Naya
Sedangkan di sofa berada Aksa dan kaivan yang asik mengobrol soal beberapa pekerjaan,hingga kaivan berbicara kepada Lily.
"Li kapan pulang nya kaya dokter, kakak lihat sudah mulai baikan."ucap kaivan
"katanya sih nanti malam juga boleh pulang kak tapi kak Aksa maunya besok pagi saja."ucap Lily cemberut saat membahas kepulangannya
"biar enak kai,kalo malam ga baik kena angin malam lebih baik nanti pagi saja pulangnya."ucap Aksa
__ADS_1
"ya benar juga Aksa jangan terlalu buru-buru lah lagian kita harus tau situasi jalan juga takutnya malam jam segitu macet ga baik buat Lily duduk lama di kendaraan,harus bedtres."ucap kaivan yang masih tau soal kehamilan walaupun dia dokter saraf
"iya benar tuh Li ingat ya kamu jangan bandel dengar kaya orang-orang jangan ngeyel."ucap Naya
"iyaa kak."ucap Lily yang masih memakan kue nya.
"ya sudah kalo gitu kak kai dan Naya pulang dulu ya Aksa Lily maaf ga bisa lama-lama,ada jadwal operasi."ucap kaivan bangun dan menghampiri Naya dan Lily
"iya Li cepat sembuh nanti kakak buatkan cake yang enak kalo kamu sudah pulang ke rumah."ucap Naya pamit
"iya makasih kak kai dan kak Naya mau jenguk Lily."ucap Lily
"iya sama-sama Li,ayo Naya aku anter kamu pulang dulu."ucap kaivan menggandeng tangan Naya
"hati-hati kalian."ucap mengantar mereka sampai pintu.
Lalu Aksa pun menghampiri Lily yang terdiam kembali.
"Li mau makan lagi."ucap Aksa menawarkan kue yang Naya bawa
"engga kak aku sudah kenyang."ucap Lily pelan
"Li maafkan kakak ya kakak bersalah apa yang kita perbuat tapi kakak tidak menyesal telah menghadirkan dia."ucap Aksa tulus
"kakak harus nya waktu itu jangan buat aku sampai hamil."ucap Lily berkaca-kaca
"habisnya kamu enak sih Li jadi kakak lupa untuk membuang di luar,malam itu kamu membuat kakak ke enakan apalagi dengan gaya kamu di atas kakak."ucap Aksa tersenyum
"Dasar mesum banget sih kak."ucap Lily memukul dada Aksa
"gapapa mesum sama calon istri sendiri mah."ucap Aksa terkekeh geli
"siapa yang mau jadi istri kakak."ucap Lily malas
"kamu lah saya masa tetangga sebelah sih,kamu bakal senang kalo punya suami tampan dan tajir seperti kakak ini."ucap Aksa percaya diri
"kepedean banget sih kak."ucap Lily namun di dalam hatinya Lily bingung dengan sikap Aksa yang berubah hangat dan gampang tersenyum apa ini bawaan baby mereka.
"sudah duduk yang benar kita nonton film kakak tau kamu bosen,tenang aja besok kita akan pulang dan menyiapkan acara pernikahan yang kamu impikan kamu cukup duduk manis aja sayang."ucap Aksa dan mencium kening Lily
Sedangkan Lily hanya bisa terdiam saat mendengar ucapan Aksa dan saat Aksa mencium kening nya.
__ADS_1