Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
pernyataan cinta Aksa


__ADS_3

Saat ini di kediaman Narendra malam hari terasa sepi semua orang sudah Terlelap tidur,namun berbeda dengan Aksa yang saat ini memanjat balkon kamar Lily setelah Rio mengalihkan perhatian para pengawal narendra.


"syukur lah akhirnya aku bertemu denganmu sayang."ucap Aksa yang sudah berada di balkon.


Aksa pun berjalan menuju kamar Lily yang cahaya termara,Aksa pikir Lily sudah tidur namun Aksa di kaget kan dengan munculnya Lily dari dalam kamar mandi.


"kak Aksa ngapain malam begini ada di kamar ku."ucap Lily kaget melihat Aksa di hadapannya


"aku hanya memastikan bahwa kamu baik-baik saja Li."ucap Aksa memandang Lily


"kakak lewat mana bukanya dad bilang kita ga boleh bertemu sampai hari pernikahan kita."ucap Lily


"kak lewat balkon Li."ucap Aksa santai lalu duduk di pinggir kasur


"kakak nekat banget sih gimana kalo dad tau."ucap Lily mulai frustasi melihat kelakuan Aksa


"ga bakal Li santai aja,sini duduk dekat kakak."ucap Aksa menepuk kasur


"iya."ucap Lily patuh


"kenapa belum tidur Li ini sudah malam hmm."ucap Aksa memandang Lily


"aku ga bisa tidur kak."ucap Lily jujur setelah pulang dari rumah sakit Lily memang susah tidur.


"kenapa ga bisa tidur apa ada yang menggangu pikiran kamu."ucap Aksa serius


"aku hanya memikirkan masalah pernikahan kita kak."ucap Lily jujur


"coba kakak mau dengar kenapa kamu memikirkan masalah pernikahan kita yang sudah kakak urus ini."ucap Aksa mengambil tangan Lily untuk di genggaman


"aku hanya bingung bagaimana setelah kita menikah kakak kan tau kalo kita menikah karena aku hamil."ucap Lily menunduk


"coba liat kakak sebentar Li dan dengar kan perkataan kakak ini."ucap Aksa menatap Lily


"kakak akan jujur padamu malam ini, sebenarnya kakak sudah cinta dengan mu dari kamu umur delapan tahun entah mengapa hanya kamu yang membuat kakak merasakan kehidupan baru saat kamu menghibur kakak yang kala itu berduka,hingga puncaknya saat kamu umur dua belas tahun saat ada yang akan menyatakan cinta kepada kamu di situlah lah kakak marah dan cemburu melihat kamu tersenyum dengan pria lain."ucap Aksa yang sekarang mengelus wajah Lily


"lalu kenapa kakak dari dulu menyebalkan sih bikin aku emosi."ucap Lily pelan


"kakak gengsi Li dengan mu,hingga saat paman marvel mencari bodyguard untuk mu di situlah kakak mendapatkan celah untuk dekat dengan mu dan hanya cari membuat kamu marah lah kita bisa berbicara Li."ucap Aksa

__ADS_1


"brengsek banget sih kak."ucap Lily memukuli Aksa dengan bantal Lily kesal dengan apa yang di bicarakan Aksa yang selama ini memendam rasa kepada nya,itu berarti perasaan dia kepada Aksa tidak bertepuk sebelah tangan.


Sebentar Lily dari dulu suka dengan Aksa namun semenjak Aksa menjadi bodyguard nya dia mulai kesal dengan kelakuan Aksa yang semena-mena terhadapnya, hingga datang lah kaivan yang lemah lembut dan memberikan perhatian kepada Lily yang saat itu kesal dengan kelakuan Aksa.


"kak pun tau perasaan mu terhadap kakak sayang, maafkan kakak yang pengecut ini Li."ucap Aksa mencium tangan Lily


"wah kak, kakak bikin aku syok aja."ucap Lily yang masih diam


"jadi bagaimana apa kamu akan membalas perasaan kakak ini."ucap Aksa serius


"akan ku pikirkan kak, saat ini aku hanyalah ingin tidur saja."ucap Lily mengindari tatapan mata Aksa


"baiklah kita tidur sayang."ucap Aksa lalu tiduran di sebelah Lily


"loh kak kenapa malah tidur di sini sama pulang lagian aku tidak ingin di ganggu."ucap Lily yang menggoyangkan badan Aksa yang tiduran


"diam saja Li beri kakak istirahat dulu sayang."ucap Aksa yang memeluk Lily


"lepas kak kakak harus pulang nanti dad marah."ucap Lily yang ingin melepaskan pelukan nya


"diam Li, kamu tidur saja kakak janji saat pagi kakak akan pulang tanpa ketahuan saat ini kakak hanya ingin menemani kamu tidur."ucap Aksa mengusap punggung Lily


"lagian besok kamu harus fiting gaun pengantin Li jadi harus tidur cepat."ucap Aksa sesekali mencium kening Lily yang ada di pelukan nya


"good night sayang."ucap Aksa mencium kening Lily dan mengusap perut Lily


Aksa pun ikut tertidur dengan memeluk Lily tanpa dia sadari saat ini sang asisten cemas menunggu sang tuan nya datang.


"ya ampun tuan kenapa belum keluar juga apa anda ketahuan ini sudah dia jam anda di dalam kamar nona."ucap Rio cemas dan sesekali menghubungi nomer telpon Aksa yang tidak di angkat.


§§§§


Sedangkan di dalam mobil turun lah Tia yang di susul oleh Sagara yang menurunkan beberapa barang yang mereka beli sebenarnya bukan Tia yang membeli namu paksaan Sagara untuk membeli makanan yang mereka makan malam ini setelah Sagara tau kalo Tia tidak tinggal sendiri,Tia tinggal dengan ayu sepupu Tia yang sama dengannya tidak memiliki orang tua setelah kedua orang tua ayu kecelakaan lima tahun silam saat ayu berumur dua belas tahun.


"makasih gara lain kali ga usah ajak aku makan dan aku masih menunggu kontrak hutang yang sudah kita sepakati."ucap Tia menatap gara


"baiklah nanti akan aku kirim setelah aku mengurus perusahaan kakak ku Tia."ucap gara santai


"baiklah kalo begitu aku masuk dulu, selamat malam."ucap Tia yang berjalan memasuki rumah nya

__ADS_1


"malam Tia."ucap gara tak lama dia pun masuk ke dalam mobil setelah gara merasa Tia aman di rumahnya.


Namun mereka tidak sadar kalo sedari tadi ada yang sedang menunggu Tia pulang,siap lagi kalo bukan kaivan yang nekat menghampiri rumah Tia saat dia tadi ke toko bunga Tia yang sudah tutup.


"tok tok tok."ketukan pintu


"iya sebentar."ucap Tia dari dalam


"kenapa lagi tuan Sagara ke sini apa ada yang tertinggal."ucap Tia di dalam hati,Tia pikir yang sekarang mengetuk pintu rumah nya adalah Sagara sampai Tia membuka pintu dan alangkah terkejutnya dia melihat kaivan di depan nya .


"ada apa ke sini."ucap Tia datar


"oh jadi gini kelakuan kamu, pantas saja kamu tidak ingin balikan dengan ku ternyata sudah punya mangsa yang lebih besar."ucap kaivan marah


"jaga ucap mu ini tidak ada kaitannya dengan masalah kita kai."ucap Tia


"lalu apa,berapa yang sudah di berikan oleh pria itu."ucap kaivan


"plak, brengsek KAI kamu pikir aku akan berbuat serendah itu. Cukup kai jangan pernah bertemu dengan ku lagi sudah kamu fokus saja dengan pernikahan mu itu jangan sampai kamu menyesal lagi."ucap Tia lalu menutup pintu dengan kencang


"brengsek Tia kita belum selesai berbicara."ucap kaivan menggedor pintu rumah Tia namun tidak ada jawaban hingga membuat kaivan pergi dari rumah Tia dengan amarah


Sedangkan di dalam rumah Tia,saat ini Tia masih di dekat pintu hingga ayu mendatangi nya.


"teh kenapa,aku mendengar suara ribut-ribut."ucap ayu


"biasa yu kaivan datang ke sini."ucap Tia menghampiri ayu


"ya ampun tuh cowo udah punya bini juga masih aja ke sini."ucap ayu


"tau lah yu teteh pusing."ucap Tia duduk di sofa ruang tamu


"ayu tuh suka kasian juga teh sama mba Naya,ayu pernah lihat saat mba Naya mau mengantar bekal ke kak kaivan tapi mba Naya hanya mendapatkan sikap kak kaivan acuh."ucap ayu


"entah lah yuk lagian teteh juga udah move on dari kaivan dan sudah malas berdebat dengan nya."ucap Tia


"yasudah teh bukanya lebih baik teteh cari cowok baru, lagian teteh cantik siapa sih yang ga mau sama teteh."ucap ayu menghibur Tia


"kamu bisa aja yu,sana istirahat sudah malam besok kita harus mencari cuan. Dan kamu kalo sudah tidak betah di kerja mu itu mending kerja di toko bunga aja."ucap Tia

__ADS_1


"iya teh ntar kalo sudah bosen itu juga."ucap ayu


Lalu mereka pun pergi ke kamar nya masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh yang seharian beraktivitas.


__ADS_2