
Di kediaman Gutama saat ini sedangkan menunggu datangnya sang pemeran utama kali ini siapa lagi kalo bukan Aksa.
"selamat malam tuan Aksa."ucap pelayan
"mari tuan anda sudah di tunggu oleh tuan besar."ucap pelayan lagi
Aksa yang baru saja mau masuk ke dalam rumah tiba-tiba berhenti berjalan,dia berpikir segitunya mereka menunggu Aksa yang akan di habisin malam ini.
"baik."ucap Aksa yang melanjutkan berjalan nya.
Sesampainya di ruang keluarga hanya sang mama saja yang menyambut nya dengan senang.
"ya ampun anak mama akhirnya pulang juga."ucap mama jingga yang memeluk sang anak
"iya mah sorry lagi banyak kerjaan di kantor."ucap Aksa dengan alasannya
"gapapa sayang tapi kamu ya harus inget pulang loh,kamu ga Kasian mama sendirian di rumah ini."ucap mama yang merajuk ke Aksa.
"plis deh mah jangan drama,kalo mama sendirian lalu aku papa dan kakek apa mah.patung gitu."ucap Kirana adek Aksa yang melihat kelakuan sang mama.
"kamu ga asik dek,masa setiap mama ajak keluar selalu ada aja alasan."ucap mama
"habisnya mama suka jodohin ke anak teman mama sih,iya kan kak Aksa."ucap Kirana
"kalian ini ya ribut terus kalo ketemu tuh."ucap kakek William yang melihat menantu dan cucunya ribut seperti tom and Jerry.
"yaudah kita langsung makan saja papa nanti ada urusan dengan Aksa."ucap Dave yang pergi menuju ruangan makan.
"duh papa mu tuh ga bisa apa basa-basi dulu ke anaknya."ucap mama jingga yang menyusul sang suami dan di ikuti Kirana.
"Aksa udah siap kan?". ucap kakek William yang menepuk pundak sang cucu lalu pergi menuju ruangan makan, meninggal kan Aksa yang sedari tadi diam berdiri.
"huft."tarikan nafas Aksa yang berat lalu menuju ke ruang makan menyusul keluarga nya yang sudah duduk di kursi makan.
"ayo Aksa mama sudah masakin ayam bakar kesukaan mu."ucap mama jingga yang meletakkan ayam bakar di piring Aksa setelah menyediakan makanan sang suami.
"makasih ma."ucap Aksa makan dengan tenang.
"berpikir juga butuh tenaga bukan begitu Aksa."ucap papa Dave yang sedari tadi diam
"iya pa."ucap Aksa yang sudah memakan setengah makanan.
Tidak biasanya acara makan malam keluarga Gutama hening seperti malam ini yang biasanya ada obrolan ringan sampai yang berat,malam ini juga Kirana yang biasanya mencairkan suasana seakan tau kalo atmosfir malam ini sangat tengang hingga Kirana ingin buru-buru pergi dari tempat makan.
__ADS_1
"Aksa papa tunggu di ruang kerja dan mama tolong bikini kopi untuk papa ya mah."ucap David yang sudah akan pergi menuju ruangan nya .
"iya pa nanti mama bawakan."ucap jingga.
"kakek juga tolong bikini teh Hijau ya menantu."ucap kakek yang menyusul Dave
"baik ayah,kamu juga mau di bikinkan minuman Aksa."ucap mama jingga yang beranjak dari duduknya menuju dapur.
"kopi aja mah, makasih."ucap Aksa yang baru selesai makan.
"kak kalo gitu Kirana tinggal ke kamar ya aku lupa mau kirim tugas kelompok."ucap Kirana yang bangun dari duduknya
"iya Rana."ucap Aksa tenang
"cup."ciuman di pipi Aksa yang di berikan Kirana sebagai ucapan selamat malam
"loh adek mau mana ak."ucap mama jingga yang membawa minuman di nampan.
"katanya mau kirim tugas mah,sini mah biar Aksa anter sekalian."ucap Aksa yang mengambil nampan di tangan mama.
"cup."ciuman Aksa yang mencium pipi sang mama
"selamat malam mah, istirahat aja kita ngobrol nya mah aku ada urusan penting dulu dengan para tetua."ucap Aksa yang menghibur sang mama yang sedari tadi gelisah
"iya mah kalo gitu ya Aksa ke papa dulu."ucap Aksa yang meninggalkan ruang makan menuju ke kantor papanya yang ada di rumah.
"semoga masalah kali ini tidak berat ak."ucap mama jingga yang menatap punggung Aksa yang menjauh lalu mama jingga pun pergi menuju kamar nya.
Di dalam ruangan Dave yang cukup luas ini sudah terisi tetua keluarga Gutama Kakek Wiliam dan yang punya ruangannya Dave yang sedang menunggu Aksa.
"Dave nanti jangan emosi dulu kita dengarkan dulu Aksa jangan langsung pukul aja."ucap William menasehati sang anak
"iya pah kita liat aja nanti."ucap Dave tenang.
Tak lama kemudian terdengar suara ketokan pintu ruang kerja Dave.
"tok tok tok."Aksa membuka pintu lalu masuk ke dalam tidak lupa mengunci pintu ruang itu.
"duduk dan letakan di meja."ucap papa Dave
Setelah itu Aksa pun melatakan minuman yang di bawa oleh nya di taruh di atas meja.
"duduk papa ingin mendengar cerita dari kamu dulu."ucap papa Dave
__ADS_1
"ya malam itu Aksa di suruh paman marvel menjaga Lily yang datang ke pesta temanya,lalu dia dengan penasaran meminum alkohol yang kadar rendah dan tak lama ada temannya Lily cowo memberikan minuman yang kadar yang tinggi.jadinya papa tau sendiri Lily mabuk."ucap Aksa tenang
"lalu dengan kamu meniduri Lily lagi gimana ceritanya ak."ucap papa Dave frustasi
"ya gitu pah dia goda aku dan aku yang ga kuat yang lanjut."ucap Aksa tenang
"brengsek."bugh bugh bugh.suara pukulan yang di berikan papa Dave kepada Aksa.
"Dave berhenti kamu mau bunuh anak kamu sendiri."ucap kakek yang meleraikan baku hantam
"kamu ya ak bikin papa Malu aja dengan kelakuan kamu ini jangan sampai keluarga narendra tau,bisa habis kamu."ucap papa Dave dengan berapi-api sambil menunjuk Aksa
"seperti nya mereka sudah tau buktinya dua Minggu yang lalu areez memukul ku."ucap Aksa yang mengusap darah yang keluar dari sudut bibir nya.
"brengsek kamu harus tanggung jawab besok kita harus ke rumah Narendra."ucap Dave
"iya pah."ucap Aksa
"di sana kamu harus bongkar kebejatan kamu kepada Lily selama ini."ucap Dave yang keluar dari ruang
"Aksa kakek mau tanya kamu lakuin itu pake pengaman kan". ucap kakek penasaran
"maksudnya."ucap Aksa dengan tampang bodoh nya.
"dasar kamu cucu kakek, kakek tau pasti tidak pakai kan biar segera di nikahkan."ucap kakek sambil berdiri lalu berjalan menuju Aksa dan memukul kepala Aksa dengan tongkat.
"masa punya cicit harus secara instan sih ga asik banget."ucap kakek ke luar ruangan sambil mendumel yang masih bisa di dengar oleh Aksa.
Sedang Aksa sendiri masih terdiam di lantai dengan tubuh dan muka yang luka.tak lam dia pun tersadar kemudian pergi menuju apartemen nya setelah itu Aksa menghubungi Rio.
"Rio datang ke apartemen dalam lima menit."ucap Aksa yang menelpon lalu langsung mematikan telepon nya tanpa mau mendengar jawaban Rio.
Setelah sampai di apartemen yang memakan waktu sekitar dua puluh menit Aksa pun pergi menuju kamar mandi dan membersihkan badannya yang luka-luka itu.
tidak lama kemudian Rio pun datang yang membawa beberapa obat luka tanpa di suruh oleh sang tuan Rio sudah berfirasat kalo tuanya saat ini babak belur oleh tuan Dave.
"oh kau sudah datang."ucap Aksa yang baru beres mandi
"iya tuan dan saya juga membawa kan beberapa obat,kalo boleh tau ada apa tuan memangil saya malam begini."ucap Rio penasaran
"kau nanti cari dokter spesialis kandungan harus perempuan Rio."ucap Aksa
"siapa yang ingin di periksa tuan."ucap Rio binggung
__ADS_1
"kau akan tau nanti."ucap Aksa dengan senyum smirk