Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
masalah besar di mulai


__ADS_3

"masuk Li jangan diam saja."ucap Aksa yang turun dari mobil nya lalu membukakan pintu untuk Lily


"hah oh iya."ucap Lily yang bingung memasuki mobil


Tak lama Aksa pun masuk di kemudi mobil lalu menjalankan mobilnya dengan pelan.


"sudah makan Li."ucap Aksa sekilas melihat muka Lily


"baru makan cake aja kak."ucap Lily dengan muka melihat pemandangan luar mobil


"ya sudah kita makan di tempat kakak saja sekalian kakak ingin berbicara sesuatu."ucap Aksa yang mengemudi menuju apartemen


Selama perjalanan hanya ada keheningan mereka berdua hanya berbicara seperlunya saja apalagi setelah Lily melihat Aksa membuat mood nya turun saja.


Hanya butuh waktu dua puluh menit saja mereka sampai di parkiran apartemen.


"Li kamu ada yang ingin kamu makan sekarang."ucap Aksa setelah mereka memasuki lift


"hm aku ingin rujak kak dari semalam aku ingin rujak mangga."ucap Lily keluar dari lift dan menuju pintu apartemen Aksa


"baiklah akan kakak pesankan."ucap Aksa yang mempersilakan Lily masuk duluan


Di dalam apartemen Aksa yang langsung menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan Lily dan sedangkan Lily sedang duduk di sofa sambil menonton TV.


"Li makan sudah siap."ucap Aksa yang menghampiri Lily di ruang tamu


"iya kak."ucap Lily bangun dan menghampiri Aksa ke ruang makan


"makan yang banyak Li kamu tenang aja,kakak sudah minta izin kepada dad."ucap Aksa yang menatap Lily


"iya kak,aku makan ayam goreng dan sambal saja kak dari kemarin aku sudah tidak berselera makan."ucap Lily sambil memakan tanpa nafsu makan.


"baiklah Li yang penting perut mu terisi nanti seletah makan akan kakak pesankan rujak dan cake kesukaan mu."ucap Aksa menatap Lily dengan penuh arti


Mereka pun makan dengan tenang dan hening saking heningnya jam di ruang makan pun terdengar.


"biar aku saja yang mencuci piring nya kak, kakak mandi dulu saja."ucap Lily yang melihat Aksa yang akan mencuci piring

__ADS_1


"tidak biar kakak saja kamu mandi dulu saja Kaka sudah siapkan keperluan kamu."ucap Aksa menatap hangat Lily.


Setelah itu Lily pun menuruti perintah Aksa, sebenarnya dia pusing dengan adanya argumen yang akan di bicarakan nanti.


Sedang setelah selesai mencuci piring Aksa menghubungi Rio yang masih berada di kantor.


"Rio kamu sudah siapkan dokter yang saya bilang semalam kan."ucap Aksa di telpon


"sudah tuan,apa mau saya kirimkan ke tuan sekarang."ucap Rio


"nanti saja akan saya hubungi lagi,ingat jangan sampai seseorang pun tau masalah ini."ucap Aksa


"baik tuan."ucap Rio yang tak lama mematikan sambungan telepon


Di kamar mandi milik Aksa sekarang ini Lily sedang berendam mandi air hangat hingga Lily akan ketiduran dan untuk nya Aksa mengetuk pintu kamar mandi setelah lama menunggu Lily yang belum keluar dari mandinya.


"Li buka pintunya kamu sudah hampir tiga puluh menit di kamar mandi nanti kamu sakit loh."ucap Aksa yang cemas


"iya kak bentar aku pakai baju dulu."ucap Lily di dalam kamar mandi dan tak lama setelah itu Lily pun keluar dengan baju yang sudah terpakai.


"kamu tuh ya bikin cemas saja sana minum teh dulu baru nanti kita makan rujaknya setelah kakak mandi dulu." ucap Aksa yang sudah akan menutup pintu kamar mandi


"kamu tuh udah tau di balkon dingin Li malah ga pakai jaket atau selimut."ucap Aksa yang duduk di samping lily


"sumpek kak di dalam lagian ini masih jam tujuh malam loh kak."ucap Lily menatap Aksa


"baiklah sekarang kamu boleh makan rujaknya."ucap Aksa membuka rujak pesanan Lily


"iya makasih kak."ucap Lily memakan dengan lahapnya rujak tersebut sampai tidak merasakan asam nya mangga muda.


"Li apa tidak asam,bukanya kamu tidak suka rujak."ucap Aksa menatap Lily yang masih makan


"ga tau kak semalam aku liat di sosmed kayanya makan rujak enak,soalnya beberapa hari ini aku selalu pusing kak." ucap Lily


Aksa pun hanya diam menatap Lily yang masih makan Sampai mendengar suara bel apartemen berbunyi.


"sebentar Li Kakak liat dulu siapa yang datang."ucap Aksa yang sebenarnya sudah tau siapa yang bertamu

__ADS_1


"iya".ucap Lily cuek


Aksa pun melangkah menuju pintu apartemen nya dan membuka pintu untuk mempersilahkan tamu yang di tunggu sejak tadi untuk masuk.


"selamat malam tuan Aksa,saya dokter Aisyah yang di panggil oleh pak Rio malam ini."ucap dokter Aisyah


"baiklah dokter silahkan duduk dulu dan saya hanya ingin dokter periksa saja tanpa perlu berbicara apa yang terjadi di dalam kamar tersebut."ucap Aksa dingin


"baik tuan."ucap dokter tersebut gemetar


Sedangkan Aksa sudah masuk ke kamar untuk memberitahu kan Lily.


"Li di depan ada dokter yang akan memeriksa kondisi mu."ucap Aksa yang menghampiri Lily


"loh kak aku kan gapapa cuma pusing aja."ucap Lily heran


"gapapa Li biar kita tau penyakit apa yang sedang kamu rasakan."ucap Aksa menuntut Lily ke kasurnya.


Setelah itu Aksa pun memanggil dokter Aisyah.


Disaat dokter Aisyah sedang memeriksa kondisi Lily ada Aksa yang harap-harap cemas akan berita yang akan datang ini.


"semuanya aman nona anda cuma butuh istirahat yang cukup saja."ucap Aisyah yang melepaskan stetoskop nya.


"makasih dok,tuh kak dengar kan kata dokter."ucap Lily kepada Aksa


"iya Li kalo gitu kamu istirahat dulu nanti kakak antar pulang tapi sebelum itu kakak antar dokter keluar dulu Li."ucap Aksa


"iya kak aku tidur sebentar deh."ucap Lily menarik selimutnya


Sedangkan Aksa dan dokter Aisyah keluar kamar lalu berhenti di sofa ruang tamu.


"tuan seperti nya nona sedang hamil jalan tiga Minggu kalo anda ingin tau lebih akurat anda harus membawa nona ke rumah sakit biar di periksa lebih intensif tuan."ucap dokter Aisyah


"hm.baiklah dok akan saya lakukan sebelum itu apa keadaan mereka baik dok."ucap Aksa dingin


"sejauh ini baik tuan tapi kita tidak ingin ambil resiko sebaiknya nona menghindari stres dan aktivitas berlebihan karena nona masih rawan keguguran tuan."ucap dokter Aisyah

__ADS_1


"baiklah dok,kalo begitu terima kasih dok."ucap Aksa yang mengantar dokter Aisyah keluar dari apartemen nya.


Setelah itu Aksa masuk ke dalam kamar dan melihat Lily yang sudah tidur pulas tanpa tahu ada satu nyawa yang dia bawa beberapa Minggu ini.


__ADS_2