
Setelah menaiki mobilnya selama dua puluh menit akhirnya Lily sampai juga di kediaman Narendra dan dari dalam mobil Lily bisa melihat mommy dan Daddy di depan teras menunggu mereka pulang.
"mommy."ucap Lily lalu memeluk
"akhirnya putri mom pulang juga."ucap mom yang membalas pelukan Lily
"oh jadi cuma mommy doang yang dapat pelukan aja nih Daddy tidak dapat."ucap dad merajuk kepada kesayangan
"oh Daddy mau di peluk juga."ucap Lily menatap Daddy
"iya dong masa cuma mom aja yang di peluk itu namanya ga adil, emang Lily ga kangen sama dad."ucap dad
"baiklah sini Lily peluk, Lily takut Daddy nangis nih kalo ga di peluk."ucap Lily memeluk Daddy nya
"bagaimana sudah baikan, gimana kabar cucu dad ini sayang."ucap dad mengusap perut Lily
"baik dad."ucap Lily
Saat mereka sedang saling pelukan Aksa datang dengan wajah kesalnya.
"Li kan aku sudah bilang jangan berjalan dulu,kamu harus naik kursi roda dulu."ucap Aksa yang membawa kursi roda
"ish kak aku cuma jalan sebentar ini loh,dad liat kak Aksa ngeselin."ucap Lily mengadu
"Aksa benar sayang sudah kamu duduk di kursi roda nanti biar dad yang dorong ke dalam."ucap dad lalu di turuti oleh Lily duduk di kursi roda.
"dad di mana kak Naya,kok aku tidak melihat."ucap Lily yang sudah memasuki ruangan keluarga
"sepertinya dia ada urusan sayang tapi sudah mom telpon tapi tidak di angkat."ucap mom
"yah padahal aku ingin di buatkan tiramisu buatan kakak."ucap Lily cemberut
"biar mom bikinkan untuk Lily saja ya sayang nanti kalo sudah ada kakak mu baru kamu boleh minta bikinkan."ucap mom yang akan ke dapur
"baiklah mom terima kasih."ucap Lily
"lalu Abang areez kemana dad."ucap Lily yang juga tidak melihat Abang nya
"Abang mu ada meeting mendadak Li harusnya kak Gavin juga ikut tapi kak Gavin di suruh menjemput mu biar Abang areez yang menghendel semuanya."ucap dad
"yasudah sayang kamu dad antar sebentar ke kamar nanti cake tiramisu nya akan di antar ke kamar."ucap dad mendorong kursi roda menuju kamar Lily
sedangkan Aksa hanya menjadi penonton saat mereka bercengkrama dengan seru,dia seperti di abaikan.
__ADS_1
"ak tolong bilangin ke dad gua ke kantor lagi ya,gua dan Abang akan pulang cepat hari ini."ucap Gavin yang baru masuk ke dalam setelah tadi mengangkat telpon
"baiklah thanks Gavin."ucap Aksa
"okei."ucap Gavin lalu keluar lagi menuju kantor nya.
Aksa pun hanya bisa berdiam diri sampai paman marvel turun dari lantai dua setelah mengantar Lily.
"jadi Aksa bagaimana mana keadaan lily dan bayinya."ucap dad Marvel setelah duduk di sofa
"semuanya baik paman hanya perlu di kontrol makan dan minum obatnya saja paman."ucap Aksa
"lalu kelanjutan hubungan kalian akan gimana Aksa."ucap paman marvel
"saya sudah berbicara dengan Lily Paman kalo pernikahan kami akan di adakan dua Minggu dari sekarang dan paman tenang saja biar saya yang urus semua persiapan pernikahan nya biar Lily tidak kecapean."ucap Aksa tegas
"kamu yakin Lily menerima mu."ucap paman marvel
"saya yakin paman lagian paman ga kasian dengan cucu paman nanti kalo kita tidak menikah dia tidak ada sosok ayah."ucap Aksa menakuti Marvel.
"sial aku lupa, baik'buat pernikahan yang meriah dan pastikan Lily suka dengan pernikahan ini."ucap paman marvel serius
"baik paman tenang saja saya tau konsep pernikahan Lily yang di inginkan."ucap Aksa tak kalah serius
"baiklah Aksa kau boleh pulang dan paman punya permintaan sebelum acara pernikahan kamu jangan datangi Lily kamu fokus lah dengan persiapan pernikahan kalian biar paman yang urus Lily."ucap Marvel
"ga bakal mungkin Aksa."ucap paman marvel yakin
"baiklah paman tapi jika Lily ingin bertemu dengan saya tolong hubungi saya paman."ucap Aksa pasrah
"ya baiklah."ucap Paman marvel
"kalo begitu saya permisi pulang paman."ucap Aksa pamit
"baik hati-hati di jalan."ucap paman marvel
Sedangkan Gavin saat ini berada di toko kue milik Naya dia dapat info dari anak buah nya yang menjaga Naya kalo hari ini Naya tidak pergi bekerja dan keluar dari rumahnya, anak buah nya hanya melihat kaivan pergi ke rumah sakit tanpa tau semalam kaivan mabuk dan memperkosa istrinya sendiri.
"halo tuan Gavin ada yang bisa saya bantu."ucap Widi yang biasa meja kasir dan Gavin cukup tau.
"saya memesan brownies dan kopi espreso."ucap Gavin cepet lalu membayar
"baik tuan nanti akan kami antar pesanan nya."ucap Widi
__ADS_1
Lalu Gavin menuju meja paling pojok yang menghadap jalanan.
"silahkan tuan ini pesanan anda."ucap ayu pelayan toko baru
"baik terima kasih."ucap Gavin
"baik tuan kalo begitu permisi."ucap ayu
"tunggu,apa Naya sudah datang."ucap Gavin
"mba Naya belum datang tuan, katanya hari ini datang sore."ucap ayu mendudukkan kepalanya
"kamu tau kenapa Naya datang sore."ucap Gavin lagi
"saya kurang tau tuan."ucap ayu
"baiklah kau boleh pergi."ucap Gavin dengan ramah
"baik tuan saya permisi."ucap ayu yang sebenarnya degdegan saat di ajak bicara oleh kembaran atasannya
Ayu pun pergi menuju kasir yang sedari tadi Widi melihat ayu dan tuan Gavin mengobrol dia bingung tidak biasanya sang atasan mengobrol dengan serius.
"ayu kamu bicara apa dengan tuan Gavin."ucap Widi penasaran
"oh itu tuan Gavin bertanya tentang mba Naya ada ga di sini."ucap ayu
"oh kirain aku kenapa toh bikin kepo aja."ucap Widi
"makanya Wid jadi orang jangan kepoan."ucap ayu
"namanya juga manusia yu."ucap Widi membela diri
"udah ah aku mau ke meja Kasan dulu seperti mereka sudah akan pergi."ucap ayu pergi untuk mengambil piring dang gelas kotor
Sedangkan yang mereka bicarakan saat ini sedang sibuk mengirim pesan kepada bawahannya yang menjaga Naya.
"indra pantau terus rumah Naya tidak biasanya dia tidak ada kabar."pesan Gavin kepada Indra
"baik tuan nanti saya hubungi kalo nona keluar dari rumah."balasan indra yang hanya di baca
Gavin pun mengirim kan pesan kepada Naya.
"nay kamu di mana kenapa tidak datang di penyambutan Lily, Lily mencari mu dia ingin tiramisu buatan kakak nya."mengirim pesan singkat kepada Naya namun pesan tersebut hanya ceklis satu saja.
__ADS_1
Kamu kenapa sih Naya ga biasanya kamu begini apa yang terjadi."ucap Gavin resah dari semalam bisa di bilang ini buktinya ikatan batin anak kembar semalam saja Abang sampai ke kamar Gavin mengecek keadaan dia namun saat melihat Gavin tidak kenapa-kenapa, areez pun meminta Gavin menghubungi Naya dari semalam namun telpon nya tidak di angkat dan pesannya tidak di balas.
Kalo sudah begini dia akan menanyakan langsung saat Naya sudah baikan.