Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
mulai menerima keadaan


__ADS_3

Saat ini ruangan Lily kedatangan mommy dan Daddy yang membawa beberapa makanan dan barang yang Lily butuhkan selama masih berada di rumah sakit.


suasana pun cukup dingin antara Daddy Marvel dan Aksa yang sedari tadi perang tatap mata.


"sayang nya mom sudah lebih baik."ucap mom mengelus tangan Lily


"lumayan mom."ucap Lily namun tidak berani bertatap muka kepada orangtuanya.


"mom dad maaf sudah mengecewakan kalian."ucap Lily masih menunduk kan kepalanya tak lama terdengar suara tangisan Lily.


"hei sayang sudah jangan menangis nanti pusing."ucap mom langsung memeluk Lily


Perlakuan mereka tidak lepas dari dua orang pria yang sejak tadi hanya melihatnya dan mendengarkan saja,hingga Marvel pun tidak tega melihat putri kesayangannya mengeluarkan air mata yang berharga.


"sudah sayangku jangan menangis kasian baby nanti ikut menangis."ucap dad yang berjalan menuju brankar Lily


"dad maaf kan aku."ucap Lily masih mengeluarkan air mata.


"sudah sini Daddy peluk kesayangan Daddy yang akan menjadi seorang ibu."ucap Marvel memeluk Lily


"sudah sayang nanti baby sedih melihat ibunya nangis."ucap dad marvel yang masih memeluk


"memangnya sudah bisa menangis dad baby nya."ucap Lily binggung


"iyaa sayang baby juga bisa merasakan apa yang sedang ibunya rasakan."ucap mom menenangkan Lily.


"sudah putri dad jangan menangis terus nanti jelek loh, lebih baik kamu makan yang mom masak spesial buat kamu."ucap dad


"tapi aku baru makan dad."ucap Lily tidak enak


"baiklah tidak apa-apa,apa kamu ingin makan cookies yang kakak kamu bikin untuk mu."ucap mom mengeluarkan cookies kesukaan Lily


"baiklah satu saja mom, tiba-tiba aku rindu kak naya.kapan kakak ke sini."ucap Lily kepada kedua orang tua nya


"nanti mom hubungi kakak supaya bisa kesini,apa kamu juga ingin cake yang di bikin oleh kakak mu."ucap mom


"aku ingin bluberi chescake."ucap Lily membayangkan kue tersebut


"baiklah nanti mom bilang ke kakak mu."ucap mom yang masih menatap hangat Lily


Sedangkan Aksa seperti tidak di anggap di dalam ruangan tersebut namun dia cukup bersyukur karena Lily bisa melupakan kesedihannya dengan berbicara dengan kedua orangtuanya.


Siang pun datang saat ini Gavin sedang menuju toko kue milik Naya.

__ADS_1


"selamat siang ada yang bisa saya bantu."ucap pelayan toko Naya


" satu brownies dan kopi espreso, tolong antar ke ruang Naya."ucap Gavin setelah membayar lalu pergi menuju ruangan Naya yang berapa di lantai dua.


"tok tok tok."ketukan pintu mengalihkan perhatian Naya yang sedang membaca artikel tentang kue.


"masuk"ucap Naya di dalam ruangan


"Naya ga sibuk kan."ucap Gavin masuk


"engga kok kak aku sedang mencari resep kue yang aku ingin bikin nanti."ucap Naya tersenyum


"baiklah kalo begitu."ucap Gavin berjalan menuju sofa


"kakak sudah makan siang,atau mau aku pesankan brownies dulu."ucap Naya menghampiri Gavin


"sudah nay tadi sebelum ke sini kakak makan dengan Client dan kakak sudah memesannya tadi paling sebentar lagi akan tiba."ucap Gavin santai


tak lama suara ketukan pintu ruangan Naya.


"masuk saja."ucap Naya


"permisi mba,pak ini pesanan nya."ucap ayu pegawai Naya baru


ayu pun menaruh makanan milik Gavin di atas meja dengan hati-hati.


"kalo begitu saya permisi pak, mbak."ucap ayu yang memegang nampan


"sebentar yu,kak kenalkan ini ayu pegawai baru aku dan ayu ini kak Gavin kakak kembaran mbak."ucap Naya


"salam kenal pak,nama saya ayu."ucap ayu mendudukkan dirinya kepada Gavin


"oke."ucap Gavin cuek


"kalo begitu saya permisi."ucap ayu keluar dari ruangan Naya


Setelah di rasa ayu sudah turun ke lantai bawah Naya pun mengomeli Gavin


"kakak jangan begitu ke ayu dia masih baru, nanti ayu ga betah kerja sama aku."ucap Naya kesal


"kakak tidak peduli."ucap Gavin yang sedang memakan brownies nya.


"baiklah terserah kakak saja, lalu bagaimana Lily sekarang kak apa sudah siuman."ucap Naya

__ADS_1


"sudah namun dia masih syok butuh perhatian kita saat ini nay apalagi dia hamil muda."ucap Gavin


"ya kita harus menjaga Lily lebih ekstra, hebat ya mereka belum menikah sudah mau punya anak saja sedangkan aku yang sudah menikah saja belum hamil."ucap Naya sendu


"yah minta lah ke kaivan jangan sibuk kerja mulu Naya nanti kelamaan tidak baik menunda."ucap Gavin menatap Naya dengan penuh arti


"mungkin nanti saja dulu kak lagian kita masih ingin berpacaran dulu takutnya nanti pas punya anak belum puas berduaan."ucap Naya dengan memaksakan senyum nya


"baiklah gimana bahagia nya kalian saja."ucap Gavin


"tapi aku takut kalo sampai aku ga bisa memberikan kaivan anak gimana kak."ucap Naya cemas


"hei jangan dipikirkan lagian kan pernikahan kalian baru mau berjalan dua bulan kan."ucap Gavin menenangkan Naya


"iya kak."ucap Naya ragu


"nay kalo ada apa-apa cerita ya ke kakak walaupun kamu sudah menikah kakak masih mau kok mendengarkan cerita adik-adik kakak yang cantik ini."ucap Gavin serius


"iya kak nanti kalo aku meminta tolong pasti kepada kakak kok."ucap Naya langsung memeluk gavin.naya tidak ingin kakaknya ini melihat matanya berkaca-kaca menahan tangisan.


"selamat kakak masih hidup kalian akan kakak buat bahagia."ucap Gavin membalas pelukan Naya sedangkan tangannya mengepal menahan amarahnya.


"ngomong -ngomong bang areez lagi sibuk banget ya kak."ucap Naya melepaskan pelukan nya


"iyaa Naya sekarang kita sedang ada projek besar dan Abang yang memegang semuanya, biarkan saja si maniak kerja itu fokus biar kakak mu ini jadi santai."ucap Gavin menahan tawanya.


"dasar kakak Kasian tau Abang sampai saat ini jomblo gara-gara terlalu fokus kerja."ucap Naya mengakasihani Abang kembarannya.


"nanti juga datang jodohnya nay,ya sudah kakak kembali dulu kerja nay. Jangan terlalu di pikirkan ya sayang."ucap Gavin bangun dari duduknya lalu mencium kening sang adik


"iya kak."ucap Naya melihat Gavin keluar dari ruangannya namun di sisi lain Naya takut kalo Gavin tau apa yang terjadi tentang pernikahan nya bersama kaivan.


Di kediaman Gutama saat ini,mama jingga sangat sibuk untuk berangkat menuju ke rumah sakit untuk menjenguk calon mantunya dan cucunya.


"pa lama sekali sih kaya perempuan saja dandannya lama."ucap mama jingga kepada papa Dave


"sabar sayang lagian rumah sakit nya tidak bakal pindah ini."ucap Dave yang sedang menyesir rambutnya.


"dasar kakek centil."ucap mama jingga


"aku harus tampan saat ingin bertemu cucu mah."ucap Dave selesai dengan kegiatan nya


"yuk honey kita berangkat."ucap Dave memegang tangan sang istri yang cemberut menunggu nya.

__ADS_1


Dave sudah tidak sabar bertemu dengan calon mantu dan cucunya walaupun dia masih marah dengan cara cucunya hadir dengan tidak baik di contoh.


__ADS_2