
Saat ini Aksa dan Lily sedang menghampiri para orang tua untuk izin pamit pergi.
"ya ampun pengantin baru cepat sekali bangunannya."ucap Oma
"Oma jangan gitu ga liat muka Lily sudah merah begitu."ucap Gavin yang menyusul ke mereka
"semuanya kami izin pamit pergi sekarang."ucap Aksa menyelamatkan Lily dari situasi
"loh pagi sekali ak."ucap papa Dave
"iya pah biar sampai di sana malam."ucap Aksa
"baiklah,tapi Lily sudah periksa kesehatan kandungan mu."ucap mom
"sudah mom kemarin malam sudah di cek."ucap Lily
"baiklah kalian boleh pergi,apa dad antar sampai bandara."ucap dad
"tidak perlu dad kami akan di antar Sagara kebetulan dia ada keperluan mendadak."ucap Aksa menolak
"baiklah hati-hati di jalan,dan kamu Li harus ingat sekarang ini sedang mengandung."ucap dad mengingatkan
"iya dad aku akan ingat."ucap Lily lalu memeluk dad
"hati-hati di jalan nanti hubungi kami ya."ucap mom memeluk Lily
"baik mom."ucap Lily lalu berpamitan dengan mertuanya
"oh sayang ku titip Aksa ya kalo dia nakal pukul saja sayang."ucap mama jingga yang memeluk Lily
"mah plis lah,sudah Li kita harus ke bandara sekarang."ucap Aksa mengandeng tangan Lily
"baiklah semua nya kami pamit berangkat."ucap Lily
"hati-hati Lily Aksa."ucap semuanya
Mereka pun berjalan menuju mobil yang sudah terdapat Sagara dan Chintya di dalam mobil.
"jalan gara."ucap Aksa setelah memastikan Lily duduk dengan nyaman di dalam mobil
"oke let's go."ucap Sagara mengemudi
sepanjang jalan menuju bandara Lily hanya diam dan menyenderkan kepalanya ke pundak Aksa.
"apa pusing Li."ucap Aksa mengusap rambut Lily
"aku hanya mengantuk saja kak."ucap Lily
"baiklah tidur aja Li nanti kakak gendong sampai ke pesawat."ucap Aksa sesekali melihat wajah sayu sang istri
"tidak aku ingin tidur di pesawat saja."ucap Lily yang masih menahan kantuk.
"baiklah kalo begitu sayang."ucap Aksa
Sedangkan di jok depan Sagara dan Tia hanya berdiam diri yang satu fokus mengemudi yang satunya memandang jalanan.
__ADS_1
sampai Aksa mengajar obrolan kepada mereka berdua.
"jadi hubungan kalian apa gara."ucap Aksa
"hah apa kak."ucap Sagara kaget
"kalian punya hubungan apa Sagara."ucap Aksa mengulang
"kami hanya teman dan partner bisnis kak."ucap Sagara
"kirain kalian berdua pacaran."ucap Aksa
"engga tuan Aksa kami hanya teman saja."ucap Tia yang sedari tadi diam
"sayang sekali padahal kalian serasi tadi malam,hingga membuat seseorang cemburu."ucap Aksa menatap Tia
"siap yang cemburu kak."ucap Lily
"pasti ada lah sayang apalagi Sagara yang banyak suka dia."ucap Aksa
"diam kak aku sedang menyetir mobil ni."ucap Sagara menatap Aksa lewat kaca spion
"oh iya untuk tadi malam ga ada mantan kamu gara."ucap Lily mengingat
"diam Li mau aku turunin di jalan."ucap Sagara kesal
"kak liat tuh gara ngeselin."ucap Lily mengadu ke Aksa
"sudah Li biarkan saja dia."ucap Aksa
"sebentar Li biar kakak bukakan pintunya."ucap Aksa keluar dari dalam mobil untuk membuka pintu mobil
"terima kasih kak."ucap Lily saat tangannya di gandeng Lily
"Sagara Tia thanks udah antar kami."ucap Lily menatap mereka
"sama-sama nona."ucap Tia
"jangan nona kamu kan lebih tua dari ku panggil saja Lily."ucap Lily dan di jawab anggukkan kepala Tia.
"gara titip kantor ya."ucap Aksa menatap sang adik
"iya kak tenang aja semuanya akan aku tanganin."ucap Sagara menyakinkan sang kakak
"ya sudah kalau begitu kami pamit pergi."ucap Aksa lalu menggandeng tangan Lily menuju pesawat pribadi milik keluarga Gutama.
Sedangkan Tia hanya bisa bengong menatap pesawat yang sangat keren itu hingga dia di sadari oleh Sagara.
"Tia jangan bengong itu lap air liur mu."ucap Sagara lalu masuk ke dalam mobil nya
"mana ada aku liuran gara."ucap Tia kesel lalu menyusul Sagara masuk ke dalam mobil
"gara kenapa ga banyak orang."ucap Tia binggung menatap bandara yang terbilang sepi.
"emang ya siapa yang mau ke sini, kecuali orang yang punya."ucap Sagara sombong
__ADS_1
"maksud mu ini milik kalian."ucap Tia syok
"ya bisa di bilang begitu."ucap Sagara cuek
"kalo kamu mau naik pesawat pribadi kami boleh kok tapi dengan syarat harus nikah denganku."ucap Sagara menggoda Tia yang muka bete
"lebih baik aku tidak usah menikah kalo harus menikah dengan kamu."ucap Tia kesel
"ya kan siapa tau kamu mau dengan ku."ucap Sagara
"ga usah banyak omong antar saja aku ke toko bunga,ini sudah telat buka."ucap Tia setelah menatap jam tangannya
"baiklah nona."ucap Sagara yang masih menggoda
Sedangkan di dalam pesawat yang akan terbang, saat ini Aksa sedang memperbaiki posisi duduk Lily dengan nyaman
"sudah nyaman duduk nya sayang."ucap Aksa menatap Lily yang duduk di sebelahnya
"sudah kak,berapa jam kita akan terbang."ucap Lily
"hampir dua puluh jam Li, makannya itu kamu istirahat aja kalo ingin makan bilang ke aku atau ke pramugari."ucap Aksa menjelaskan
"iya kak seperti aku akan menghabiskan nonton film saja."ucap Lily
"aku punya permainan yang menyenangkan loh."ucap Aksa
"apa kak."ucap Lily penasaran
"olahraga bareng dan bermain kuda."ucap Aksa sambil menturun naik alisnya
"emangnya pesawat kita bawa kuda kak."ucap Lily binggung
"masa begitu saja kamu ga tau Li."ucap Aksa gemas
"apa kak jangan bikin bingung."ucap Lily
"ayo ikut aku."ucap Aksa semangat menuju dalam kamar pesawat
"ngapain kak."ucap Lily yang ikut di belakang Aksa.
"kita akan melakukan yang menyenangkan."ucap Aksa memeluk Lily tak lama mencium leher Lily yang mulus
"tunggu kak jangan bilang kita akan melakukan itu "ucap Lily kaget
"ya karena semalam tidak melakukan itu lebih baik sekarang aja."ucap Aksa yang sekarang mencium bibir Lily
"kak tapi masih pagi loh ini."ucap Lily menahan cium brutal sang suami
"emng ada larangan mau lakukan pagi apa malam."ucap Aksa lalu mengendong Lily menuju kasur
"kamu tenang aja aku akan pelan dan tidak akan menyakiti kamu dan baby."ucap Aksa menyakinkan Lily
"benar ya kak."ucap Lily
"iya sayang lagian baby kayanya udah ga sabar pengen di jengguk papah nya."ucap Aksa dengan alasan lalu mencium kembali Lily
__ADS_1
Dan terjadi lah pagi pertama yang dilakukan di atas awan.