
Malam pun tiba di kediaman Narendra sudah berkumpul untuk makan malam bersama.
"gimana Gavin masalah kantor aman."ucap dad yang sambil makan.
"aman dad,cuma masalah bahan baku telat kirim saja."ucap Gavin
"kamu sayang Li,tadi pulang di antar sama siapa."ucap dad
"oh itu Raka dad temen kelas."ucap Lily yang telah menyelesaikan makanan
"dad kita lagi makan jangan bahas tentang kerajaan mulu."ucap mom dengan muka bete
"sorry sayang nanti kita lanjut ngobrol nya."ucap dad
Tidak lama kemudian mereka pun pindah ke ruang keluarga.
"jadi Li tadi kamu habis dari mana saja."ucap dad
"oh itu habis kerja kelompok aku di aja nonton bareng dad terus pulang deh." ucap Lily yang sedari tadi mengecek handphone nya.
"kira mom kamu kencan sayang."ucap mom
"mana mungkin mom Lily kencan yang ada ntar ada macam marah lagi."ucap Gavin meledek Lily
"apasih kak ga jelas banget deh." ucap Lily dengan muka cemberut
"oh iya kalian jadinya mau tinggal di mana,dad harap di manapun kalian tinggal Kalian harus nyaman."ucap dad kepada Naya dan kaivan
"kami ingin tinggal di apartemen dulu dad."ucap kaivan
"iya dad biar tidak terlalu jauh dari tempat mas kaivan kerja."ucap Naya
"baiklah dad dukung keputusan kalian,puas-puasin dulu buat berduaan siapa tau nanti pas kalian punya anak bakal susah berduaan."ucap dad Marvel
"iyaa dad,kami juga sudah memikirkan ke masalah itu dad."ucap kaivan
"oh iya aku tidak melihat Aksa Li dari tadi."ucap kaivan
"dia sibuk kali."ucap Lily cuek sambil melihat handphone nya
"kamu sih Li terlalu galak sama Aksa."ucap Naya
"eh enak aja kak,dia sendiri yang ngeselin tau orang nya."ucap Lily malas
" tapi kangen kak Li ga ada yang bisa kamu suruh-suruh."ucap Gavin yang menimbal omongan Naya
"engga tuh biasa aja."ucap Lily yang langsung pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Selama mereka mengobrol hanya areez saja yang sedari tadi diam memperhatikan Lily yang gelisah.
"mom dad aku keluar sebentar ya."ucap areez yang pamit
"kamu mau ke mana sayang."ucap mom yang menatap areez
"aku ada urusan sebentar."ucap areez
"baiklah hati-hati boy."ucap dad
Setelah areez pergi mereka pun melanjutkan obrolan sampai satu dari mereka pergi ke dalam kamar masing-masing.
§§§§
Di tempat lain ada seseorang yang sedang menunggu orang yang di tunggu datang.
saat ini areez sedang berada di sebuah bangunan yang besar dan cukup gelap hanya orang tertentu saja yang tau tempat ini.
"sorry areez gua telat datang,gua nunggu nih orang lama banget."ucap Felix Mahesa dirgantara penerus perusahaan dirgantara.
"hm. mana orang nya."ucap areez
"noh orang nya."tunjuk Felix ke Aksa
bugh bugh bugh suara pukulan keras yang di layangkan areez kepada Aksa.
"sialan Lo Aksa."ucap areez yang masih memukuli Aksa
"ya ampun kenapa ga ngajak gua sih bang."ucap Gavin yang baru datang sudah di suguhkan pemandangan mengerikan
"Gavin sialan pisahkan mereka berdua."ucap Felix yang bangun dari jatuhnya
"bang udah bang masa kesempatan gua di ambil lu semua."ucap Gavin yang memisahkan mereka
"lepas Gavin gua masih belum puas menghajar si brengsek ini."ucap areez
"udah bang, Abang ga liat tuh orang udah babak belur."ucap Gavin yang melihat kondisi Aksa.
Tidak lama Aksa pun berdiri dari duduknya dan tidak memperdulikan keadaan nya sendiri.
"reez gua minta maaf apa yang gua perbuat dengan Lily."ucap Aksa dengan nafas tersengal dan sudut bibir mengeluarkan darah
"lu kan anak uncle Dave yang pinter masa manggil dokter aja ga bisa,gua tau ak lu ambil kesempatan dari kesempitan kan."ucap Gavin yang masih menahan areez yang akan memukul Aksa
"iya gua jujur dan gua ga menyesal apa yang gua lakuin itu."ucap Aksa
"brengsek."ucap areez dan bugh bugh suara pukulan lagi yang di layangkan areez ke pada Aksa
__ADS_1
"kalian kan tau dari dulu gua ingin memiliki Lily seutuhnya." ucap Aksa yang berbaring di lantai dengan batuk mengeluarkan darah.
"lu pikir gue akan diam saja saat liat kelakuan bejat lu itu."ucap areez Dengan senyum smirk dan keluar dari tempat tersebut
"Felix gua nitip si brengsek ini ya, gua susul tuh setan."ucap Gavin yang menyusul areez
Setelah duo putra narendra pergi Felix pun membantu Aksa bangkit dari tidurnya dan memapah Aksa menuju mobil.
"ak mau ke rumah sakit apa ke rumah." ucap Felix yang sesekali melihat Aksa di samping kursi mengemudi
"hm.apartemen aja lix."ucap Aksa sambil menahan sakit
"gua ga tau apa yang lu buat sampai areez marah besar gitu Aksa."ucap Felix
"nanti gua cerita."ucap Aksa yang memejamkan mata sepanjang jalan
Berbeda dengan Aksa dan Felix yang akan pulang.di mobil satu lagi terdapat duo putra narendra yang sedang menahan amarahnya
"bang harusnya lu jangan langsung mukul aja bang."ucap Gavin yang sambil menyetir
"terus gua harus diam aja liat Ade gua di lecehkan walaupun dengan gara-gara obat sialan itu."ucap areez yang masih marah
"sabar bang gua udah ada rencana yang gua susun."ucap Gavin tenang
"terus tuh cewe sekarang di mana gav."ucap areez penasaran
"di tempat biasa bang, ternyata dia juga di suruh oleh bokapnya bang."ucap Gavin yang menceritakan soal Selena
"sial ternyata kita kecolongan,siapa nama bokapnya."ucap areez
"danuar Ganjar bang,yang Abang kalahin tender di Singapura enam bulan yang lalu bang."ucap Gavin
"sial kita harus cari perhitungan."ucap areez
"kayanya ga usah deh bang ada yang udah gerak cepat dari kita."ucap Gavin
"siap Gavin."ucap areez penasaran
"ya yang Abang pukul tadi bang,dia buat perusahaan Ganjar terpontang panting sekarang."ucap Gavin
"baguslah sekarang kita sudah harus lebih perhatian dengan Lily."ucap areez yang menyenderkan badannya di kursi mobil
"iya bang,rumit banget ternyata masalah mereka."ucap Gavin yang juga pusing
"sepertinya belum Gavin."ucap areez datar
"maksud Abang."ucap Gavin penasaran
__ADS_1
"kita liat aja kedepannya,yang penting sekarang kita fokus ke Lily."ucap areez.
Dan setelah pembicaraan itu selesai hanya ada keheningan di sepanjang jalan menuju kediaman Narendra.