
Pagi pun datang saat ini pasangan pengantin masih nyenyak tidur sambil berpelukan hingga Lily bangun pertama kali.
"ngantuk sekali."ucap Lily pelan takut membangunkan Aksa yang masih tidur.
"tidur lagi sayang."ucap Aksa dengan masih memejamkan mata.
"aku lapar kak."ucap Lily
"baiklah kamu mandi dulu biar kakak pesankan makanan nya."ucap Aksa bangun dari tidurnya.
Lily patuh dengan mandi cepat dia dari semalam sudah kelaparan namun saat melihat wajah sang suami yang kelelahan akhirnya Lily memendam saja rasa laparnya.
"cepat sekali mandinya sayang."ucap Aksa
"aku sudah laper banget kak,apa sudah datang makanannya."ucap Lily
"sudah ayo kita makan bersama."ucap Aksa
"Kakak ga mandi dulu."ucap Lily menatap Aksa
"nanti saja,aku tau kalian sangat kelaparan."ucap Aksa
Tak lama mereka pun makan dengan hikmat tanpa ada obrolan hingga Lily meminum susu hamil nya barulah Aksa berbicara.
"Li siap-siap sebentar lagi Rio akan menjemput Kita menuju bandara, jangan lupa pakai baju yang hangat."ucap Aksa lalu pergi menuju kamar mandi
Sedangkan Lily saat ini sibuk membereskan barang-barang mereka yang akan di bawa menuju Swiss.
"sudah sini biar kakak yang bereskan sisanya kamu duduk lah."ucap Aksa dengan muka fresh sehabis mandi.
"tapi kita pamitan dulu kan kak."ucap Lily menatap Aksa yang masih sibuk dengan barang mereka.
"iya Li lagian para keluarga kita saat ini sedang berkumpul di lantai bawah sedang menikmati sarapan."ucap Aksa yang sudah selesai membereskan barang-barang mereka dan tak lama terdengar suara bel berbunyi.
"biar aku saja yang membuka pintu nya kak."ucap Lily yang langsung pergi menuju pintu kamar hotel
"selamat pagi nyonya."ucap Rio membungkukkan badannya saat Lily membukakan pintu.
"hai kak Rio kaku sekali segala panggilan nyonya lagi."ucap Lily menatap Rio
__ADS_1
"anda kan sudah menikah dengan tuan saya otomatis anda sekarang ini nyonya saya juga."ucap Rio lagi menerangkan
"baiklah terserah kamu saja,ayo masuk kakak Aksa sudah menunggu mu."ucap Lily terlebih dahulu masuk ke dalam kamar nya dan di ikuti oleh Rio di belakang nya.
"pagi tuan."sapa Rio kepada Aksa
"pagi Rio apa cukup waktu istirahat mu semalam."ucap Aksa yang menyerahkan koper mereka
"cukup tuan terimakasih."ucap Rio mengambil koper tersebut ke dalam tangannya
"baiklah kita pamitan dulu kak."ucap Lily saat ini menggunakan dress bunga selutut dan di padukan dengan cardigan sedang Aksa saat ini hanya memakai kaos warna hitam dan di luar nya memakai jaket kulit
Mereka pun pergi menuju lantai tempat keluarga mereka berkumpul.
Sedangkan di meja makan yang terdapat para generasi muda narendra dan Gutama sedang ada yang makan dan ada yang sedang membahas tentang kerajaan mereka namun hanya Tia saja yang menjadi pendengar apalagi tatap kaivan sedari tadi hingga Sagara yang duduk di sebelah mengajak berbicara.
"oh iya kenalin Tia temen gua."ucap Sagara kepada areez,Gavin, kaivan dan yang terakhir Naya.
"siapa nih gara jarang banget lu bawa cewek ke acara keluarga."ucap Felix yang tiba-tiba muncul dari belakang Sagara
"temen baru gua sekaligus partner bisnis baru gua ."ucap Sagara
"oh kalian akan bikin bisnis apa."ucap Gavin yang sedari tadi menatap kaivan yang curi pandang ke arah Tia.
"loh kok kamu duluan toko milik Chintya sih gara bukannya kamu mau kerjasama dengan toko kue milik Naya."ucap Gavin menatap Sagara
"dianya ga mau Gavin kalo ga percaya tanya sendiri."ucap Sagara menuju arah pandangan Naya yang sedari tadi makan sedikit
"benar Naya,kenapa ga bilang ke Abang kalo kamu mau memperluas toko mu."ucap areez sedari tadi diam mendengar kan saja.
"oh itu bang, aku pikir lagi seperti ga bisa kepegang kalo di perluas toko kue ku, sekarang aja aku keteteran dengan banyaknya pesanan."ucap Naya
"kan sudah Abang bilang cari orang aja yang menghendel toko mu,biar kamu fokus dengan membuat resep spesial mu itu."ucap areez
"gapapa bang biar aku tangani dulu kalo sudah tidak sanggup aku akan mencari orang."ucap Naya menatap wajah areez
"nay sejak kapan kamu suka buah pepaya."ucap Gavin menatap Naya yang sedari tadi memakan buah yang sangat anti Naya makan
"akhir-akhir ini aku suka kak, rasanya tidak terlalu buruk."ucap Naya menyakinkan
__ADS_1
"mereka lama sekali keluarnya sih."ucap Sagara sedari tadi menetap pintu masuk restoran hotel
"namanya juga pengantin baru lu kaya ga tau aja masih mending kita nunggu setengah jam coba dulu pas kaivan nikah kita harus nunggu mereka turun hampir satu jam."ucap Felix
"uhuk uhuk."batuk kaivan setelah dia tersedak minum saat mendengar omongan Felix.
"diam Felix."ucap kaivan menatap tajam Felix
"loh aku kan cuma bicara sesuai fakta bener kan Naya."ucap Felix menggoda Naya
"tuh mereka akhirnya datang."ucap Naya mengalihkan perhatian mereka menuju sepasang suami istri yang berjalan sambil bergandengan.
"oh my Lily ku kamu tidak di jahatin kan."ucap Felix menghampiri Lily dan akan memeluk Lily namun sebelum selangkah lagi menuju Lily kerah kemeja di tarik terlebih dahulu
"gara lepasin ga."ucap Felix
"jangan peluk-peluk Lily nanti keponakan gua kena virus yang lu bawa lagi."ucap Sagara
"CK ga kakak ga adik kenapa posesif semua,aku juga kan kakak nya lily.iya kan Li?"ucap Felix menatap wajah Lily
"siapa dia kenapa ada gembel masuk."ucap Lily lalu pergi menuju ke para tetua dan di ikuti oleh Aksa
"ya ampun kenapa setelah menikah mulutnya tambah pedas saja."ucap Felix sambil memegang dada dengan wajah pura-pura syok
"kalian drama sekali sih."ucap Gavin yang sudah malas kalo Lily, Sagara dan Felix bertemu selalu ada dramatis.
"diem kau papan cuci,kamu tidak tau seberapa sakit nya saat gadisku berbicara dengan kejam."ucap Felix yang masih drama
"kau cukup melihat saja Tia."ucap Sagara pelan
namun respon sang perempuan tersebut malah diam saja.
"fakir miskin mau ikut antar mereka ke bandara."ucap Sagara dengan entengnya
"saya akan ikut raja iblis."ucap Felix lalu tak lama Felix mengajak ngobrol Tia.
"Tia kamu kok mau sih dekat dengan raja iblis satu ini."ucap Felix
"diam Felix atau aku akan membuang mu ke laut."ucap Sagara
__ADS_1
"jangan didengar orang sirik ini tia cepat habiskan sarapan mu."ucap Sagara
Sedangkan kakak Lily sedang menuju ke tempat Lily dan para orang tua nya berkumpul.