Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
kehamilan terungkap


__ADS_3

Saat ini Lily sudah di bawa ke ruangan VVIP atas kemauan keluarga.Di dalam kamar Lily berada semua orang harap-harap cemas menunggu datangnya Marvel dan Aksa yang dari ruangan dokter.


"dad lama sekali,mom tidak sabar ingin mengetahui kondisi Lily."ucap mom kepada Naya yang duduk di sebelah nya.


"sabar mom kita berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja."ucap Naya menenangkan mom.


Tak lama pintu ruangan Lily terbuka, munculah dad Marvel dengan tampang marah dan berjalan menuju brankar tempat tidur Lily.


"maafkan Daddy sayang."ucap dad mengelus permukaan muka Lily yang tertidur.


"dad apa yang terjadi."ucap mom menghampiri sang suami yang sedang mengelus permukaan muka Lily


"kita bicarakan di sofa saja mom, biarkan Lily tidur dengan nyenyak dulu sampai obat tidur nya habis."ucap dad menuju sofa yang sudah terdapat beberapa orang dengan muka penasaran.


"Marvel, Lily bagaimana."ucap Dave yang cemas


"Lily harus bedtres sementara waktu,dia tidak boleh banyak pikiran nanti bisa berpengaruh kepada kehamilan nya."ucap Marvel datar menatap Dave


"ya tuhan."ucap mom kaget


"Marvel jangan bilang kalo Lily mengandung anak Aksa."ucap mama jingga syok


"iya ini perbuatan Aksa yang menjadi nyawa."ucap Marvel


"kalo begitu kita harus menikahkan mereka secepatnya Marvel."ucap kakek William


"aku tidak setuju dad kalo mereka menikah atas dasar paksaan."ucap areez


"nak areez jangan begitu mau bagaimana pun Lily sedang mengandung, ibu hamil harus selalu di dukung oleh suaminya."ucap mama jingga menatap areez


"sorry aunty jingga aku hanya tidak ingin apa yang lily suka di paksakan,bukanya tadi juga Lily menolak lamaran Aksa."ucap areez.


"begini saja kita akan berbicara ke Lily sampai merasa Lily pulih tentang kelanjutan pernikahan ini."ucap Dave yang sedari tadi diam


"ya aku setuju,kali ini kita fokuskan dulu kesehatan Lily."ucap dad

__ADS_1


"lalu di mana Aksa berada."ucap Gavin yang sedari tadi hanya pendengar saja


"dia sedang di obati oleh perawat."ucap dad cuek


"ya sudah biar aku saja malam ini menunggu Lily,mom dan lainnya pulang istirahat dulu."ucap Gavin


"tidak mom ingin di sini aja Gavin."ucap mom


"bentar apa yang di bicarakan Gavin mom lebih baik kita istirahat dulu untuk besok kita menjenguk Lily, kasian Lily juga kalo banyak orang di sini."ucap Naya


"baiklah sudah cukup pembicaraan kita di sini lebih baik kita semua pulang dulu,Gavin dad minta tolong jaga adik mu."ucap dad


"baik dad."ucap Gavin yang mengantar semua orang keluar dari kamar Lily.


Tak lama Aksa pun datang dengan wajah yang lumayan mengerikan, pipi bengkak, pelipis di beri hansaplas dan sudut bibir yang sudah tidak mengeluarkan darah.


"apa semuanya sudah pulang."ucap Aksa menatap Gavin yang sedang berbaring di sofa.


"ya baru saja."udah Gavin cuek


"aku tidak suka melukai tanganku sendiri, aku lebih suka memberi pelajaran dengan caraku sendiri."ucap Gavin dingin


Sedangkan Aksa yang mendengar ucapan Gavin hanya bisa diam,tangan Aksa pun memegang tangan Lily yang di infus lalu mencium tangan Lily dengan pelan.


"cepat sembuh Li."ucap Aksa yang duduk di pinggir kasur Lily.


§§§§


Sedangkan di tempat lain ada Naya dan kaivan yang sudah berpamitan kepada semua orang untuk pulang.


"apa kau masih mempunyai rasa kepada Aksa."ucap kaivan dingin dan saat ini dia sedang mengemudi.


"kaivan sudah berapa kali ku bilang kalau aku cuma mengagumi saja aku tidak punya rasa cinta kepada Aksa."ucap Naya yang lelah kepada suami pilihan orang tua nya.


"bagus kalo begitu,kau hanya boleh mencintai ku."ucap kaivan dengan senyum smirk

__ADS_1


"kau sangat egois kai, bukan nya kau masih berhubungan dengan Chyntia."ucap Naya marah


"ya mau bagaimana pun aku masih mencintainya, karena perjodohan sialan ini membuat hubungan ku putus."ucap kaivan marah


"lalu kamu masih mengejar dia walaupun dia sudah tidak mau dengan mu kai."ucap Naya dengan mata memerah menahan air mata.


"ya kau aku akan terus mengejar nya walaupun dia menolak,lagian tinggal beberapa bulan lagi kita berpisah."ucap kaivan dingin


"kau sangat egois kai."ucap Naya turun dari mobil lalu masuk ke dalam kamarnya yang terpisah dari kamar kai.


Ini memang salahnya bersikap dingin sejak dulu kepada kaivan, namu sebenarnya sejak dulu Naya memendam perasaan suka kepada kaivan dengan cara bersikap cuek dan dingin bila mereka bertemu.


Namu sikap dingin Naya kepada kaivan bukan tidak ada Alasan sejak dia mengetahui pujaan hatinya mempunyai kekasih.Naya pikir dengan perjodohan yang di atur oleh dad Marvel dan papi Nathan sejak mereka kecil membuat kaivan melupakan kekasih,namun itu hanya angan-angan Naya saja sebab sampai sekarang kaivan masih mengejar Chintya seorang pegawai toko bunga.


"ya tuhan aku tidak tahan dengan semua ini."ucap Naya menangis di dalam kamarnya dan sudah seperti biasa dia menangis hingga tertidur.


"Ting Ting Ting."suara pesan dari kaivan yang memberitahu kalau malam ini suami nya tidak pulang karena ada pasien yang mendadak operasi. Entahlah kaivan benar ke rumah sakit untuk berkerja atau menemui Chintya di toko bunga,Naya sudah pasrah dengan keadaan rumah tangganya.


Yah seperti itulah pernikahan nya yang di luar terlihat baik-baik saja namun sebenarnya tidak ada yang baik dalam hubungan nya dengan kaivan.


§§§§


Sedangkan saat ini Sagara sedang informasi data Chintya yang di kirim oleh anak buahnya.


"menarik sekali permasalahan orang lain,aku sudah tidak sabar menunggu drama baru yang akan datang."ucap Sagara dengan senyum seringainya.


"kau boleh pergi pantau terus apa yang di lakukan Chintya sampai dia bersama siapa saja, hubungi aku langsung."ucap Sagara menatap bawahannya setelah dia membaca informasi yang membuat terkejut sekaligus tertantang.


"baik tuan akan saya laksanakan,apa ada lagi yang tuan bicarakan."ucap bawahnya patuh


"kau cari informasi tentang pemegang Danupraja group sekarang ini."ucap Sagara


"baik tuan."ucap bawahnya


"kau boleh pergi."ucap Sagara menyuruh bawahnya pergi dari ruangannya di basecamp.

__ADS_1


__ADS_2