Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
meragukan perasaan sendiri


__ADS_3

"sayang kamu yakin ingin pergi ke kampus sekarang,tidak istirahat beberapa hari lagi." ucap dad Marvel yang melihat Lily turun dari lantai dua kamarnya.


"yakin dad,lagian aku ingin mengumpulkan tugas yang sudah deadline."ucap Lily yang rapih lalu menghampiri Marvel untuk mencium pipi sang dad.


"baiklah sayang hati-hati di jalan ingat kamu sekarang sendirian." ucap dad yang sambil memeluk Lily


"baik dad,di mana mom." ucap Lily yang mencari mom di penjuru ruangan keluarga


"mom lagi di taman belakang sayang sudah pergi nanti telat."ucap dad


"siap dad."ucap Lily yang langsung pamit ke luar rumah untuk menuju kampung


sedangkan di sebuah ruang yang cukup besar terdapat atasan dan bawahan yang sedang mengobrol permasalahan kantor.


"bagaimana jadinya tuan kerjasama antara dirgantara group."ucap Rio yang cemas


"kamu tenang saja Rio aku mempunyai kelemahan lawan kita ini dan jangan di pikirkan tentang soal Andre yang ingin mengambil klien kita ini, seperti nya kita harus membuat proposal baru untuk menarik lawan."ucap Aksa dengan senyum smirk.


"baik tuan akan saya buat proposal yang paling bagus yang pernah ada,kalo begitu saya permisi keluar tuan."ucap Rio yang akan keluar dari ruang kantor Aksa tapi langkah nya berhenti karena mengingat sesuatu.


"tuan bagaimana dengan pengawal bayangan untuk nona Lily tuan."ucap Rio yang menatap Aksa saat sedang memeriksa berkas


"kirim empat saja mulai sekarang jangan sampai ketahuan dengan pengawal paman marvel, saat ini aku ingin fokus dulu dengan perusahaan dan mengusir para tikus yang tidak tau diri." ucap Aksa datar


"baik tuan akan saya laksanakan." ucap Rio yang keluar dari ruang kantor Aksa


§§§§


Hari Kamis siang ini sangat terik sinar matahari tapi tidak membuat orang-orang bermalas-malasan apalagi untuk yang berkerja dan menuntut ilmu, seperti Lily yang sudah sampai di pelataran parkir kampus yang cukup ramai di siang hari ini.


" pak Ujang,pulang aja nanti kalo saya sudah selesai kelas saya kabari." ucap lily yang akan keluar dari dalam mobil.


" baik nona kalo begitu saya permisi pulang lagi, hati-hati non." ucap pak Ujang yang akan keluar dari kampus menggunakan mobil


Setelah melihat mobil yang di tumpangi nya pergi Lily pun masuk ke dalam kelas yang sudah ramai.


"hei Li sini."ucap Luna yang melihat Lily


"hai lun di mana Mita." ucap lily yang mencari Mita


"ga masuk dia katanya sakit." ucap Luna cuek.


" kok bisa sakit sih tuh anak."ucap Lily heran


"bisa lah Li dia kan selama di kapal kena angin mulu yah jadinya sekarang deh malah masuk angin."ucap Luna yang menyampingkan duduk nya menghadap Lily

__ADS_1


"duh kalo gitu aku ingin menjenguk nya nanti pulang kampus,kamu ikut kan lun." ucap Lily


"iya lagian kamu kan belum cerita juga tentang itu." ucap Luna serius


"nanti aku ceritakan." ucap Lily malas


Tidak lama dosen pun datang ke kelas dan mereka pun belajar dengan serius.


waktu pun berlalu cepat sekarang mereka sudah berada di parkiran mobil dan akan berangkat menuju rumah Mita.


"yuk Li." ucap Luna yang masuk ke dalam mobilnya dan akan menjalankan mobilnya


"iya lun,eh sampai lupa mau hubungi pak Ujang biar jemput nya di rumah Mita saja." ucap Lily yang sedang mengirim pesan ke pak Ujang


"Li kamu ingin beli sesuatu dulu ga ." ucap Luna yang fokus menyetir


"kita beli makanan kesukaan Mita saja lun."ucap Lily


"okei."ucap Luna yang setelah mereka membelikan makanan untuk mita.


Setelah itu mereka pun berangkat ke rumah Mita yang memakan waktu hampir satu jam.


Setibanya di kediaman keluarga Xavier mereka pun di sambut oleh pelayan lalu di antar ke kamar Mita yang ada di lantai dua.


"tok tok tok. Non teman nona datang ingin menjenguk." ucap pelayan rumah itu


Setalah itu mereka di persilahkan masuk ke kamar Mita.


" hai Mita gimana udah baikan." ucap Luna


" lumayan sih cuma tinggal pusing nya aja nih." ucap mita yang duduk di kasur dan menyenderkan tubuhnya ke belakang.


" cepet sembuh Mita sayang,ini kita bawain makanan kesukaan loh." ucap Lily yang mengangkat plastik makanan


"thanks gais,sini duduk di kasur aja.kalian tau aja ya kalo gua bete diem mulu di kamar." ucap mita


" eh mit sebelum itu kita harus dengerin kejadian malam itu loh gua masih penasaran." ucap Luna yang menghadap ke Lily.


" iyaa nih gua juga penasaran li---." ucap mita terpotong dengan suara ketukan pintu


"masuk." ucap mita


"permisi nona." ucap pelayan yang membawakan minuman dan makanan untuk mereka.


"makasih bibi." ucap Lily

__ADS_1


" sama-sama nona." ucap pelayan itu lalu keluar kamar


"jadi gimana Li." ucap Luna


"jadi gini gais, malam itu ternyata ada yang ingin berbuat jahat ke gua." ucap Lily


" siapa Li." ucap mita


"siap lagi kalo bukan Selena,dia memasukkan obat perangsang ke minuman ku ternyata." ucap Lily yang ingin menangis


"terus lu tapi ga papa kan." ucap Luna


"ya gitu,gua lakuin lah itu." ucap Lily


"jangan bilang lu udah tidur sama kak Aksa." ucap mita kaget


"iyaa gimana ga tidur coba orang dosisnya tinggi banget sampe gua ga ingat setengahnya." ucap Lily yang mulai mengeluarkan air mata


"ya ampun Li,si Selena jahat banget sih.terus dia sekarang di mana biar gua Datengin." ucap mita yang berapi-api


"ga tau,udah di urus kak Aksa dan kak Rio." ucap Lily yang menidurkan badannya di kasur Mita


"orang tua lu tau Li." ucap Luna


"ga ada yang tau selain kalian dan kak Rio lagian kalo mereka tau kak Aksa sekarang udah di rumah sakit kalo.


"iya benar juga,Li yang sabar ya kita ada selalu untuk Lo jangan di pendam sendiri nanti stres lagi ." ucap mita yang memeluk Lily dan di ikutin Luna.


"terus sekarang gimana lu dan kak Aksa." ucap Luna setelah acara berpelukan


" yah ga gimana-gimana lagian sekarang kak Aksa udah ga kerja sama gua lagi dia sekarang fokus ke perusahaan nya." ucap Lily yang mulai resah


"yah kirain kalian bakalan nikah ." ucap mita


"gua ga mau maksa orang nikah cuma bentuk pertanggungjawaban gua pengennya atas cinta,coba lu pikirkan kalo nikah tanpa cinta."ucap Lily


"iya sih,tapi orang tua gua nikah tanpa cinta tapi lama kelamaan tumbuh cinta di antar mereka sampai sekarang punya dua anak nih " ucap Luna yang menunjukkan dirinya sendiri.


"ga semuanya happy ending Luna." ucap mita


" pokok tahun ini gua harus nikah tapi sama yang gua cinta titik." ucap Lily yang mulai capek dengan permasalahannya


"emang lu punya pacar atau gebetan gitu Li." ucap mita


"nanti gua cari tenang aja,atau ga minta kenalan Daddy gua aja." ucap Lily enteng.

__ADS_1


" terserah lu aja Li gua pusing sama permasalahan lu,udah ada yang di depan mata malah cari yang ga ada nih anak." ucap Luna pasrah dengan kelakuan Lily.


Lily hanya bisa termenung saja setelah mendengarkan apa kata para sahabatnya,dia mulai meragukan perasaan nya sendiri


__ADS_2