Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
masih belum termaafkan


__ADS_3

Sagara saat ini menuju rumah sakit untuk memberikan beberapa berkas yang harus Aksa tandatangani.


Saat menuju lantai kamar yang di tempati Lily Sagara bertemu dengan Gavin dan areez yang sama untuk menjenguk Lily. Namun sebelum itu Sagara menahan Gavin untuk berbicara empat mata.


"sorry bang areez boleh saya pinjam Gavin sebentar saja."ucap Sagara yang memang sungkan kepada areez


"CK lu bilang dia Abang masa ke gua yang sama dengan umurnya cuma nyebut nama aja sih."ucap Gavin menatap gara


"ya boleh,kalo gitu saya masuk duluan."ucap areez masuk tanpa mau berlama-lama dengan mereka


"abisnya aura Abang mu itu bikin gua segan aja."ucap gara Santai


"yaudah mau ngomong apa gara,awas aja kalo ga penting."ucap Gavin


"tidak di sini kau ikuti aku saja."ucap gara masuk ke dalam lift lagi dan di ikuti oleh Gavin di belakangnya


Sagara pun membawa Gavin menuju rooftop rumah sakit yang sepi saat sore .


"jadi ada apa gara."ucap Gavin


"sorry kalo berita ini ga enak gua lu dengar,jadi tadi sebelum ke sini gua mampir beli bunga untuk Lily."ucap gara sambil mengangkat bunga di tangannya


"terus lu ngapain beli bunga jangan bilang lu mau rebut Lily dari Aksa."ucap Gavin


"enak aja lu gua masih pengen hidup,tadi gua ketemu kaivan di toko ini lagi ribut sama cewe yang punya toko bunga ini."ucap Sagara


"oh itu mantan pacar kaivan gar,lu dengar apa aja di sana."ucap Gavin sudah menahan amarahnya


"lu dengar sendiri aja lah nih untung gua rekam."ucap Sagara memutar rekaman suara


"kaivan brengsek belum kapok juga tuh orang buat adek gua nangis."ucap Gavin marah


"lu tenang aja tuh mantan pacar kaivan punya masalah sama gua sebenarnya gua mau minta tanggung jawab soalnya mobil gua pernah di tabrak sama tuh cewek."ucap gara


"ya terserah lu gar yang penting gua minta tolong jauhi tuh cewe dengan kaivan,gua Pengan buat kaivan menyesal telah menyakiti adik gua gar."ucap Gavin dengan nafas memburu


"yah lu tenang aja sepengamatan gua tuh cewe emang ga mau sama kaivan malah kaivan yang ngebet pengen balikan."ucap gara


"ya udah gara Gus cuma minta tolong itu dulu saat ini gua pengen fokuskan kepada Lily dulu setelah itu gua bakalan bawa Naya pergi jauh dari kaivan."ucap Gavin meminta tolong

__ADS_1


"okei deh berhubung sebentar lagi kita saudara gua tolong aja lah tanpa imbalan."ucap gara dengan tengil


"sialan gua lupa mereka bakal nikah otomatis kita saudaraan."ucap Gavin kesal juga


"udah lah lebih baik kita ke ruangan Lily gua ga bakal lama di sini juga cuma mau kasih bunga dan berkas ke kak Aksa."ucap gara


"yaudah yuk."ucap Gavin mengajak gara turun


Sedangkan di ruangan Lily saat ini hanya terdapat Aksa dan areez saja yang menunggu Lily.


saat ini juga kedua pria itu hanya saling bertatap mata saja,tidak ada yang berbicara sampai pintu terbuka dan muncullah Gavin dan di susul Sagara di belakang nya.


"hai sayang nya kakak bagaimana apa kamu kangen dengan kakak yang tampan ini."ucap Gavin menuju Lily lalu mencium kening Lily


"awas lah Gavin gua mau ketemu Lily ku."ucap Sagara mengeserkan badan Gavin


"halo Lily ku yang cantik,aku membawakan bunga untuk mu."ucap Sagara dengan gaya ala pangeran memberi bunga


"hahaha thanks you kak gara, kakak kemana aja selama ini."ucap Lily mengambil bunga matahari tersebut


"kenapa kangen ya sama orang ganteng ini."ucap gara narsis


"sirik tanda tak mampu itu Li."ucap gara yang masih berada di sisi kasur Lily


"ak kata gara dia mau rebut Lily dari lu."ucap Gavin mengompori Aksa .


"dasar tukang mengadu."ucap gara


"gimana Li Nerima kakak ku itu yang jauh tampan dari ku ini."ucap gara mengibaskan rambutnya dengan tangan


"gara mana berkas yang ku minta."ucap Aksa yang mulai jengah melihat drama mereka setiap kali bertemu


"ini yang mulia."ucap gara menyerahkan berkas kepada Aksa


"sana pulang."ucap Aksa kepada sang adik


"enak aja aku baru sampai bukanya di tawari minum gitu."ucap gara


"emang di sini cafe gar."ucap Gavin

__ADS_1


"lah bukan ya kira gua cafe."ucap gara


Saat akan menimbulkan omongan gara Gavin harus berhenti karena melihat Abang yang menghampiri Lily.


"Li Abang pulang, cepat sembuh."ucap areez lalu pergi tanpa mencium kening Lily seperti biasanya


"loh bang baru juga datang."ucap Gavin namun tidak di jawab oleh aree


Saat itu lah keadaan hening mata mereka yang berada di ruang menuju Lily yang sedang menunduk.


"Li tenang Abang mu cuma butuh waktu dengan apa yang terjadi."ucap Gavin menghibur Lily


"apakah nanti Abang membenci Lily."ucap Lily pelan


"no sayang ga mungkin Abang mu itu marah apalagi benci terlalu lama,sini Abang peluk dulu adik Abang yang sebentar lagi menjadi ibu."ucap Gavin


mereka pun berpelukan tanpa sadar Lily tertidur dalam pelukan hangat Gavin.


"kalo gitu gua balik dulu kak ak,kalo ada apa-apa hubungi gua aja."ucap gara sedari tadi diam setelah kejadian areez lalu dia pulang karena tidak enak saat ini Lily sedang tidur


"okei thanks hati-hati di jalan gara jangan ngebut,nanti kalo ada kendala hubungi Rio aja."ucap Aksa menatap sang adik


"okei kak, gav gua balik dulu."pamit Sagara


Gavin pun meletakkan kepala Lily ke bantal dengan pelan tanpa menganggu Lily yang tertidur lalu Gavin menyelimuti lily dengan selimut rumah sakit.


"ak gua balik bentar mau mandi dan ambil pesan kue Lily di Naya."ucap Gavin pamit kepada Aksa


"okei gav hati-hati di jalan."ucap Aksa yang masih memegang kertas laporan keuangan perusahaan.


"jaga Lily."ucap Gavin


"pasti."ucap Aksa tegas


Setelah itu hanya ada keheningan di ruangan Lily yang terdapat Aksa dan Lily saja.


Aksa saat ini sedang memikirkan cara meluluhkan hati Lily yang kecewa dengan kelakuan dia dulu.


Lalu Aksa pun menghampiri Lily yang sedang tidur untuk mencium kening dan bibir tanpa menganggu Lily .

__ADS_1


"selamat tidur sayang dan selamat tidur juga baby papa mohon jangan merepotkan mama kamu ya sayang."ucap Aksa mencium perut Lily yang di dalamnya ada anak mereka.


__ADS_2