Bodyguard Ku Suami Ku

Bodyguard Ku Suami Ku
mendapatkan restu part1


__ADS_3

Saat ini Dave dan jingga sedang berjalan menuju ruangan tempat Lily,jingga yakin dengan anaknya itu pasti dari semalam tidak tidur apalagi merawat dirinya dan wajah.


"selamat siang semuanya."ucap mama jingga kepada orang-orang yang ada di ruangan


"hai jeng jingga siang juga."ucap mom Deandra


"iyaa jeng bagaimana Lily sudah merasa baikan."ucap mama jingga menuju Lily yang sedang di suap kan buah oleh mom


"lumayan Tante."ucap Lily seadanya


"syukurlah Li kalo begitu,ak nih baju ganti mu."ucap Mama menyerahkan tas yang isinya peralatannya Aksa


"makasih mah."ucap Aksa mengambil tas tersebut lalu pergi menuju toilet yang ada di kamar


"jadi gimana apa Lily sudah boleh pulang."ucap Dave kepada Marvel


"mungkin besok kalo Lily patuh apa kata dokter Tika."ucap Marvel langsung melihat Lily


"iya sayang kamu jangan banyak bergerak dulu,nikmati dulu menjadi pemalas di kasur."ucap mama jingga


"iyaa Tante."ucap Lily yang sudah memakan buah nya


Tak lama Aksa pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang frees setelah dia mandi,namun tidak di pungkiri kalo wajah nya seram masih harus di obati.


"ak ikut papa dan paman ke kantin kita akan bicara di sana."ucap Dave yang bangun dari duduknya di ikuti oleh Marvel


"baik pah."ucap Aksa


"baiklah kalo gitu papa duluan,mah jaga Lily ya apa kalian ingin sesuatu."ucap Dave kepada para wanita


"ga perlu kayanya pah atau nanti kalo kita butuh mama hubungi papa."ucap mama jingga


"baiklah Dave kita keluar, semuanya kami duluan."ucap Marvel pamit


Sedangkan Aksa masih harus membereskan barang-barang yang perlu dia bawa ke tempat para pria.


"Lily,mama, dan aunty.aksa pamit keluar sebentar ya."ucap Aksa


"iya ak hati-hatilah dengan mereka."ucap mama jingga yang sebenarnya cemas

__ADS_1


"iya mah."ucap Aksa keluar.sebenarnya dia ingin memeluk Lily sebentar namun Aksa cukup tau diri saat ini Lily masih marah.


Saat ini di cafe yang lumayan sepi,sudah terdapat Dave dan Marvel yang sudah memesan kopi sambil menunggu Aksa tiba.


"maaf saya telat."ucap Aksa yang langsung duduk di kursi kosong


"baiklah paman tidak ingin berbasa-basi Aksa,jadi hubungan kalian ingin di bawa ke mana."ucap Marvel


"aku inginnya langsung menikah kan Lily paman."ucap Aksa


"tapi anaknya ga mau tuh sama kamu."ucap Dave dengan muka kesel kalo melihat kelakuan Aksa kepada Lily


"aku akan berusaha untuk merebut kepercayaan Lily lagi pah Paman."ucap Aksa tegas


"baiklah kalo itu yang kamu mau paman akan kasih waktu dua Minggu untuk meluluhkan hati Lily,tapi kalo dari lewat yang sudah di tentukan kamu harus pergi dari hadapan Lily. Mengerti Aksa."ucap Marvel menatap serius Aksa di hadapan nya


"baik Pama akan saya lakukan, terima kasih banyak."ucap Aksa dengan senyum merekah


"lalu di mana orang yang membuat kalian begini."ucap Dave


"sepertinya biasa pah di tempat terakhir,Rio dan anak buah gara yang urus."ucap Aksa santai


"yah mau bagaimana lagi pah,kalo aku buang ke lautan takutnya banyak orang liat."ucap Aksa


"dasar keturunan Gutama."ucap Marvel yang hampir frustasi dengan gaya santai nya Aksa


"sebentar lagi juga kau bakal ada Gutama baby."ucap Dave menggoda Marvel


"sialan lu Dave,awas saja nanti gua bakal minta kepada areez dan Gavin untuk membuat baby Narendra."ucap Marvel yang tidak mau kalah


Aksa yang berada di hadapan teman sejoli ini hanya bisa melihat kelakuan yang tidak berubah dari masa mereka remaja hingga akan mempunyai cucu,itu juga dia dengar dari kakek tentang pertemanan antara Marvel,Dave dan Jonathan.


§§§§


Sedangkan saat Sagara berada di toko bunga milik Chintya yang beberapa waktu lalu tidak sengaja dia tabrak.


Tring tring". Bunyi bel pintu toko yang menandakan adanya pelanggan masuk.


"selamat sore,ada yang bisa saya bantu."ucap Chintya yang belum melihat wajah pelanggan

__ADS_1


"aku ingin buket bunga matahari sekarang."ucap Sagara yang membuat Chintya menatap langsung.


"kau, sedang apa kau di sini."ucap Chintya atau bisa di panggil Tia kaget


"kau tidak dengar kalau aku ingin memesan bunga."ucap Sagara menatap Tia


"baiklah tuan,butuh berapa tangkai untuk membuat buket nya."ucap Tia dengan mode ramah


"terserah kau yang penting jangan terlalu besar dan terlalu kecil."ucap gara


"baik akan saya buatkan,selagi saya membuat buket anda bisa duduk di kursi itu tuan."ucap Tia


"baiklah aku akan duduk di sana."ucap Sagara menuju kursi pojok


Selagi menunggu Sagara pun membuka handphone nya sambil ngecek keadaan perusahaan Gutama selagi Aksa izin cuti,namu terdengar suara bel yang menandakan seseorang masuk.


Sagara cukup kaget saat melihat kaivan datang untuk menemui Chintya yang berada di dekat kasir. Dan untungnya gara Dudu membelakangi kasir dan duduk aga pojokan.


"Tia bisakah malam ini kita bertemu,aku hanya ingin meluruskan masalah yang terjadi antara aku dan Naya."ucap kaivan memohon kepada Chintya


"kai sudah berapa kali kalo kita sudah tidak ada hubungan aku tidak ingin cap menjadi pelakor,dan kamu tidak takut kalo kelakuan mu ini ketahuan oleh keluarga mu dan istri mu."ucap Tia yang sudah mulai lelah menghadapi kaivan


"Tia kau tau sendiri kalo aku dan Naya menikah karena perjodohan dan selama ini aku pisah kamar dan kamu juga sudah tau kalo pernikahan ku tidak lama lagi berpisah."ucap kaivan masih berusaha


"sudah cukup kai, kau membuat istri mu kesakitan dengan kelakuan mu sekarang ini. Lebih baik kamu pulang saja dan jangan kembali lagi ke sini aku sudah muak."ucap tia marah sampai dia melupakan keberadaan pelanggannya


"okei aku sekarang pulang namun jangan harap aku menyerah untuk mendapatkan mu lagi Tia."ucap kaivan sungguhan.


Setelah itu kaivan pun pergi dari toko Tia dengan menahan amarahnya dia hanya ingin bersama dengan Tia mantan pacarnya yang dia putuskan saat ingin bertunangan dengan Naya atas paksaan papinya yang ingin dia menikah dengan Naya.


Di rasa sudah cukup marah nya Tia pun melanjutkan kerjaan nya, sampai gara muncul di hadapannya.


"jangan mau terbujuk rayuan pria beristri itu bisa menyakiti mu dan orang lain."ucap gara santai


"tuan anda tidak usah ikut campur dan ini buket nya sudah jadi."ucap Tia menyerahkan bunga


"aku hanya memberi tahu mu kalo dia beneran cinta padamu seharusnya dia menentang pernikahan nya buka malah melanjutkan nya. Pria sejati selalu memperjuangkan bukan melepaskan."ucap gara lalu meletakan uang bunga tersebut lalu pergi menaiki mobilnya.


Sedangkan Tia hanya terdiam mendengar omongan gara namun sebenarnya di satu sisi dia malu ada orang lain yang melihat dia bertengkar.

__ADS_1


__ADS_2