
Suasana di dalam mobil cukup mencekam Aksa yang sedari tadi menahan marah dan Lily hanya bisa pasrah dalam pelukan hangat Aksa.
"Rio putar balik ke arah apartemen sekarang."ucap Aksa dengan emosi nya
"baik tuan."ucap Rio pasrah
"kau urus masalah ini dan tahan pengawalan paman marvel."ucap Aksa yang sedari tadi melihat ke belakang mobil nya yang di ikuti terus.
"tapi tuan apa tuan Marvel tidak akan marah kalo nona Lily tidak pulang."ucap Rio dengan aga berani
"bilang pada mereka bahwa saya akan menghubungi tuan mereka."ucap Aksa yang akan keluar dari mobilnya
"baik tuan, selamat istirahat tuan."ucap Rio membungkukkan badannya di hadapan Aksa
"Hm.kau juga."ucap Aksa yang sudah akan memasuki lobby apartemen dengan mengendong Lily
Selama perjalanan menuju kamar apartemen nya Lily hanya mengeluhkan kondisi kepalanya yang sakit dan lemas.
Tidak lama kemudian lift yang membawa mereka menuju lantai dua puluh pun berhenti. Dan Aksa pun keluar dari dalam lift menuju pintu apartemen, setelah itu Aksa meletakkan Lily di kasurnya. Tidak lama kemudian terdengar suara dering telepon Aksa.
"ya paman Marvel."ucap Aksa tenang.
"Aksa apa Lily ada di kamu."ucap Marvel cemas
"iyaa paman,paman tidak perlu cemas Lily aman di dekat saya."ucap Aksa menyakinkan
"baiklah kalo gitu antar pulang Aksa."ucap Marvel
"Hm.paman apa tidak sebaiknya Lily menginap di tempat saya dulu,melihat keadaan lily mabuk begini Saya takutnya di dalam perjalanan dia mengalami pusing yang berat."ucap Aksa lagi
"baiklah paman nitip Lily ya Aksa maaf membuat repot."ucap Marvel santai
"baik paman selamat malam." ucap Aksa yang mematikan telepon nya.
Aksa pun melangkah mendekati Lily yang tidur dengan tidak nyaman.
"Lily bangun kamu harus ganti baju dulu."ucap Aksa yang mulai melepas kan sepatu hingga makeup lily dan untung dia ada micelar water untuk pembersih makeup punya Lily dulu yang tertinggal.
"pusing kak."ucap Lily yang menyenderkan kepalanya ke dada bidang Aksa.
__ADS_1
"kakak gendong ke kamar mandi Lily lalu kamu harus muntahkan ya biar tidak pusing sayang."ucap Aksa mengelus rambut yang menghalangi wajah Lily
"aku ga mau ke kamar ma---."ucap Lily terpotong karena memuntahkan cairan ke tubuh Aksa
"tuh kan malah muntah di sini,kalo gitu kakak gendong aja ya nurut Li."ucap Aksa tanpa persetujuan Lily dan membawa Lily ke dalam kamar mandi dan membersihkan tumpahan muntah Lily di badan mereka berdua.
sekarang ini mereka hanya menggunakan ****** ***** saja atasannya mereka sudah tidak memakai baju.
"bentar dulu Li kakak siapkan air nya dulu."ucap Aksa yang mengisi air di bathtub dan lalu meletakan Lily ke dalam bathtub nya.
"kak pijat kepala pusing."ucap Lily yang melihat Aksa akan keluar dari kamar mandi
"baiklah sebentar aja ya."ucap Aksa yang sedari tadi menahan sesuatu yang sudah bangun.
"kakak kurang kencang sin---byur suara air dan masuknya Aksa ke dalam bathtub gara-gara tarikan tangan Lily.
"Li kamu jangan mancing Kaka."ucap Aksa yang sedari tadi menahan untuk tidak menerkam Lily.
"kakak ingin kemana."ucap Lily yang melihat Aksa bangun dari bathtub
"keluar lah Li ."ucap Aksa datar
"Li kamu tahu kan dari tadi kakak sabar dan kesabaran kakak sudah habis."ucap Aksa yang lalu mencium Lily dengan brutal dan tanpa ampun .
Selama dua menit hanya terdengar suara adu mulut mereka di dalam kamar mandi.seperti tersadar kalo Lily akan kehabisan nafas Aksa pun menyudahi ciuman mereka.
"Li kakak ga bisa berhenti."ucap Aksa yang menyatukan kening mereka.
"ya ga usah berhenti kak."ucap Lily tanpa sadar
"baiklah kamu yang mulai sayang "ucap Aksa yang mengendong Lily ke luar dari kamar mandi dan meletakkan nya di kasur.
Dan terjalin malam seperti di kapal pesiar,Aksa orang yang kesurupan mencium Lily dari wajah leher hingga bukit Lily.
"kak pelan geli."ucap Lily yang menatap Aksa yang sedang mencium bukit nya.
Bukanya berhenti pelan Aksa malah tambah semangat untuk menyusu ke Lily tanpa ampun Aksa seperti orang kehausan Mecari susunya.
"kamu sudah siap sayang."ucap Aksa yang bangun dari tubuh Lily dan melepaskan kain terakhir nya.
__ADS_1
"apa kak."ucap Lily yang mulai sadar dan langsung melihat barang Aksa yang sudah siap tempur
"tunggu kak kita mau apa."ucap Lily yang sama sekali tidak mengalihkan pandanganya dari benda tersebut.
"buat kamu enak."ucap Aksa yang lalu menindihkan badannya ke Lily dan tanpa aba-aba Aksa pun memasukkan bendanya ke dalam goa Lily yang sudah banjir.
"kak pelan."ucap Lily yang pasrah di bawah kendali Aksa
"ga bisa sayang,kamu selalu nikmat.milik kamu menjepit milik kakak."ucap Aksa yang tambah semangat menghentakkan lebih dalam dan mencium seluruh muka dan tubuh Lily.
"sayang kalo sakit gigit bahu kakak saja."ucap Aksa yang hilang kendali
"kakak lebih cepat lagi aku ingin."ucap Lily terengah-engah dengan permainan Aksa
"bersama sayang."ucap Aksa yang menyeburkan bisa Aksa ke dalam goa Lily tanpa tau akibat nya.
"love you sayang."ucap Aksa yang mencium kening Lily lalu pindah ke samping lily
"makasih sayang sekarang tidur jangan pikirkan apa pun."ucap Aksa yang memeluk Lily ke dalam pelukannya.
"Hm."ucap Lily di dalam pelukannya Aksa dan tertidur pulas tanpa sadar mereka tidur hanya menggunakan selembar selimut saja.
malam itu mereka terlelap dalam tidur tanpa tahu akibatnya ke depannya.
Sedangkan di kamar lainnya Gavin sedang menghubungi bawahanya yang menjaga untuk Lily.
"bagaimana mana mereka."ucap Gavin
"mereka sekarang sudah masuk kedalam apartemen tuan saya sudah mengintai selama hampir satu jam tapi tidak ada tanda akan keluar tuan."ucap bawahnya lagi.
"pantau terus mereka aku sudah tau jawabannya."ucap Gavin
"baik tuan."ucap nya lalu tidak lama telepon di matikan oleh tuannya.
Sedangkan Gavin sedang ada di balkon kamar nya setelah menghubungi bawahanya itu.
"dasar Aksa, tidak sabaran sekali apa harus dengan cara pintas ini."ucap Gavin yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Aksa yang katanya tidak mencintai adiknya tetapi kalo adiknya di dekati cowo malah marah-ga jelas
"yang satu gengsian yang satu tidak peka,paket komplit kalian berdua ini ya bikin drama aja dari dulu."ucap Gavin yang masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu balkon kamarnya.
__ADS_1