
Di pagi yang cerah ini sepasang manusia tanpa ikatan masih tetap terlelap dalam tidurnya.masih seperti semalam tidur mereka memeluk satu sama lain hingga dari mereka bangun.
"duh kok guling gua jadi keras gini sih."ucap Lily yang masih belum sadar telah memeluk Aksa,hingga melihat dada bidang yang berotot dan melihat muka orangnya.
"kak Aksa."ucap Lily di dalam hatinya dan melakukan pura-pura tidur setelah melihat pergerakan Aksa yang ingin bangun.
"good morning sayang."ucap Aksa mencium kening Lily
"Li bangun kita harus sarapan udah jangan pura-pura tidur gitu."ucap Aksa yang melepaskan pelukannya dan duduk di kasur
"iya kakak dulu aja."ucap Lily yang masih tiduran
"yaudah kakak mandi duluan."ucap Aksa yang bangun dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi.
Sedang Lily masih termenung di atas kasur setelah dia mengingat apa yang terjadi tadi malam.
"bego banget sih gua kenapa malah jatuh di lubang yang sama."ucap Lily yang memukuli kepala nya sendiri.
"gua harus pergi dari sini sebelum kak Aksa selesai mandi "ucap Lily yang bangun dengan terburu-buru dan memakai baju polos milik Aksa yang dia ambil di lemari. Tak lama dia pun pergi dari apartemen Aksa.
"Li udah siap air hang--."ucap Aksa terputus karena tidak melihat Lily yang sedang tidur lalu Aksa pun keluar kamar menulusuri dapur dan ruang tamu namun tidak ada tanda Lily.
"brengsek,kamu di mana Li."ucap Aksa yang langsung menghubungi bawahnya yang berkerja mengamankan Lily.
"kalian di mana."ucap Aksa kepada Riko ketua pengawalan Lily
"kamu di jalan menuju kediaman Narendra tuan,kami tidak bisa mencegah nona naik taksi tuan."ucap Riko dengan suara pelan
"brengsek,awasi sampai selamat."ucap Aksa yang mematikan telepon
__ADS_1
Lalu Aksa pun menelpon Lily namun nomernya tidak aktif sehingga membuat Aksa tambah marah.
"dasar kamu Li awas saja akan ku beri hukuman nanti."ucap Aksa yang meletakkan handphone nya di nakas dan berjalan ke lemari baju.
Sedang Aksa yang menahan amarahnya di sisi lain Lily baru tiba di kediaman Narendra menggunakan taksi yang kebetulan sedang menurunkan penumpang di depan apartemen aksa tadi.
"makasih pak."ucap Lily kepada sopir taksi dan masuk ke dalam rumah
"pagi non."ucap satpam di rumah Lily
"pagi pak,apa mereka ada di rumah."ucap lily
"hanya den areez aja non yang baru berangkat ke kantor."ucap satpam tersebut
"baik pak terimakasih."ucap Lily yang meninggalkan pos satpam rumahnya menuju teras rumah
"yah pagi, kalian tolong siapkan sarapan ke kamar saya ya."ucap Lily
"baik nona."ucap pelayan tersebut
Setelah itu Lily melangkah menuju kamarnya dengan pelan tanpa energi, Lily pun bersyukur setidaknya orang rumah tidak melihat keadaan sekarang ini hingga dia masuk ke dalam.
Tanpa Lily sadar ada yang sedari tadi melihat Lily dari mulai Lily turun dari taksi.
Hingga orang tersebut berjalan menuju kamar Lily.
"tok tok tok,Li ini kakak apa boleh masuk."ucap Gavin
"aku ingin istirahat dulu kak nanti aku akan menemanimu kakak."ucap Lily dari dalam kamar.
__ADS_1
"baiklah Li istirahat yang banyak."ucap Gavin yang masih di depan pintu kamar lily
Setelah itu Gavin pun masuk ke dalam kamar nya dan mengirimkan pesan kepada seseorang yang sudah bekerja dengannya .
"seperti dram yang besar akan di mulai."pesan Gavin yang langsung mengirimkan pesan tersebut kepada seseorang.
"ya kita tunggu saja dramanya,gua siap membantu."ucap orang tersebut
"yah kita hanya perlu menjadi pengamat saja."balas Gavin lalu menaruh handphone nya ke dalam sakunya kemudian keluar dari kamar menuju kantor.
Di kamar sebelah tepatnya di kamar Lily setelah selesai makan dan mandi Lily hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya itu dan dia lagi-lagi merutuki kelakuannya semalam dengan meminum hingga tidak sadar diri.
setelah cape menangis Lily ketiduran hingga sore menjelang tanpa sadar Aksa sedang mencemaskan keadaan lily.
Di kantor lebih tepatnya di ruang meeting ada aura mencekam dari sosok atasan Mereka hari kesalahan sedikit saja akan di marahin habis-habisan.
"kalian ini bagai mana sih kalian kan tau kerja sama kali ini dengan pranaja group harus kita yang dapat bukan Andre, saya ga mau tau kalian susun ulang proposal nya ganti dengan cara yang lain."ucap Aksa yang menyudahi meeting kali ini dan keluar dari ruangan meeting menuju ruangannya dan di ikuti oleh asisten nya siapa lagi kalau bukan Rio seorang.
"Rio ada kabar dari kediaman Narendra."ucap Aksa yang duduk di kursi kerja nya.
"nona hanya makan sarapan saja tuan selebihnya nona hanya tidur dan berdiam diri sampai sore ini."ucap Rio
"baik awasi terus Lily jangan sampai lengah aku bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres."ucap Aksa resah
"baik tuan dan tuan anda di panggil oleh tuan besar untuk pulang kediaman Gutama malam ini."ucap Rio yang ragu-ragu
"baiklah Rio nanti siapkan saja obat p3k aku sudah tau akan apa yang akan dilakukan papa nanti malam."ucap Aksa tenang
"baik tuan kalo begitu saya undur diri ke meja saya."ucap Rio yang juga resah untuk nanti malam di dalam pikiran bakal terjadinya baku hantam Kedua antar tuan Dave dan tuan Aksa.
__ADS_1